Jan 14, 2026
Faradilla A.
12menit Dibaca
Setelah membuat website, ada beberapa hal yang masih harus menjadi perhatian Anda ke depannya. Ya, website tidak hanya cukup dibuat saja, tapi juga perlu maintenance. Sayangnya beberapa user masih sering lupa menganggarkan biaya maintenance website ini.
Total biayanya akan bergantung pada jenis website yang Anda miliki. Tenang, kami akan membantu Anda menghitung rata-ratanya, mulai dari website bisnis kecil hingga toko online.
Di artikel ini kami juga akan menjelaskan perbandingan harga jasa maintenance website sendiri atau dengan menyewa jasa profesional agar Anda bisa memilih opsi yang paling sesuai. Langsung saja, yuk mulai pembahasannya!

Biaya maintenance website rata-rata adalah sekitar Rp200 ribu – Rp50 juta/bulan ($5–$5.000) atau Rp2 juta – Rp200 juta/tahun ($60-$60.000). Untuk website skala besar dan populer seperti Amazon atau Netflix, biaya yang perlu dikeluarkan tentu lebih banyak lagi.
Platform, fitur, dan layanan yang digunakan menjadi beberapa hal yang paling memengaruhi biaya perawatan website secara keseluruhan. Misalnya, website eCommerce besar sudah pasti membutuhkan dana lebih besar daripada website portofolio kecil.
Sebagai gambaran, ini biaya maintenance website bulanan rata-rata untuk beberapa jenis website:
| Jenis Website | Biaya Maintenance per Bulan |
| Website pribadi Portfolio digital, blog pribadi, dan website hobi | Rp100 ribu – Rp400 ribu atau $5–$25 |
| Blog Profesional Blog dengan traffic sedang – tinggi | Rp500 ribu – Rp1,2 juta atau $25–$75 |
| Website Bisnis UMKM Website untuk restoran, landing page perusahaan sederhana, dan lembaga pendidikan kecil – menengah | Rp700 ribu – Rp6 juta atau $35–$500 |
| Website Perusahaan/Korporat Website bisnis populer dan institusi pendidikan dengan skala besar | Rp3,5 juta – Rp70 juta atau $200–$4,500 |
| Website Hiburan dan Multimedia Website majalah digital populer | Rp5 juta – Rp30 juta atau $300–$2.500 |
| Website e-Commerce Toko online | Rp15 juta – Rp70 juta atau $750–$5.000 |
Biaya yang kami cantumkan di sini mencakup harga dalam kurs dolar karena beberapa aspek website yang perlu maintenance biasanya juga membutuhkan jasa freelancer atau agensi dari luar negeri.
Sebelum membahas harga jasa maintenance website, kami akan menjelaskan tiga kategori utama untuk mengelompokkan biaya-biaya yang perlu Anda keluarkan:
Di bawah ini kami akan menguraikan rincian biaya maintenance website menurut 9 elemen utama dari tiga kategori di atas.

Setiap website pasti membutuhkan nama domain, dan harga rata-rata untuk perpanjangannya adalah Rp155 ribu – Rp1,4 juta/tahun ($10–$90). Beberapa provider hosting menawarkan domain gratis dengan paket hostingnya sehingga Anda bisa lebih menghemat budget.
Domain terdiri dari dua elemen, yaitu nama website dan ekstensinya. Misalnya pada nama domain Hostinger.co.id, nama website kami adalah Hostinger, sedangkan .co.id adalah ekstensi yang juga disebut Top Level Domain (TLD).
Harga domain akan berbeda-beda tergantung ekstensinya. Ada tiga TLD yang paling populer:
Berikut harga maintenance website untuk beberapa TLD terpopuler:
| TLD | Registrasi | Perpanjangan | Transfer |
|---|---|---|---|
| .com | Rp339800.00 | Rp419800.00 | Rp165900.00 |
| .co.uk | Rp132900.00 | Rp198900.00 | Rp16900.00 |
| .info | Rp49900.00 | Rp480900.00 | Rp347900.00 |
| .net | Rp784700.00 | Rp893700.00 | Rp248900.00 |
| .xyz | Rp32900.00 | Rp231900.00 | Rp215900.00 |
Faktor lain yang memengaruhi biaya ini adalah registrar. Jadi, penting sekali bagi Anda untuk memilih registrar yang tepercaya untuk menghindari penipuan atau timbulnya biaya lain yang tidak diungkapkan. Untuk menemukan registrar terbaik, lihat daftar registrar terakreditasi dari ICANN.
Setelah memutuskan TLD yang ingin dipakai, gunakan tool cek domain di bawah ini untuk mencari tahu ketersediaan nama domain incaran Anda:
Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya
Saat Anda membeli nama domain, jangka waktu kepemilikan minimal yang ditetapkan biasanya adalah satu tahun. Anda harus memperpanjang domain sebelum masa berlakunya habis agar tetap bisa menggunakannya.
Penting! Harga perpanjangan domain pada umumnya lebih mahal daripada biaya pendaftaran awal. Namun, registrar biasanya akan memberikan diskon kalau Anda melakukan perpanjangan untuk periode yang lebih lama.
Selain itu, sebaiknya tambahkan juga biaya layanan perlindungan privasi domain dalam rencana Anda. Fitur ini sangat penting untuk melindungi informasi pribadi dan detail kontak pemilik nama domain.
Khusus bagi user Hostinger, Anda bisa mendapatkan layanan perlindungan privasi domain secara gratis!

