Dec 18, 2025
Faradilla A.
7menit Dibaca
Pernahkah Anda mengalami error “localhost refused to connect” atau “ERR_Connection_Refused” saat menangani tugas yang berkaitan dengan localhost?
Jadi, ketika mengakses sebuah alamat IP, Anda sebenarnya sedang mencoba terhubung ke komputer lain. Nah, localhost menggunakan alamat jaringan loopback sehingga koneksinya mengarah ke komputer Anda sendiri.
Itulah mengapa localhost biasanya digunakan untuk menguji program atau website yang masih dalam pengembangan, karena bisa mengurangi risiko downtime pada website yang sudah online. Namun, apabila tidak bisa mengakses localhost, artinya Anda juga tidak akan bisa mengakses proyek yang dikembangkan di lingkungan lokal.
Penyebab error ini bisa dari berbagai faktor, seperti pada tabel di bawah ini. Perlu diingat juga bahwa untuk mengakses localhost, Anda harus menggunakan sistem lokal, tidak bisa di perangkat lain.
| Kode error | Localhost Refused to Connect |
| Jenis error | Browser/Firewall |
| Variasi error | ERR_CONNECTION_REFUSED 127.0.0.1 refused to connect This site can’t be reached localhost refused to connect. |
| Penyebab error | Server diblokir oleh firewall Server berjalan pada port yang salah Server Apache tidak berjalan dengan benar Browser perlu dikonfigurasi ulang |
Error “Localhost refused to connect” menandakan bahwa sistem Anda tidak bisa terhubung ke server lokal. Pada dasarnya, localhost adalah sistem yang berfungsi sebagai web server yang berjalan di komputer Anda. Ketika error ini muncul, kemungkinan besar penyebabnya adalah kesalahan konfigurasi port. Namun, ada beberapa alasan lain, seperti izin yang tidak memadai atau masalah dengan server Apache yang tidak berjalan dengan baik.
Berikut adalah lima cara untuk mengatasi error “localhost refused to connect” yang bisa Anda coba. Metode di bagian ini tidak memiliki urutan tertentu, jadi cobalah satu per satu sampai masalah Anda teratasi.
Apabila web server Apache tidak berjalan, Anda tidak akan bisa mengakses localhost.
Untuk memeriksa status Apache di XAMPP, cukup buka XAMPP lalu lihat tombol di samping Apache. Kalau Anda melihat tombol Start, artinya Apache belum berjalan. Klik tombol tersebut untuk mengaktifkannya.

Kalau menggunakan Linux, perintahnya akan berbeda-beda tergantung pada distribusi yang digunakan.
Untuk Debian atau Ubuntu:
$ sudo systemctl status apache2
Untuk CentOS/RHEL/Fedora:
# systemctl status httpd
Perintah ini akan memberi tahu Anda apakah server sedang berjalan atau berhenti.
Apabila server berhenti, coba restart dengan perintah berikut:
Untuk Debian dan Ubuntu:
sudo systemctl restart apache2
Untuk CentOS/RHEL/Fedora:
# systemctl restart httpd
Output perintah restart akan terlihat seperti ini:
* Restarting web server apache2 [ OK ]
Kalau gagal, Anda akan menerima pesan error yang berbeda-beda tergantung pada distribusi yang digunakan, seperti:
apache2: unrecognized service
Failed to restart apache2.service: Unit apache.service failed to load: No such file or directory.
Apabila Anda melihat pesan-pesan error ini, coba instal ulang layanan Apache. Setelah terinstal dengan benar, coba restart kembali menggunakan perintah yang sesuai.
Nomor port default untuk web server adalah 80. Ketika Anda mencoba mengaksesnya dengan mengetikkan localhost di browser, Anda akan secara otomatis diarahkan ke localhost:80.
Namun, apabila server Anda tidak dikonfigurasi untuk menggunakan port default tersebut, Anda akan melihat error “localhost refused to connect”.
Terkadang, port 80 sudah digunakan oleh aplikasi lain di komputer Anda. Sebagai contoh, kalau aplikasi Skype sedang menggunakannya, Anda tidak akan bisa menjalankan Apache pada port yang sama.
Untuk mengatasi masalah ini, periksa dulu apakah port 80 tidak sedang dipakai. Kita akan menggunakan XAMPP di tutorial ini. Berikut adalah langkah-langkah untuk memeriksa port yang sedang digunakan di Windows dan Linux, yang akan sedikit berbeda di Mac:


Selanjutnya, Anda perlu mengubah konfigurasi untuk membuat koneksi ke nomor port yang benar menggunakan perintah listen.
Perintah ini digunakan untuk mengatur Apache HTTPd agar hanya memantau alamat IP atau port tertentu. Apabila perintah ini tidak ada dalam file config, server Anda tidak akan bisa berjalan.
Berikut langkah-langkah untuk mengubah port Apache di XAMPP:

Listen 80 ServerName localhost:80
Listen 8080 ServerName localhost:8080
Apabila menggunakan WAMP (untuk sistem operasi Windows), ikuti langkah-langkah berikut untuk mengubah port yang digunakan:
Listen 80 ServerName localhost:80
Listen 8080 ServerName localhost:8080
Cache DNS menyimpan data dari website yang pernah Anda kunjungi sehingga halaman-halaman tersebut akan dimuat lebih cepat saat Anda mengaksesnya lagi.
Namun, kalau cache DNS terlalu penuh dengan data lama, hal ini bisa menyebabkan DNS tidak berfungsi dengan baik.
Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan flush DNS untuk menghapus cache tersebut.
ipconfig /flushdns
Firewall adalah sistem keamanan yang memantau dan memfilter traffic data Anda, serta memblokir potensi ancaman. Meskipun penting, terkadang protokol deteksinya bisa keliru.
Firewall mungkin memblokir halaman web yang aman atau koneksi yang sah secara tidak sengaja. Jadi, kalau Anda sedang mengembangkan website dan perlu mengakses versi lokalnya, coba nonaktifkan firewall dulu untuk sementara. Dengan begitu, website uji coba Anda tidak akan diblokir.
Pastikan untuk mengaktifkannya kembali setelah website Anda online dan masalah “localhost refused to connect” tidak lagi muncul.
Berikut langkah-langkah untuk menonaktifkan firewall di Mac, Windows, dan Linux.
Cara menonaktifkan firewall di Mac

