Dec 18, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
TLD (Top-Level Domain) atau ekstensi domain adalah bagian setelah titik terakhir dalam nama domain. Akhiran domain ini berfungsi untuk memberi tahu jenis dan tujuan website, yang bisa turut meningkatkan pengalaman pengguna.
Selain itu, setiap TLD memengaruhi persepsi pengguna dalam cara yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan ekstensi yang tepat dalam nama domain untuk menyampaikan pesan Anda secara akurat.
Nah, kalau Anda ingin tahu lebih lanjut, artikel ini akan membahas berbagai jenis TLD serta contohnya. Kami juga akan membahas pengaruhnya terhadap peringkat website untuk membantu Anda memilih ekstensi terbaik untuk website Anda.
Top-level domain atau TLD adalah bagian akhir nama domain yang terletak setelah tanda titik atau “dot” terakhir pada domain. Karena berada pada akhir nama domain, top-level domain terkadang juga disebut domain suffix.
Misalnya untuk hostinger.co.id, nama domain kami adalah hostinger, dan .co.id adalah ekstensinya. Meskipun ekstensi domain tersedia dalam berbagai jenis, hanya tiga jenis TLD yang tersedia untuk penggunaan umum: umum, bersponsor, dan kode negara.
Nama domain adalah alamat web yang diketikkan pengunjung pada aplikasi browser untuk mengakses website.

Dari kiri ke kanan, struktur domain meliputi:
Dengan adanya berbagai jenis TLD, Anda punya lebih banyak pilihan untuk mendapatkan domain incaran Anda. Sebagian besar tool cek domain biasanya menyarankan nama serupa dengan TLD lain kalau opsi pilihan Anda sudah tidak tersedia.
Hostinger, misalnya, memiliki sekitar 300 ekstensi domain untuk berbagai tujuan. Tool AI domain checker kami juga bisa memasangkan variasi domain dengan TLD yang sesuai berdasarkan deskripsi brand untuk memastikan domain Anda tetap unik.

Untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat saat memilih nama domain, mari pahami berbagai jenis TLD yang ada.
ICANN mengelompokkan TLD ke dalam beberapa kategori berdasarkan maksudnya. Namun, hanya tiga jenis pertama yang tersedia untuk umum.
gTLD adalah domain paling umum yang memungkinkan berbagai macam user untuk menggunakannya. Contoh umum dari tipe top-level domain ini adalah:
Karena saat ini semakin sulit didapatkan, ada beberapa gTLD baru yang dibuat untuk industri tertentu, seperti .online dan .shop. Tidak semua registrar domain menyediakan opsi TLD umum yang sama, jadi sebaiknya cari tahu lebih dulu sebelum membeli domain.
Perlu diingat bahwa gTLD tertentu seperti .gov, .edu, atau .bank memerlukan bukti khusus yang menunjukkan bahwa Anda merupakan bagian dari komunitas atau sektor tersebut.
sTLD adalah ekstensi domain yang hanya boleh digunakan oleh entitas atau pemilik tertentu. Jenis TLD ini disponsori oleh organisasi swasta sehingga diperlukan otorisasi formal untuk mendaftarkannya, serta harus dilakukan melalui registrar tertentu.
Karena eksklusivitasnya, hanya ada sejumlah TLD yang disponsori dalam sistem nama domain (DNS) global. Saat artikel ini ditulis, registri IANA (Internet Assigned Numbers Authority) hanya mencantumkan 15 sTLD, termasuk:
TLD kode negara menunjukkan negara atau wilayah yang ditargetkan oleh alamat website menggunakan kode dua huruf berdasarkan standar ISO 3166-1 alpha 2.
IANA mendaftarkan lebih dari 300 ccTLD, melebihi jumlah negara yang diakui karena mencakup TLD untuk wilayah dependensi.
Beberapa contoh TLD kode negara antara lain:
Pada tahun 2010, ICANN memperkenalkan ccTLD internasional (IDN ccTLD) yang menampilkan karakter non-Latin. Ekstensi ini mendukung lebih dari 30 bahasa, termasuk bahasa Arab, Mandarin, Sirilik, dan Ibrani.
Sebagian besar ccTLD hanya tersedia untuk penduduk negara yang bersangkutan. Namun, ada juga yang bersifat publik dan bisa dibeli dari mana saja, seperti .co (Kolombia) dan .tv (Tuvalu).
TLD kode negara bisa sangat bermanfaat untuk tujuan pemasaran dalam cara berikut:
Satu-satunya infrastructure top-level domain yang ada adalah .arpa, yang merupakan singkatan dari Address and Routing Parameter Area. Domain ini disediakan oleh IANA untuk IETF atau Internet Engineering Task Force.
Oleh karena itu, domain ini hanya bisa digunakan oleh lembaga yang mengelola infrastruktur jaringan.
Ekstensi ini hanya ditujukan untuk pengujian dan dokumentasi lokal, bukan untuk sistem nama domain global.
Ada 4 TLD yang termasuk dalam jenis ini:
Meskipun tidak memengaruhi peringkat website secara langsung, TLD bisa memengaruhi strategi SEO website Anda.
Misalnya, menggunakan TLD yang kurang umum bisa menurunkan potensi perolehan backlink dan traffic karena sulit diingat. Di sisi lain, ekstensi domain yang sudah populer dan kredibel bisa membantu website Anda lebih menarik dan tepercaya.
TLD kode negara juga bisa membantu Anda mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari dan menunjukkan bahwa website Anda memiliki versi lokal. Contohnya, Hostinger memiliki esktensi .co.id yang menampilkan konten, harga, dan promosi dalam bahasa Indonesia.
Dengan opsi TLD generik baru, Anda bisa menggunakan kata kunci khusus industri yang membantu meningkatkan potensi jangkauan dan strategi pemasaran secara lebih efektif dan organik.
Atau, kalau sudah menjadi klien Hostinger, Anda bisa mendapatkan Domain Bundle yang mencakup beberapa nama domain dengan ekstensi berbeda. Dengan begitu, Anda bisa melindungi brand Anda di kemudian hari karena alternatif nama domain tersebut tidak bisa dibeli lagi oleh orang lain.
Hostinger menyediakan domain gratis selama satu tahun, termasuk untuk ekstensi .com, dengan paket tahunan web hosting Premium atau yang lebih tinggi.
Anda bisa mengganti alamat website ke TLD lain dengan melakukan pengalihan domain. Metode ini mengalihkan semua traffic dari domain lama ke domain baru tanpa kehilangan otoritas SEO Anda.
Pengguna WordPress bisa menggunakan plugin untuk proses ini. Kami akan memandu Anda membuat redirect 301 di WordPress.
Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya
Cara lainnya, redirect domain dari akun hosting atau registrar domain Anda. Setelah membeli domain baru, pengguna Hostinger bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk menyiapkan redirect URL dari hPanel:


Penting! Backup website Anda sebelum melakukan migrasi ke domain baru agar data Anda tidak hilang.
Top-level domain atau TLD adalah akhiran yang terletak setelah titik terakhir dalam nama domain. TLD membantu pengguna mengenali tujuan, pemilik, dan lokasi website tanpa harus melihat kontennya sehingga turut membantu strategi pemasaran dan SEO website.
Misalnya, blog dan website bisnis biasanya menggunakan gTLD seperti .com untuk menunjukkan bahwa websitenya ditujukan untuk aktivitas komersial atau status khusus lainnya. ccTLD seperti .co.id, .in, atau .de bisa membantu memperkenalkan brand Anda di wilayah tertentu, sedangkan sTLD seperti .gov menunjukkan tujuan utama website tersebut.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami apa itu TLD beserta manfaatnya untuk website Anda, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan, lihat bagian FAQ di bawah ini atau silakan sampaikan lewat kolom komentar.
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum tentang apa itu TLD (top-level domain).
TLD membantu menunjukkan tujuan website, memperkenalkan brand, dan membangun kepercayaan pengunjung. TLD juga memengaruhi SEO secara tidak langsung serta penargetan geografis sehingga sangat berguna untuk membangun reputasi online, kredibilitas, dan strategi digital marketing yang berhasil.
Pengelola TLD adalah ICANN, yang bertugas untuk mengelola top level domain di internet. Lembaga ini mendelegasikan tanggung jawab kepada registri tertentu, seperti Verisign untuk .com dan Public Interest Registry (PIR) untuk .org.
Siapa pun bisa menggunakan ekstensi domain umum. Namun, TLD bersponsor dan kode negara mungkin hanya bisa didapatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki bukti domisili atau keanggotaan dalam komunitas tertentu. Selain itu, organisasi dengan kebutuhan khusus bisa mengajukan permohonan untuk membuat dan mengelola TLD generik baru dengan persetujuan ICANN.
Statista melaporkan bahwa 46% website global menggunakan ekstensi domain .com sehingga TLD ini merupakan yang paling populer saat ini. TLD lain yang banyak digunakan adalah .org, .ru, .de, dan .net, sementara .org digunakan oleh 4,5% website yang ada.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
December 23 2022
Kak, mau tanya kalau domain .xyz itu bagaimana ya peformanya di mata mesin pencarian seperti google misalnya? dan apa bisa di daftarkan di adsense? dan terus domain .xyz apa bisa masuk kedalam halaman satu pencarian? soalnya saya tertarik ingin beli dan tadi aku cek di hostinger murah sekali tapi tadi masih ada keraguan. karena beli domain kan tidak hanya untuk keren-keren saja.
December 26 2022
Halo Kak Rahayu, tetap bisa didaftarkan ke AdSense yaa dan sekarang domain .xyz sudah cukup populer digunakan di mana-mana. Sebab kalo untuk daftar AdSense yang penting adalah originalitas kontennya, bukan ektensinya. Cuma kalo boleh saran, misalkan Kakak berencana mau buat website yang menargetkan audiens luas, TLD seperti .com bakal terlihat lebih kredibel Kak ?