Web hosting adalah layanan untuk mengonlinekan website di internet. Jadi, provider web hosting akan menyewakan ruang di server fisik miliknya untuk menyimpan data website pengguna.
Provider web hosting dan paket yang dipilih akan sangat memengaruhi biaya maintenance website. Paket yang ditawarkan memiliki harga yang bervariasi, dan beberapa provider juga mungkin memiliki harga yang berbeda untuk paket serupa karena fitur dan infrastrukturnya pasti tidak sama.
Selain itu, platform website perlu masuk dalam rincian budget maintenance website Anda. Contohnya, sebagian besar website builder sudah menyertakan web hosting dalam harga paketnya. Namun, apabila menggunakan CMS seperti WordPress, Anda bisa memilih provider hosting sendiri.
Pertimbangkan biaya hosting website untuk jangka panjangnya sebelum memilih paket hosting yang tepat. Total budget Anda akan dipengaruhi periode langganan yang dipilih. Misalnya, jangka waktu yang lebih pendek seperti pembayaran bulanan memerlukan biaya yang lebih tinggi daripada tahunan.
Contohnya, harga paket Hosting Premium dari Hostinger dimulai dari Rp23900.00/bulan. Kalau memilih paket 48 bulan, biayanya akan tetap sama selama empat tahun, lalu berubah menjadi Rp29.900/bulan saat diperpanjang.

Beberapa jenis layanan web hosting yang paling populer adalah:
Hosting Premium
Hosting Premium sangat cocok untuk website skala kecil hingga menengah, seperti website portofolio dan blog. Jenis hosting ini memiliki biaya bulanan yang paling murah karena Anda bisa berbagi resource server dengan website dan user lain.
Biaya shared hosting di Hostinger dimulai dari Rp23900.00 – Rp38900.00/bulan. Kalau baru pertama membuat website, paket hosting murah ini mungkin adalah yang paling cocok untuk Anda.
VPS Hosting
Virtual Private Server atau VPS adalah pilihan yang tepat untuk website skala menengah karena menyediakan resource khusus di server bersama. Dengannya, user juga bisa lebih leluasa mengontrol pengaturan server sehingga layanan ini cocok bagi user yang memiliki pengalaman teknis.
Harga paket VPS murah kami dimulai dari Rp77900.00 – Rp290900.00/bulan, tergantung pada RAM, ruang disk, dan bandwidth yang disediakan.
Cloud Hosting
Cloud hosting menyimpan data website dalam sekelompok server untuk memaksimalkan uptime. Jadi, cloud hosting adalah layanan yang sangat ideal untuk website dengan traffic yang padat dan potensi perkembangan tinggi. Selain itu, cloud hosting cukup user-friendly karena proses maintenance teknisnya diurus oleh pihak penyedia web hosting.
Biaya paket cloud hosting dari Hostinger bervariasi, mulai dari Rp106900.00 – Rp368900.00/bulan.
Dedicated Hosting
Dedicated Hosting sangat sesuai bagi bisnis besar yang memiliki budget tersendiri untuk memaksimalkan peforma website. Jenis hosting ini mengalokasikan server khusus untuk setiap website sehingga user bisa bebas mengontrol seluruh file dan pengaturan server.
Biaya dedicated hosting bisa mencapai Rp1,2 juta – Rp4,6 juta per bulan, dan secara keseluruhan merupakan layanan hosting yang paling mahal.
WordPress Hosting
Jenis hosting ini dioptimalkan untuk website berbasis WordPress, biasanya menyediakan tool dan fitur maintenance tambahan. Opsi ini sangat sesuai bagi pemula karena pengelolaannya tidak memerlukan skill teknis tingkat lanjut.
Harga WordPress hosting dari Hostinger berkisar antara Rp23900.00 – Rp38900.00/bulan.

SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol transfer data yang berfungsi untuk melindungi komunikasi antara server dan browser melalui metode enkripsi.
Penggunaan sertifikat SSL akan meningkatkan keamanan website dan perlindungan privasi data, serta memaksimalkan performa di mesin pencari. Semua website yang memproses data pribadi pengguna seperti password atau nomor kartu kredit harus memiliki sertifikat SSL.
Harga SSL bervariasi tergantung pada jumlah domain atau subdomain yang dicakupnya. Untuk SSL single-domain, harganya dimulai dari Rp100 ribu – Rp13 juta/tahun ($7–$860). Sertifikat SSL Wildcard yang mampu melindungi beberapa subdomain tersedia seharga Rp780 ribu – Rp15 juta/tahun ($50–$1.000).
Untuk menghemat biaya maintenance website, dapatkan paket web hosting yang sudah dilengkapi dengan sertifikat SSL gratis. Misalnya, Hostinger menawarkan sertifikat SSL gratis seumur hidup dengan semua paket.
Untuk mengecek apakah website sudah memiliki sertifikat SSL, coba buka website di browser lalu cari ikon gembok di sudut kiri kolom alamat atau protokol ‘HTTPS’ sebelum nama domain. Ketika Anda mengklik gembok tersebut, akan muncul informasi bahwa Sertifikat SSL website valid.


Email hosting profesional memungkinkan pemilik website untuk membuat email @nama perusahaan dengan nama domain sendiri, misalnya dukungan@domainanda.com.
Email khusus seperti ini bisa membantu bisnis Anda mempromosikan branding secara lebih luas, tampil lebih profesional di antara para kompetitor, dan meraih kepercayaan pelanggan.
Google Workspace Hostinger menawarkan layanan email premium populer seharga Rp89.000/bulan per mailbox.
Pilihan lainnya adalah mencari provider hosting yang menggabungkan layanan email gratis dengan paket hostingnya. Misalnya, beberapa paket di Hostinger menawarkan hingga 100 alamat email berbasis domain.
Hostinger juga menyediakan layanan hosting email Indonesia untuk bisnis, yang dilengkapi dengan scanning virus otomatis dan kalender bawaan. Harga Paket Business Starter hanya sekitar Rp15 ribu/bulan, dan Paket Business Premium sekitar Rp36 ribu/bulan.
Durasi paket yang dipilih tentu akan mempengaruhi total biaya maintenance website Anda. Misalnya, periode 48 bulan akan dikenakan biaya Rp14.129/bulan, sedangkan untuk periode satu bulan dikenakan biaya Rp31.255/bulan.

Elemen lain yang memengaruhi harga maintenance layanan email adalah jumlah mailbox yang Anda butuhkan. Memiliki lebih banyak mailbox saat pembelian sudah pasti akan menambah biaya total yang perlu dibayarkan.

Memiliki akses ke layanan pelanggan akan berguna ketika Anda menjumpai masalah yang mungkin terjadi pada website. Baik bagi pemula maupun user tingkat lanjut, dukungan teknis benar-benar membantu untuk mengatasi masalah sesegera mungkin.
Dukungan teknis bisa diberikan melalui beberapa cara, seperti:
Sebagian besar provider hosting menawarkan fitur live chat dan dukungan email gratis dengan setiap paketnya. Saluran dukungan ini sudah cukup memadai bagi Anda yang mengonlinekan website pribadi atau bisnis kecil.
Untuk website yang lebih besar seperti toko online, akan lebih baik apabila menggunakan layanan dukungan khusus. Layanan seperti ini akan membantu Anda mengatasi masalah segera sebelum traffic dan UX website telanjur menurun.
Tentu saja, biaya maintenance website untuk layanan dukungan teknis yang perlu dimasukkan dalam rencana Anda juga akan bergantung pada kebutuhan website Anda sendiri.

Desain website adalah representasi visual digital bagi suatu brand. Elemen ini menjadi salah satu yang pertama dilihat pengunjung sebelum mereka memutuskan apakah konten Anda cukup menarik untuk dilihat-lihat lebih lanjut.
Selain itu, desain web yang menarik akan turut berdampak positif pada SEO website dan bisa membantu meningkatkan traffic. Biayanya bervariasi, tergantung apakah Anda mendesain website sendiri atau menyewa jasa desainer.
Desain Sendiri
Opsi ini cocok untuk website berukuran kecil hingga menengah, seperti blog pribadi. Anda bisa mendesain website dari nol menggunakan tool gratis atau premium. Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, umumnya maksimal $17/bulan (Rp264 ribu).
Kalau belum memiliki skill coding, Anda bisa menggunakan website builder seperti Hostinger Website Builder.
Website builder biasanya sudah menyertakan template profesional dalam paketnya. Sebagian besar builder juga memiliki fitur drag-and-drop agar Anda bisa mendesain website hanya dengan mengklik elemen dan mengatur posisinya.

