Dec 18, 2025
Faradilla A.
4menit Dibaca
Apabila mengalami masalah koneksi, salah satu solusi yang bisa Anda coba adalah dengan melakukan flush DNS. Meskipun bisa membantu mempercepat loading, cache DNS terkadang justru menimbulkan risiko keamanan.
Oleh karena itu, Anda perlu flush (membersihkan) cache DNS secara teratur. Namun, langkah-langkahnya akan berbeda-beda tergantung pada sistem operasi Anda.
Nah, di tutorial ini, kami akan menjelaskan cara flush DNS di Windows, macOS, Linux, serta Google Chrome. Di akhir tutorial ini, kami juga akan membantu Anda memahami pentingnya melakukan flush DNS secara rutin.

Flush DNS adalah proses untuk membersihkan cache DNS menggunakan perintah tertentu di command prompt. Proses ini umumnya bertujuan untuk memperbaiki masalah koneksi atau memperbarui informasi pada DNS, domain, atau nameserver.
Agar performa komputer dan jaringan tetap optimal, Anda disarankan untuk melakukan flush DNS secara rutin. Cukup jalankan beberapa coding sederhana untuk melakukan proses ini, yang akan kami jelaskan selengkapnya nanti.
Cache DNS adalah ruang yang menyimpan data sementara dari pencarian DNS di sistem operasi Anda. Saat mencari alamat web tertentu, aplikasi browser dan sistem operasi perangkat Anda akan menyimpan cache alamat IP dan DNS record alamat tersebut.
Dengan demikian, proses DNS lookup untuk mencocokkan domain dengan alamat IP miliknya pun akan lebih cepat, yang juga turut mempercepat loading halaman web pada kunjungan berikutnya.
Cache DNS terdiri dari unit informasi terkompresi yang disebut resource record (RR). Informasi ini mencakup daftar semua website yang dikunjungi, yang ditampilkan dalam kode ASCII.
Berikut adalah komponen cache DNS, yang sering ditemukan di DNS Zone Editor:

Tergantung pada sistem operasi Anda, langkah-langkah flush DNS cache akan berbeda-beda. Tutorial di bawah ini akan menunjukkan caranya di perangkat Windows, Linux, dan Mac OS X.
Di Windows, proses flush DNS cache akan sama untuk sebagian besar versi platform. Perlu diingat bahwa Anda perlu menggunakan opsi Run as administrator ketika menjalankan command prompt untuk mengakses semua izin keamanan sistem:
ipconfig /flushdns

Penting! Jalankan perintah cmd dengan menekan Ctrl + Shift + Enter untuk menggunakan opsi Run as administrator secara lebih praktis. Perlu diperhatikan bahwa Anda memerlukan hak administrator untuk melakukannya.
Di macOS, Anda perlu menjalankan perintah flush DNS yang benar sesuai versi OS saat ini. Jadi, sebaiknya cek versi macOS Anda dulu dengan mengklik ikon Apple -> About This Mac.
Selanjutnya, buka command terminal dengan menekan tombol F4 dan mengetik terminal di kolom pencarian Spotlight. Kemudian, masukkan perintah khusus untuk versi macOS Anda dan tekan Enter.
Apabila diminta, masukkan kata sandi admin dan klik tombol Enter lagi untuk menghapus cache DNS Anda.
Berikut adalah perintah-perintah khusus untuk flush DNS di setiap versi macOS:
macOS 11 Big Sur atau 12 Monterey:
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
macOS 10.11 El Capitan, 10.12 Sierra, 10.13 High Sierra, 10.14 Mojave, atau 10.15 Catalina:
sudo killall -HUP mDNSResponder
macOS 10.10 Yosemite:
sudo discoveryutil udnsflushcaches
macOS 10.7 Lion, 10.8 Mountain Lion, atau 10.9 Mavericks:
sudo killall -HUP mDNSResponder
macOS 10.6 Snow Leopard:
sudo dscacheutil -flushcache
macOS 10.5 Leopard:
sudo lookupd -flushcache
Tidak seperti Windows dan macOS, Ubuntu tidak menyimpan DNS record secara default. Apabila menginstal layanan DNS secara manual, Anda perlu flush DNS cache di komputer.
Untuk menghapus cache DNS di sistem operasi Linux, tekan tombol Ctrl + Alt + T secara bersamaan untuk membuka aplikasi Terminal.
Di jendela terminal, masukkan perintah yang diperlukan berdasarkan layanan yang dijalankan sistem Linux Anda. Berikut adalah perintah untuk Name Service Cache Daemon (nscd) dan systemd.
Cara Flush DNS dengan nscd
Masukkan command-line berikut untuk menghapus file cache DNS pada subdirektori init.d:
sudo /etc/init.d/nscd restart
Cara Flush DNS dengan systemd
Gunakan command-line berikut:
systemd-resolve --flush-caches
Kemudian, masukkan perintah di bawah ini untuk memeriksa apakah perintah sebelumnya sudah berhasil menghapus cache DNS.
systemd-resolve --statistics
Google Chrome juga menyimpan cache DNS yang terpisah dari sistem operasi. Jadi, untuk menghindari error koneksi, Anda perlu flush DNS di Chrome secara rutin kalau sering menggunakan web browser ini.
Penting! Perlu diingat bahwa jenis cache ini berbeda dengan cache browser.
Berikut adalah langkah-langkah untuk flush DNS di Chrome:
chrome://net-internals/#dns

Penting! Gunakan edge://net-internals/#dns kalau Anda menggunakan Microsoft Edge.
Sebagian besar sistem operasi menyimpan cache DNS untuk mengurangi beban server DNS saat traffic sedang tinggi. Masa berlaku cache ditentukan oleh TTL sistem cache DNS. Selama file cache masih valid, sistem operasi akan menyajikan konten yang diminta tanpa melalui server DNS.
Namun, file cache DNS yang rusak atau kedaluwarsa bisa menyebabkan error dan masalah keamanan. Misalnya, sistem operasi Anda mungkin menyimpan cache DNS yang tidak valid karena website baru saja dipindahkan ke hosting atau domain baru.
Jadi, berikut adalah beberapa manfaat flush DNS secara teratur:
Saat mengalami masalah koneksi atau melihat halaman web yang tidak update, sistem Anda mungkin menyimpan cache DNS record yang rusak atau kedaluwarsa. Untuk mengatasinya dengan cepat, Anda bisa melakukan flush DNS.
Apabila proses ini masih belum berhasil menyelesaikan masalah koneksi yang dialami, cobalah menghapus cache browser Anda.
Semoga artikel ini membantu Anda melakukan langkah-langkah flush DNS tanpa masalah, ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!
Ya, proses flush DNS tidak akan berdampak negatif pada sistem Anda. Proses ini hanya akan menghapus alamat-alamat yang sudah kedaluwarsa atau tidak valid.
Setiap proses flush DNS akan memerlukan waktu sekitar 15 menit sampai selesai sepenuhnya. Meskipun tidak ada aturan mengenai frekuensinya, sebaiknya lakukan proses ini sesering mungkin untuk pengalaman browsing yang optimal.
Sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Data cache yang sudah kedaluwarsa akan dihapus, tapi setelahnya mungkin loading halaman akan sedikit lebih lama pada kunjungan pertama karena browser perlu mengambil dan menyimpan ulang data tersebut.
Ya. Apabila Anda melakukan reboot server DNS, semua cache akan dihapus secara otomatis.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.