Dec 18, 2025
Faradilla A.
10menit Dibaca
e-Commerce, yang merupakan singkatan dari electronic commerce atau perdagangan elektronik, adalah proses jual-beli produk atau layanan secara online.
Dengan berbisnis melalui e-Commerce, Anda bisa melayani pelanggan kapan saja tanpa terbatas ruang dan waktu, yang pada akhirnya akan meningkatkan potensi penghasilan Anda secara online.
Penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang e-Commerce dan cara kerjanya? Yuk, lanjutkan membaca artikel ini! Nantinya, kami juga akan membahas jenis-jenis e-Commerce, kelebihan, serta kekurangannya dibandingkan dengan toko fisik.
Kemudian, kami akan membagikan tips untuk memandu Anda membuat toko e-Commerce yang berhasil, lengkap dengan contoh bisnis yang sukses di bidang ini. Langsung saja, simak selengkapnya di bawah ini yuk!

Melalui toko e-Commerce, pelanggan bisa mencari produk yang mereka inginkan, menambahkannya ke keranjang belanja digital, lalu menyelesaikan transaksi langsung secara online dari perangkat seluler atau komputer.
Untuk produk fisik, pesanan yang dilakukan secara online ini akan diproses oleh tim yang bertanggung jawab, lalu dikirimkan ke pembeli melalui jasa kirim internal maupun eksternal. Sementara itu, produk digital bisa langsung didownload oleh pelanggan setelah pembelian selesai.
Ada berbagai model bisnis e-Commerce yang banyak diterapkan saat ini, dan tiap-tiapnya punya cara yang berbeda dalam mengelola penjualan online. Berikut adalah 6 model e-Commerce yang paling umum.
Business-to-Consumer (B2C) adalah salah satu model e-Commerce yang paling umum. Dalam model ini, bisnis menjual produk dan layanan langsung ke konsumen secara online.
Proses transaksi dengan model B2C umumnya lebih mudah dan cepat, dengan desain toko online yang intuitif dan langkah-langkah checkout yang sederhana.
Model ini banyak digunakan di bidang bisnis ritel karena lebih mudah dipersiapkan dan dijalankan. Namun, persaingannya cukup ketat karena banyaknya bisnis yang memilih model ini di bidang bisnis yang sangat beragam.
Contoh
Marketplace online seperti Tokopedia adalah contoh B2C yang sukses, dengan berbagai produk yang dijual langsung kepada konsumen. Salah satu faktor yang mendorong kesuksesannya adalah user interface yang mudah digunakan dan sistem pengiriman yang praktis.
Sebaliknya, model Business-to-Business (B2B) difokuskan pada transaksi dengan sesama bisnis, seperti pemasok yang menjual produk ke pengecer.
Dalam model B2B, pesanan sering kali dilakukan dalam jumlah besar dengan pelanggan tetap, yang mungkin memerlukan struktur organisasi yang lebih kompleks. Penjualan online B2B biasanya lebih rumit dan memerlukan proses negosiasi yang lebih panjang dibandingkan dengan model B2C.
Contoh
Contoh platform B2B yang cukup populer adalah Alibaba, yang menjadi jembatan antara produsen dan pedagang grosir dengan pengecer di seluruh dunia. Platform ini memfasilitasi transaksi dalam jumlah besar dan menyediakan beragam produk untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Model Consumer-to-Business (C2B) membalik konsep penjualan pada umumnya, yaitu pihak perorangan menjual produk atau layanan kepada bisnis.
Contoh model ini bisa dilihat di platform kerja freelance dan website foto stok, yang sering dimanfaatkan oleh bisnis dan perusahaan untuk mencari layanan atau produk tertentu dari penyedia perorangan.
Contoh
Sribu adalah contoh platform populer yang menerapkan model C2B, tempat para freelancer individu menyediakan layanannya kepada bisnis dan perusahaan. Layanan yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari desain grafis hingga software development sehingga bisnis bisa menemukan jasa yang dibutuhkan.
Model Consumer-to-Consumer (C2C) menghubungkan sesama konsumen untuk melakukan proses jual-beli di marketplace online.
Dengan bantuan platform media sosial dan website C2C, konsumen kini bisa langsung membeli dan menjual barang atau jasa tanpa perantara. Model ini cocok untuk mencari barang tertentu yang tidak dijual secara umum, meskipun ada risiko terkait keamanan pembayaran dan kualitas produk.