Bagi pemula yang memerlukan opsi lebih fleksibel tapi tetap mudah digunakan, coba gunakan CMS seperti WordPress untuk membuat dan mendesain website. Dengan WordPress, Anda bisa memilih, menginstal, dan mengupdate tema website.
WordPress menawarkan 9.000+ tema gratis di galeri resminya, dengan beberapa pilihan tema keren seperti Neve dan Ultra. Kalau membutuhkan lebih banyak fitur penyesuaian, Anda bisa membeli tema premium.
Biaya rata-rata tema premium WordPress adalah sekitar $5–$17/bulan (Rp77 ribu – Rp264 ribu). Sebelum membeli tema, cek dulu skema pembayarannya. Anda bisa membeli beberapa tema dengan biaya lisensi sekali beli, sementara ada juga yang menggunakan langganan.
Menyewa Jasa Profesional
Web developer profesional biasanya sudah berpengalaman dan sangat memahami tren desain masa kini. Mereka bisa membuatkan kode website yang sesuai dengan spesifikasi khusus Anda.
Developer juga bisa membuat website yang menarik dengan ciri khas tersendiri menggunakan bahasa skrip seperti JavaScript. Beberapa bahkan menyediakan jasa maintenance website, seperti update software, dukungan teknis, dan optimasi fungsi.
Namun, biaya untuk menyewa desainer profesional tentu saja akan berbeda jauh dibandingkan dengan mendesain website sendiri.
Harga jasanya juga bervariasi tergantung pada jenis website Anda. Rata-rata, mereka dibayar mulai dari Rp5 juta – Rp90 juta untuk proyek dasar, sedangkan harga jasa maintenance website untuk aspek desainnya adalah Rp3 juta – Rp15 juta/tahun (sekitar $200–$1.000).
Karena biayanya yang mahal, opsi ini lebih cocok untuk website besar dengan traffic yang padat.

Plugin adalah software yang berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas tertentu pada website. Saat ini, ada 59.000+ plugin WordPress yang tersedia di library resminya. Instal beberapa plugin dibawah ini untuk membantu mengoptimalkan website Anda:
Untuk membantu menjaga website tetap online dan menghemat biaya, Anda bisa menginstal plugin caching gratis seperti W3 Total Cache.
Ada juga plugin full premium seperti WP Rocket dan OptinMonster. Dibandingkan dengan plugin freemium, plugin ini memiliki lebih banyak fitur dan lebih aktif dikelola oleh developernya.
Biaya maintenance WordPress untuk plugin berbayar bervariasi, antara $4–$49/bulan (Rp600 ribu – Rp800 ribu).

Tidak seperti website lainnya, website eCommerce perlu biaya tambahan untuk beberapa fitur, seperti manajemen inventaris dan sistem pembayaran. Fitur opsional seperti dukungan khusus dan email marketing juga bisa menambah biaya.
Namun kembali lagi, biaya maintenance website toko online akan bergantung pada fitur khusus yang digunakannya. Misalnya, tool manajemen inventaris mungkin tidak diperlukan kalau Anda menjual produk digital seperti e-book atau online course.
Beberapa fitur penting yang perlu dipertimbangkan untuk eCommerce adalah:
Perlu diingat bahwa harga tersebut mungkin akan berbeda-beda tergantung pada ukuran dan traffic website toko online Anda.
Untuk website biasa yang baru mulai menjual produk atau layanan, biaya rata-rata fitur eCommerce adalah sekitar Rp200 ribu/bulan ($15). Jumlah ini bisa bertambah seiring Anda menjual lebih banyak produk atau layanan.

