Dec 18, 2025
Faradilla A.
11menit Dibaca
Mau pindah hosting ke provider lain tapi belum tahu caranya? Jangan khawatir! Langkah-langkahnya sebenarnya tidak sulit asalkan Anda mengikutinya dengan cermat.
Untuk transfer website secara manual, Anda hanya perlu download file backup website, menguploadnya ke server baru, kemudian mengarahkan domain ke server tersebut.
Atau, Anda bisa meminta bantuan ke provider hosting baru untuk transfer website. Kami merekomendasikan cara ini untuk pemula yang belum menguasai skill teknis atau bagi pemilik website yang tidak punya waktu untuk melakukannya.
Nah, apabila punya website WordPress, Anda bisa memindahkan website ke web hosting baru dengan plugin migrasi. Di tutorial ini kami akan menjelaskan cara pindah hosting ke provider lain baik dengan cara manual maupun dengan plugin migrasi. Mari mulai!
Untuk memindahkan website secara manual ke provider hosting lain, ikuti 6 langkah berikut:
Mari kita bahas tiap langkah di atas secara lebih mendetail.
Sebelum memindahkan website dari hosting lama ke hosting baru, pastikan Anda sudah memilih provider hosting baru. Idealnya, pilihlah perusahaan yang menawarkan migrasi website gratis untuk mempermudah proses transfer.
Perlu diingat juga bahwa web host baru yang Anda pilih akan memengaruhi pengalaman Anda dalam jangka panjang, bukan hanya saat migrasi website. Cobalah mengevaluasi beberapa aspek penting berikut saat memilih layanan web hosting:
Hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih provider adalah jenis hosting dan resource yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa layanan paling umum yang biasanya disediakan oleh provider hosting:

Sebelum membeli paket hosting yang diinginkan, coba cek dulu review layanan hosting tersebut di Trustpilot, G2, Google My Business, atau langsung di website mereka.
Setelah Anda membeli paket hosting di provider yang baru, mintalah bantuan tim Customer Success mereka untuk transfer website.
Apabila provider hosting baru Anda tidak menyediakan layanan migrasi website, Anda harus melakukan transfer website secara manual. Ikuti langkah-langkah transfer website manual di bagian berikutnya.
Untuk mulai memindahkan hosting lama ke hosting baru secara manual, Anda perlu membackup seluruh website dan menyimpan file backup tersebut. Langkah ini penting agar tidak ada bagian website yang hilang atau error saat dipindah ke akun hosting baru.
Dengan backup, website yang dionlinekan di akun hosting baru juga akan tetap sama, termasuk semua konten, plugin, dan tema yang digunakan.
Penting! Jangan mengubah file atau database website yang sudah didownload. Hal tersebut akan membahayakan struktur website dan dapat menyebabkan error dan tautan rusak di website.
Membackup file website melalui hPanel
Biasanya, control panel hosting di akun lama Anda memiliki opsi ekspor backup praktis. Misalnya, hPanel Hostinger memiliki fitur yang memudahkan user membuat backup website hanya dalam beberapa klik.
Berikut cara download file website di hPanel apabila Anda menggunakan WordPress:



Membackup website secara manual
Kalau provider hosting Anda saat ini tidak menawarkan fitur backup, Anda harus backup website secara manual. Untuk mendownload file website, pastikan Anda memiliki akses ke File Transfer Protocol (FTP), seperti FileZilla.
Pertama, buat koneksi ke server FTP dengan FTP client. Kami berikan contoh dengan menggunakan FileZilla.

Kedua, download file website ke komputer Anda.


Selesai! Temukan folder Backup Website di desktop untuk melihat file backup website yang sudah didownload.
Database juga sama pentingnya dengan file backup website. Di sini, kami akan menjelaskan langkah-langkah backup dan download database website secara manual dan dengan hPanel.
Membackup database dengan hPanel
Untuk mendownload database website, ikuti langkah-langkah berikut:


Kemudian, file backup database website Anda akan disiapkan dan didownload ke komputer Anda secara otomatis.
Membackup database secara manual
Pertama, Anda perlu akses ke phpMyAdmin website di control panel hosting Anda.
Sebagai contoh, kami menggunakan hPanel.