Contoh
OLX adalah salah satu contoh platform yang berhasil menjadi pelopor model C2C, tempat orang-orang menjual barang kepada sesama konsumen. Platform ini menyediakan berbagai jenis produk, mulai dari barang elektronik second hingga tanah dan properti.
Model Business-to-Government (B2G) melibatkan bisnis atau perusahaan yang menyediakan produk atau jasa kepada lembaga pemerintah.
Dalam model ini, bisnis atau vendor yang terlibat biasanya harus mengikuti birokrasi dan prosedur pengadaan yang ketat. Namun, bisnis B2G cenderung memiliki permintaan yang stabil dan peluang proyek yang menarik.
Contoh
Lockheed Martin, perusahaan penyedia keamanan global dan pesawat, adalah contoh bisnis B2G yang sering bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah untuk menyediakan teknologi dan layanan canggih. Kontrak bisnisnya biasanya mencakup pesawat militer hingga solusi keamanan cyber.
G2C atau Government-to-Consumer mencakup layanan yang disediakan oleh lembaga pemerintah kepada masyarakat, seperti pembayaran pajak atau perpanjangan izin secara online.
Melalui model ini, lembaga pemerintah menyediakan akses yang mudah bagi masyarakat untuk menggunakan layanannya. Namun, model ini tergolong masih baru dan tidak semua orang merasa nyaman untuk menggunakannya, khususnya dalam hal memberikan data pribadi kepada pemerintah.
Contoh
Program Free File IRS di Amerika Serikat adalah contoh G2C, di mana pemerintah menyediakan layanan pelaporan pajak gratis bagi wajib pajak. Layanan online ini mempermudah proses pelaporan pajak bagi siapa pun secara online.
Untuk menentukan apakah membuat toko e-Commerce adalah langkah yang tepat untuk Anda, mari pahami dulu kelebihan dan kekurangan bisnis e-Commerce.
Toko online memiliki beberapa keunggulan yang tidak bisa didapatkan dari toko fisik, seperti:
Beroperasi Tanpa Batas Waktu dan Tempat
Toko online memfasilitasi pelanggan untuk berbelanja kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu dan lokasi.
Artinya, toko Anda akan selalu buka dan bisa melayani transaksi pelanggan, bahkan di luar jam operasional toko fisik sehingga berpotensi meningkatkan angka penjualan.
Jangkauan Pasar yang Lebih Luas
Dengan e-Commerce, Anda bisa melayani pelanggan dari berbagai wilayah di dunia, tidak terbatas pada lokasi Anda saja.
Hal ini tidak hanya membuka peluang baru untuk memperluas pangsa pasar bisnis Anda, tapi juga menjangkau segmen pasar yang lebih besar serta mendiversifikasi demografi pelanggan Anda.
Biaya Operasional yang Lebih Hemat
Berbisnis secara online bisa menghemat biaya operasional yang cukup signifikan.
Sebab, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk sewa tempat, membayar tagihan listrik yang meningkat, atau menggaji karyawan. Anda pun bisa menetapkan harga yang lebih bersaing dan meningkatkan margin keuntungan.
Lebih Mudah Membandingkan Harga dan Produk
Di marketplace online, pelanggan bisa membandingkan harga dan produk dengan mudah di berbagai platform tanpa perlu keluar rumah.
Transparansi ini memberikan keuntungan sendiri bagi pelanggan maupun penjual, karena persaingan harga menjadi lebih jelas dan membantu konsumen menemukan produk yang sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.
Di samping berbagai keuntungannya, menjalankan bisnis e-Commerce juga memiliki tantangan yang perlu Anda perhatikan agar bisa memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai bisnis ini:
Interaksi yang Terbatas dengan Pelanggan
Tanpa adanya interaksi langsung seperti di toko fisik, Anda mungkin akan sedikit kesulitan dalam memberikan bantuan dan saran kepada pelanggan.
Hal ini bisa memengaruhi tingkat kepuasan pelanggan karena mereka mungkin tidak mendapatkan layanan yang lebih personal dan respons cepat seperti di toko fisik.
Waktu Pengiriman yang Lama
Salah satu tantangan dalam bisnis e-Commerce adalah pengiriman barang. Pelanggan mungkin merasa tidak sabar karena harus menunggu beberapa hari, bahkan minggu, untuk menerima produk yang mereka beli tergantung pada lokasi dan jenis barang yang dipesan.
Meskipun ada opsi kilat seperti pengiriman instan dan layanan same-day, hal ini tidak selalu bisa disediakan untuk semua produk atau wilayah.