Budget untuk marketing dan SEO juga cukup penting karena kedua strategi ini akan membantu meningkatkan traffic website Anda. Jangan sampai Anda melewatkannya dalam rencana biaya maintenance website.
Menerbitkan konten terbaru dan berkualitas seperti artikel, video, dan foto sangat penting untuk menjangkau target audiens. Konten yang bagus akan membangun kredibilitas, menaikkan ranking SEO, dan menarik calon pelanggan.
Untuk mempromosikan brand Anda, pikirkan tujuan jangka panjang sesuai niche website. Kemudian, pertimbangkan strategi digital marketing berikut saat menentukan budget maintenance website:
Agar bisa lebih hemat budget maintenance website, Anda tidak harus menerapkan semua strategi di atas. Website skala kecil bisa mulai dengan teknik SEO sederhana, email marketing, dan content marketing.
Baik menyewa jasa profesional maupun maintenance sendiri, kedua metode ini punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Harga jasa maintenance website keduanya juga akan berbeda.
Pemilik website bisa menghemat waktu dan tenaga dengan menyewa jasa profesional untuk maintenance web. Opsi ini tersedia melalui agensi atau freelancer.
Agensi bisa membantu menangani aspek website yang lebih kompleks dan teknis. Mereka juga bisa update software secara rutin, memantau keamanan, dan mempercepat performa website.
Biaya agensi profesional tentunya akan lebih mahal karena mereka biasanya punya tim sendiri. Sementara itu, kalau menggunakan jasa freelancer, Anda akan menghemat biaya tapi hanya bisa mengandalkan satu orang.
Agensi jasa maintenance website bisa mengenakan biaya sekitar Rp300 ribu – Rp70 juta/bulan ($200-$4.500). Di sisi lain, freelancer ahli mungkin memasang tarif $18-$20/jam (sekitar Rp300 ribu). Namun, jumlah biaya yang perlu dibayarkan per bulan akan kembali pada perjanjian Anda.
Biaya maintenance website sendiri tentu akan lebih terjangkau. Opsi ini cocok bagi Anda yang hanya menyiapkan sedikit budget, atau memang lebih suka mengutak-atik website sendiri.
Ada banyak resource dan materi yang tersedia online tentang maintenance website. Misalnya saja, kami punya artikel tentang cara backup website WordPress yang bisa Anda akses gratis kapan saja.
Maintenance website sendiri juga bisa membantu Anda meningkatkan skill dan mengonfigurasi website sesuai keinginan. Namun, Anda perlu mendedikasikan waktu untuk mempelajari berbagai hal baru dan cara melakukannya dengan benar.
Belum lagi, mengurus hal-hal teknis pada website juga bisa sangat melelahkan. Website builder mungkin bisa menjadi pilihan bagus bagi pemula karena penyedia tool tersebut biasanya menyediakan tim dukungan khusus.
Tidak ada aturan tetap untuk hal ini. Selain itu, beberapa prosedur maintenance juga membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk diselesaikan.
Misalnya, domain dan hosting memerlukan biaya maintenance website tahunan. Di sisi lain, strategi marketing dan SEO biasanya memerlukan biaya per tiga bulan.
Anda bisa membuat checklist maintenance website bulanan untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan tanpa masalah. Selain itu, hal ini bisa memastikan agar biaya maintenance website Anda tidak kelewat tinggi.
Maintenance rutin juga bisa membantu mencegah error dan mengidentifikasi celah keamanan. Misalnya, mengupdate WordPress memungkinkan Anda menemukan bug dan menghindari dampak negatif pada performa website.
Kalau memiliki budget maintenance website lebih, Anda bisa menyewa jasa profesional. Mereka akan membantu dengan hal-hal yang lebih teknis, seperti pencadangan, firewall, core update, dan penyelesaian masalah.
Harga jasa maintenance website akan berbeda-beda tergantung pada skala dan jenisnya. Namun, rata-rata Anda perlu biaya antara Rp200 ribu – Rp50 juta/bulan ($5–$5.000) atau Rp2 juta – Rp200 juta/tahun ($60-$60.000). Jumlah pastinya akan kembali lagi ke jenis dan kebutuhan website Anda.
Di artikel ini, kami sudah membahas beberapa aspek utama dalam biaya perawatan website, termasuk pendaftaran domain, sertifikat SSL, dan hosting. Elemen lainnya seperti desain dan strategi pemasaran bisa lebih fleksibel.
Secara keseluruhan, ada dua pilihan utama untuk maintenance website:
Beberapa jenis website seperti toko online mungkin perlu biaya maintenance website tambahan. Diperlukan sistem pembayaran, plugin manajemen inventaris, dan tool lainnya agar bisnis online berjalan dengan lancar.
Nah, jadi, sekarang adalah saat yang tepat untuk menentukan budget maintenance website Anda. Jangan lupa, pertimbangkan tujuan jangka panjang Anda dan buat checklist perawatan website rutin. Semoga berhasil!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
August 18 2023
Sangat bermanfaat
February 02 2024
Sangat bermanfaat dan membantu. Terima kasih Kak Faradilla A. dan Tim Hostinger :)