Selanjutnya, migrasikan file dan database website secara manual ke provider baru. Namun sebelumnya Anda harus punya akses ke FTP client di akun hosting baru Anda.
Buka kompresi atau unzip file .zip sebelum file database diupload ke hosting baru.
Berikut langkah-langkah untuk upload file website:

Untuk mengupload database website ke Hostinger:


Kalau mentransfer website WordPress, Anda perlu memperbarui wp-config.php dengan informasi database yang baru. Informasinya tersedia di direktori root akun hosting Anda. Berikut cara menemukannya:
DB_NAME – nama database.DB_USER – nama pengguna admin.DB_PASSWORD – kata sandi administrator.DB_HOST – nama host database. Biasanya diisi dengan localhost, tapi bisa berbeda-beda tergantung pada provider hosting.
Untuk mengarahkan nama domain website ke server yang baru, update pengaturan DNS (domain name system) Anda. Untuk langkah ini, Anda bisa membeli domain baru atau tetap menggunakan domain yang sudah dimiliki.
Langkah terakhir ini wajib dilakukan agar pengunjung bisa mengakses website Anda di hosting yang baru.
Apabila pindah hosting ke Hostinger, Anda akan tahu bahwa domain Anda belum diarahkan dengan benar kalau muncul pesan di bagian atas hPanel yang mengatakan, “Domain Anda belum diarahkan ke Hostinger.”
Klik Pelajari selengkapnya untuk melihat detail nameserver Hostinger dan klik Lihat panduan untuk mengikuti langkah-langkah mengarahkan domain ke Hostinger.
Kalau tidak ada pesan pop-up, ikuti langkah selanjutnya untuk mengubah nameserver domain secara manual melalui hPanel. Tindakan ini akan memperbarui DNS record website agar cocok dengan alamat IP baru.
Selain itu, Anda bisa transfer domain untuk memindahkan registrasi domain ke layanan hosting baru. Namun, proses ini biasanya akan dikenakan biaya transfer domain.
1. Temukan nameserver baru
Provider hosting biasanya memiliki satu atau dua nameserver. Di Hostinger, detail nameserver bisa dilihat dari Dashboard website Anda melalui menu Tingkat lanjut → DNS Zone Editor hPanel.
Berikut dua nameserver Hostinger:
Catat kedua nameserver di atas karena nanti akan diperlukan di control panel registrar domain Anda.
2. Ganti nameserver lama domain

Apabila ada perbedaan antara jumlah nameserver di provider hosting baru, lakukan salah satu dari dua tips berikut:
3. Tunggu propagasi DNS
Sekarang Anda hanya perlu menunggu beberapa jam hingga perubahan diterapkan. Perubahan DNS biasanya memerlukan waktu hingga 24 jam.
Untuk mempercepat prosesnya, Anda bisa flush cache DNS untuk menghapus cache DNS yang rusak atau kedaluwarsa setelah transfer hosting.
Anda bisa memastikan domain website sudah mengarah ke nameserver yang benar dengan memeriksa A record DNS. Pastikan domain Anda memiliki IP yang sama dengan yang disediakan oleh provider hosting baru:

Setelah memindahkan website Anda ke hosting yang baru, penting untuk melakukan pengujian dan memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Sampai di bagian ini, artinya Anda sudah berhasil melewati langkah sebelumnya dan domain Anda sudah mengarah ke nameserver hosting baru.
Sekarang cek area front-end dan backend website. Pastikan semuanya bisa diakses tanpa masalah untuk menghindari downtime dan mengidentifikasi error pada website Anda.
Di dashboard hosting, jelajahi berbagai area panel untuk memahami tool dan submenu yang tersedia. Pastikan semua pengaturan dikonfigurasikan sesuai spesifikasi website Anda.
Dari front-end, kunjungi semua halaman website. Pastikan konten dan media website seperti teks, gambar, dan video dimuat dengan baik. Selain itu cek formulir kontak dan setiap kolom yang perlu diisi pengunjung.
Apabila tidak ada error, artinya proses transfer hosting manual sudah berhasil. Selamat!
Di bagian ini kami akan membahas cara pindah hosting dan website WordPress dengan plugin atau layanan migrasi dari provider hosting baru Anda.
Anda bisa menggunakan plugin migrasi WordPress seperti All-In-One WP Migration dan Duplicator untuk memudahkan prosesnya.
Transfer website dengan plugin merupakan yang paling mudah khususnya bagi user pemula dan non-teknis. Misalnya, plugin All-In-One WP Migration memungkinkan Anda upload database, file, tema, dan plugin ke server lain hanya dengan beberapa kali klik.
Plugin ini bahkan punya fitur drag-and-drop untuk proses transfer yang jauh lebih mudah.
Kemudian, Duplicator bisa membantu pemilik website mengkloning websitenya ke layanan hosting lain atau staging tanpa downtime.
Plugin ini juga mempermudah proses backup dengan menggabungkan file website dalam format .zip untuk memaksimalkan efisiensi.
Kami juga punya rekomendasi plugin database WordPress terbaik untuk memudahkan proses transfer website WordPress Anda.
Berikut contoh cara memindahkan website dengan Duplicator:



Selanjutnya, upload file .zip dan installer.php ke direktori root akun hosting baru atau folder public_html. Gunakan FTP client seperti FileZilla, yang caranya dibahas pada langkah ke-3 tutorial ini.
Kalau Anda memindahkan website ke Hostinger, berikut cara mudahnya:

Proses ini akan mengekstrak file website langsung ke folder public_html sehingga Anda tidak perlu melakukan migrasi website secara manual.
Cara termudah untuk pindah web hosting yaitu dengan memilih provider yang menyediakan layanan migrasi GRATIS. Ingat, tidak semua provider hosting menawarkan layanan migrasi, apalagi secara gratis.
Kalau menggunakan website WordPress, Anda bisa menemukan beberapa provider yang menawarkan layanan ini secara gratis. Sedangkan untuk website selain WordPress, makin sedikit provider yang menyediakannya secara gratis.
Di Hostinger, Anda bisa mendapatkan layanan migrasi website gratis dengan membeli salah satu paket hosting kami.

Untuk mulai migrasi website di layanan kami, Anda hanya perlu melakukan tiga langkah berikut:
1. Dapatkan paket hosting baru
Pilih salah paket hosting kami untuk mendapatkan akses ke hPanel. Setelah punya akun hosting yang aktif, Anda bisa memulai prosesnya.
Atau, ajukan permintaan transfer website saat menyiapkan akun hosting baru Anda pada proses pendaftaran awal.
Penting! Saat ini kami tidak menawarkan layanan migrasi untuk VPS hosting.
2. Minta bantuan migrasi dan berikan detail website
Setelah mengaktifkan paket hosting baru, login ke hPanel lalu buka bagian Dashboard website Anda. Pilih opsi Website → Migrasi Website di sidebar kiri.

Di tab baru yang terbuka, pilih tombol + Migrasi Website, lalu pilih paket hosting Anda atau beli paket hosting baru dari menu drop-down yang muncul. Klik Lanjutkan.
Kemudian, pilih Gunakan detail login pada halaman berikutnya dan klik Selanjutnya. Anda akan diminta memasukkan URL website yang ingin dipindahkan. Ikuti proses setelahnya, dan tim kami akan menangani proses migrasi website untuk Anda.
3. Tunggu proses migrasi dan tinjau website
Sembari website Anda ditangani oleh tim migrasi Hostinger, Anda bisa memantau prosesnya melalui halaman Permintaan Migrasi. Anda bisa menelusuri menu dan bagian-bagian hPanel yang tersedia untuk mempelajarinya.
Anda juga bisa membaca artikel dukungan kami untuk menemukan panduan pengelolaan hPanel dan website. Kalau membutuhkan bantuan lainnya, silakan hubungi tim Customer Success kami kapan saja.
Bagaimana? Pindah web hosting tidak seribet kedengarannya kan? Di tutorial ini kami telah menunjukkan tiga cara untuk memindahkan website ke layanan hosting baru.
Anda bisa melakukan migrasi website secara manual, meminta bantuan dari provider hosting baru, atau menggunakan plugin kalau Anda menjalankan website WordPress.
Cara termudah untuk transfer web hosting yaitu dengan meminta bantuan dari layanan hosting yang Anda pilih. Jadi, pastikan Anda memilih provider hosting yang bisa membantu proses migrasi website Anda.
Semoga tutorial ini bisa membantu Anda memindahkan hosting website, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan atau mau mulai transfer website ke Hostinger, sampaikan di kolom komentar di bawah ini atau hubungi tim Customer Success kami ya!
Pertimbangkan untuk pindah web hosting kalau Anda sering mengalami downtime, website lemot, penyimpanan atau bandwidth limit, dukungan yang kurang bagus, atau kalau provider sekarang tidak menyediakan fitur yang Anda butuhkan. Selain itu, sebaiknya migrasikan website ke provider baru kalau Anda membutuhkan resource yang bisa diatur sesuai kebutuhan, perlu mengonfigurasi website secara lebih mendalam, atau ingin biaya yang lebih terjangkau.
Saat memilih provider web hosting, pertimbangkan faktor-faktor seperti jaminan layanan, uptime, peforma server, skalabilitas, dukungan pelanggan, harga, fitur yang tersedia, dan control panel yang praktis. Baca ulasan, bandingkan paket, dan evaluasi kebutuhan website Anda untuk menentukan pilihan yang tepat.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.