Ongkos Kirim yang Ditanggung Pelanggan
Biaya pengiriman, terutama untuk produk yang murah atau pengiriman internasional, terkadang memberatkan pelanggan untuk menyelesaikan transaksi belanja online.
Biaya tambahan ini mungkin membuat mereka berpikir ulang, terutama kalau produk yang diinginkan tersedia di toko lokal tanpa ongkos kirim tambahan.
Risiko Keamanan Data Pelanggan
Dalam bisnis online, Anda wajib menjaga keamanan data pribadi dan data keuangan pelanggan. Risiko kebocoran data dan penipuan online merupakan tantangan besar yang memerlukan upaya berkelanjutan untuk melindungi toko dan menjaga kepercayaan pelanggan Anda.
Proses Retur dan Penukaran yang Rumit
Penanganan retur dan penukaran barang secara online bisa lebih rumit dibandingkan dengan toko fisik. Usaha yang dibutuhkan untuk mengembalikan produk, menanganinya, dan mengembalikan dananya akan membutuhkan waktu.
Tentu saja, hal ini bisa merepotkan bagi bisnis maupun pelanggan, yang akhirnya memengaruhi pengalaman belanja secara keseluruhan.
Memulai bisnis e-Commerce yang sukses tidak cukup dengan memiliki toko online saja. Anda perlu menyusun strategi yang seimbang antara kualitas produk, branding yang kuat, pengalaman pelanggan yang optimal, dan navigasi website yang mudah.
Di bawah ini, kami punya beberapa tips untuk membuat toko e-Commerce yang tidak hanya menarik pelanggan, tapi juga membuat mereka senang berbelanja di toko Anda.
Salah satu faktor utama yang menjadi kunci kesuksesan bisnis e-Commerce adalah produk yang ditawarkan. Dengan menyediakan produk yang berkualitas dan menarik, toko Anda dijamin akan menarik orang-orang untuk menjadi pelanggan tetap.
Contoh: Walmart

Walmart dikenal karena menyediakan pilihan produk yang beragam dan berkualitas, yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai segmen.
Berikut strategi yang bisa dipelajari dari Walmart dalam hal layanan e-Commerce yang optimal:
Berkat komitmennya dalam memberikan kualitas terbaik, mulai dari produk kebutuhan sehari-hari hingga elektronik, Walmart pun mampu mengungguli para pesaingnya. Metode ini tidak hanya memudahkan pelanggan menemukan hal-hal yang mereka cari, tapi juga membangun kepercayaan melalui manfaat dan harga yang ditawarkan.
Agar toko e-Commerce Anda semakin dikenal dan diingat oleh pelanggan, pertimbangkan untuk membuat brand story atau kisah brand yang kuat dan mampu membangun ikatan emosional dengan mereka.
Contoh: Wayfair

Wayfair sukses menciptakan brand story yang unik di pasar produk rumah tangga dengan membangun narasi tentang kreativitas dan kesenangan dalam mendekorasi rumah. Kisah ini menginspirasi pelanggan untuk mengatur ruangan di rumahnya sesuai gaya dan kepribadian mereka.
Berikut adalah beberapa strategi narasi brand dari Wayfair yang bisa Anda terapkan:
Nah, dari strategi Wayfair ini, Anda bisa mengambil inspirasi untuk menciptakan brand story yang relevan dan menarik bagi audiens. Pastikan narasi ini tecermin di seluruh aspek bisnis, mulai dari deskripsi produk hingga campaign pemasaran, untuk membangun identitas brand yang membuat pelanggan merasa terikat dengan brand Anda.
Apabila memerlukan panduan lebih lanjut, simak artikel kami lainnya tentang cara membangun brand yang kuat.
Agar bisnis Anda mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan di tengah persaingan e-Commerce yang ketat, usahakan untuk menghadirkan pengalaman belanja yang mencerminkan karakter brand Anda.
Contoh: Amazon

Amazon sukses memberikan pengalaman belanja yang dipersonalisasi untuk setiap pelanggannya. Fitur-fitur seperti rekomendasi produk yang relevan, belanja sekali klik, dan manfaat keanggotaan Prime membuat pengalaman belanja terasa lebih personal, mudah, dan nyaman bagi pelanggan.
Beberapa strategi Amazon yang bisa Anda tiru di antaranya adalah:
Gabungkan elemen-elemen seperti rekomendasi produk yang dipersonalisasi, program loyalitas, dan tampilan produk yang interaktif untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang menarik dan menyenangkan bagi pelanggan. Fitur-fitur ini akan membuat proses belanja terasa mudah, cepat, serta sesuai dengan preferensi dan perilaku pelanggan sebelumnya.