Perlu diperhatikan bahwa langkah-langkah ini mungkin sedikit berbeda tergantung pada versi macOS yang Anda gunakan.
Cara menonaktifkan firewall di Windows
Ada dua cara untuk menonaktifkan firewall di Windows, yaitu melalui menu Windows Security/Control Panel atau Command Prompt.
Berikut langkah-langkahnya menggunakan menu Windows:

Apabila opsi ini tidak bisa diklik, firewall Anda mungkin dikontrol oleh program keamanan lain. Jadi, Anda mungkin perlu menonaktifkan aplikasi tersebut dulu.
Sementara itu, berikut langkah-langkah mematikan firewall melalui command prompt:
netsh advfirewall set allprofiles state off
Cara menonaktifkan firewall di Linux
Langkah untuk menonaktifkan firewall di Linux tergantung pada distribusi yang Anda gunakan.
Apabila menggunakan Ubuntu atau Debian, firewall Anda seharusnya dikelola oleh ufw. Kalau menggunakan CentOS atau RHEL, tool manajemen firewall defaultnya adalah firewalld.
Pastikan untuk menghentikan firewall terlebih dahulu sebelum menonaktifkannya. Kalau tidak, Anda bisa mengalami error selama prosesnya.
Untuk menonaktifkan firewall di ufw, ikuti langkah-langkah berikut:
sudo ufw disable
sudo systemctl disable ufw
sudo ufw status sudo systemctl status ufw
sudo systemctl enable ufw sudo ufw enable ## verify that ufw started ## sudo ufw status
Kemudian, berikut adalah langkah-langkah menghentikan dan menonaktifkan firewall pada firewalld:
sudo systemctl stop firewalld
sudo systemctl disable firewalld sudo systemctl mask --now firewalld
sudo systemctl status firewalld
sudo systemctl unmask --now firewalld sudo systemctl enable firewalld sudo systemctl start firewalld ## verify that the firewalld started ## sudo firewall-cmd --state
Pengaturan browser juga bisa menyebabkan error “localhost refused to connect”, karena setiap browser memiliki pengaturan dan karakteristik yang berbeda.
Misalnya, beberapa browser akan secara otomatis mengarahkan Anda ke versi HTTPS saat memasukkan alamat HTTP. Namun, kalau website tersebut tidak memiliki sertifikat SSL yang valid, Anda akan menjumpai error “localhost refused to connect”.
Apabila menggunakan Chrome, ikuti langkah-langkah berikut:


Saat mencoba mengakses localhost, Anda mungkin menemui dua jenis error yang sering muncul: ERR_CONNECTION_REFUSED dan ERR_CONNECTION_TIMEOUT. Meskipun sangat mirip dan saling berkaitan, keduanya memiliki penyebab dan solusi yang berbeda.
ERR_CONNECTION_REFUSED menunjukkan bahwa server menolak upaya untuk membuat koneksi, sementara ERR_CONNECTION_TIMEOUT menunjukkan bahwa tidak ada respons sama sekali dari server, sementara klien masih menunggu.
Oleh karena itu, untuk mengatasi ERR_CONNECTION_REFUSED, periksa dulu firewall Anda karena sistem ini bisa saja memblokir paket data yang masuk. Selain itu, pastikan konfigurasi perintah listen di file httpd.conf sudah diatur dengan benar.
Sedangkan untuk mengatasi ERR_CONNECTION_TIMEOUT, periksa pengaturan koneksi Anda karena error ini biasanya muncul ketika layanan tidak berjalan sebagaimana mestinya atau tidak terinstal dengan benar.
Error “localhost refused to connect” adalah masalah koneksi jaringan yang mungkin muncul saat Anda menangani tugas yang berkaitan dengan web server lokal.
Masalah ini biasanya terjadi ketika firewall memblokir server atau ketika Anda menggunakan port yang salah. Selain itu, error ini juga bisa muncul kalau web server Apache atau web browser tidak dikonfigurasi dengan benar.
Berikut langkah-langkah untuk mengatasi error “localhost refused to connect”:
Semoga artikel ini bisa membantu Anda mengatasi error “localhost refused to connect” ya. Kalau masih ada pertanyaan, sampaikan lewat kolom komentar yuk!
Alternatif untuk menggunakan localhost dalam pengembangan lokal adalah dengan menggunakan alamat IP komputer Anda sebagai host. Anda bisa menemukan alamat IP ini di System Preferences atau dengan mengetikkan ipconfig di Command Prompt (untuk Windows), atau ifconfig di Terminal (untuk Mac atau Linux).
Alamat IP localhost merujuk pada komputer yang Anda gunakan. Alamat ini adalah alamat IP dari antarmuka jaringan loopback, yang biasanya diberi alamat 127.0.0.1. Alamat ini digunakan untuk mengakses layanan jaringan pada komputer yang sama tanpa terhubung ke jaringan eksternal.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.