Pelanggan setia juga merupakan salah satu faktor keberhasilan bisnis e-Commerce. Oleh karena itu, pastikan untuk menjaga dan meningkatkan kepuasan pelanggan agar mereka terus kembali ke toko Anda untuk berbelanja.
Contoh: Zappos

Zappos dikenal memiliki layanan pelanggan yang sangat baik, yang sudah seharusnya menjadi patokan dalam bisnis e-Commerce. Brand ini memiliki kebijakan pengembalian barang selama 365 hari, pengiriman gratis, serta layanan pelanggan yang responsif, mencerminkan bahaw brand ini benar-benar memprioritaskan kepuasan pelanggan.
Strategi yang diterapkan Zappos untuk memberikan layanan pelanggan terbaik adalah:
Pastikan toko Anda menyediakan dukungan kepada pelanggan melalui berbagai saluran, memiliki kebijakan retur yang mudah dan jelas, serta layanan purnajual yang proaktif untuk mengatasi masalah apa pun. Layanan pelanggan yang andal dan responsif bisa secara signifikan meningkatkan loyalitas pelanggan serta rekomendasi dari mulut ke mulut.
Dukungan seperti ini sangat penting, terutama kalau Anda menjalankan bisnis dropshipping atau bekerja sama dengan pihak eksternal dalam mengelola dan memenuhi pesanan yang masuk.
Kemudahan navigasi di website e-Commerce juga sangat penting untuk menyediakan pengalaman belanja yang menyenangkan sehingga pengunjung tertarik untuk melakukan pembelian.
Contoh: Alibaba

Website Alibaba dikenal dengan kemudahan navigasinya, desain yang intuitif, serta fitur-fitur inovatif untuk menghadirkan pengalaman belanja yang optimal. Mulai dari algoritme pencarian yang efisien hingga pengalaman belanja di perangkat seluler, bisnis ini memastikan pelanggan bisa menemukan dan membeli produk yang mereka inginkan dengan mudah.
Beberapa strategi utama yang diterapkan Alibaba adalah:
Website e-Commerce Anda harus memiliki navigasi yang intuitif, loading yang cepat, dan proses pembayaran yang mudah untuk memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
Selain itu, pastikan website Anda dioptimalkan untuk perangkat seluler agar pelanggan bisa berbelanja dengan nyaman di perangkat apa pun.
Perdagangan elektronik atau e-Commerce merujuk pada proses jual-beli produk atau layanan melalui platform online.
Melalui sistem ini, bisnis dan penjual bisa menjangkau pasar global dengan biaya operasional yang lebih rendah, serta menyediakan proses transaksi yang lebih mudah bagi pelanggan dibandingkan dengan toko fisik.
e-Commerce sendiri memiliki beberapa model bisnis, seperti B2C, B2B, C2B, C2C, B2G, dan G2C, yang memfasilitasi berbagai kebutuhan pasar dan proses operasional yang berbeda.
Ingat, faktor kesuksesan utama bisnis e-Commerce adalah bagaimana Anda bisa menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan audiens Anda. Dengan menerapkan strategi ini, Anda bisa memulai bisnis e-Commerce yang membuat pelanggan merasa dihargai, dipahami, lalu menjadi pelanggan setia.
B2C adalah model e-Commerce yang paling banyak diterapkan. Model ini memfasilitasi transaksi langsung antara bisnis dan konsumen, serta menyediakan berbagai macam produk dan layanan secara online.
e-Commerce mengatasi masalah yang umum dihadapi oleh toko fisik dengan menyediakan platform yang nyaman, mudah diakses, dan efisien untuk proses jual-beli barang dan jasa. Selain itu, e-Commerce tidak terhalang ruang dan waktu, serta membantu menghemat biaya operasional dan menyediakan pilihan produk yang lebih beragam kepada konsumen.
Meskipun tidak sepenuhnya tanpa modal, Anda bisa mulai dulu dengan sistem dropshipping atau affiliate marketing yang hanya membutuhkan modal kecil. Dengan model bisnis ini, pengusaha bisa menjual produk tanpa harus menyetok barang dagangan sendiri, yang membantu menghemat biaya untuk modal.
Sebenarnya tidak ada skill khusus, tapi akan lebih baik lagi kalau Anda memahami digital marketing, SEO, desain web, dan layanan pelanggan. Pengalaman dalam analisis data dan manajemen keuangan dasar juga bisa sangat membantu dalam memulai bisnis e-Commerce yang sukses.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
September 28 2021
Sangat bermanfaat