Dec 18, 2025
Faradilla A.
4menit Dibaca
Nama domain adalah salah satu komponen penting bagi website karena berfungsi sebagai alamat website Anda. Namun, tahukah Anda kalau domain tidak bisa dimiliki selamanya? Yap, Anda harus memperpanjang (renew) domain secara rutin.
Nah, karena prosesnya tidak sama dengan membeli domain baru, kami akan menjelaskan cara memperpanjang domain di artikel ini.
Untuk memulai, kami akan membahas lebih dulu kenapa Anda harus renew domain secara teratur dan menjelaskan siklus aktif domain sehingga Anda tidak kehilangan domain secara tiba-tiba saat expired. Mari mulai!

Domain yang expired (kedaluwarsa) bisa turut menghentikan layanan yang terkait, seperti website dan email Anda. Tentu saja, reputasi dan brand Anda juga pasti akan turut terdampak. Jadi, Anda perlu memperpanjang semua domain Anda sebelum langganannya berakhir.
Prosesnya akan mirip-mirip untuk sebagian besar registrar domain. Berikut cara melakukannya kalau Anda membeli nama domain dari Hostinger:

Atau, Anda juga bisa memperpanjang domain dari halaman Domain:


Apabila sudah masuk tanggal expired, domain akan beralih ke masa tenggang hingga 30 hari. Selama waktu ini, pemilik domain bisa mengaktifkannya lagi dengan tarif perpanjangan standar.
Untuk memperpanjang domain yang sudah dalam masa tenggang di Hostinger, Anda bisa membuka bagian Domain atau Tagihan. Berikut cara melakukannya melalui halaman Domain:

Penting! Beberapa TLD mungkin tidak memiliki masa tenggang dan akan langsung memasuki periode penebusan (redemption) setelah kedaluwarsa. Masa tenggang domain juga berbeda-beda, tergantung pada penyedia layanan registrasi dan TLD domain.
Apabila domain Anda sudah dalam periode penebusan, langkah-langkah perpanjangannya akan tetap sama. Klik tombol Pulihkan di samping domain yang kedaluwarsa, kemudian bayar biaya penebusan dan perpanjangan. Domain akan aktif sekitar 24 jam setelah pembayaran.
Kalau Anda mengisi informasi kontak dengan benar saat pendaftaran domain, biasanya registrar akan memberikan pengingat perpanjangan untuk menghindari downtime. Namun, Anda tetap harus memperpanjang domain secara manual.
Jadi, agar prosesnya lebih mudah, sejumlah registrar menyediakan fitur perpanjangan otomatis. Di Hostinger sendiri, perpanjangan domain otomatis akan dilakukan 30 hari sebelum tanggal berakhir apabila Anda mengaktifkan fitur ini.
Untuk mengaktifkan perpanjangan otomatis domain, buka Tagihan → Langganan, lalu klik ikon panah di samping domain yang ingin Anda kelola. Setelah menambahkan metode pembayaran, klik tombol Aktifkan perpanjangan otomatis.

Atau, buka menu Domain dan aktifkan opsi Perpanjangan otomatis.

Beberapa registrar terkadang membebankan biaya tambahan untuk perpanjangan. Akhirnya, banyak pengguna yang memilih untuk mentransfer domain mereka.
Untuk mengurangi risiko downtime saat beralih registrar, lakukan transfer domain setidaknya sebulan sebelum masa berlakunya habis.
Domain hanya aktif selama jangka waktu tertentu. Tergantung pada pendaftaran dan registrarnya, masa aktif domain bisa berlangsung dari 1 tahun sampai 10 tahun. Setelah itu, domain akan expired (kedaluwarsa) beserta semua layanan terkait, seperti website dan email, meskipun akun hostingnya aktif.
Kalau sudah telanjur expired, website Anda pun berisiko kehilangan pengunjung, yang tentunya akan turut merusak reputasi bisnis Anda.
Selain itu, kalau Anda tidak memperbarui domain selama beberapa minggu setelah kedaluwarsa, bisa jadi orang lain akan membelinya dan menggunakannya untuk keperluan mereka sendiri.
Semua domain akan melalui tahapan tertentu dalam masa aktifnya, mulai dari pendaftaran, kedaluwarsa, hingga tersedia kembali. Tahapan ini biasanya disebut siklus masa aktif domain atau domain lifecycle.
Penting untuk memahami siklus ini agar Anda tahu kapan harus renew domain tanpa membayar biaya ekstra.
Secara umum, ada lima tahapan dalam domain lifecycle:
Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya
Domain yang kedaluwarsa bisa mengganggu performa website dan layanan email Anda. Jadi, Anda sebaiknya memperpanjang domain sesegera mungkin. Durasi dan biayanya akan berbeda-beda tergantung pada ekstensi, registrar, dan status domain saat ini.
Berikut rangkuman cara memperpanjang domain yang bisa Anda coba:
Semoga artikel ini bisa membantu Anda memahami proses perpanjangan domain dengan lebih baik. Kalau masih memiliki pertanyaan, lihat bagian FAQ atau sampaikan melalui kolom komentar di bawah artikel ini, ya.
Cara Mencari Tahu Pemilik Domain
Perbedaan Domain dan Hosting
Di bagian ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan umum tentang cara perpanjangan domain.
Biaya perpanjangan domain akan berbeda-beda tergantung pada ekstensi, registrar, dan layanan tambahannya, seperti perlindungan WHOIS. Biaya standarnya biasanya berkisar antara Rp180.000-Rp850.000/tahun.
Domain aktif biasanya bisa langsung diperpanjang tanpa downtime. Namun, untuk domain yang sudah kedaluwarsa, prosesnya bisa memakan waktu hingga 48 jam sampai selesai dipropagasi.
Saat memasuki tanggal kedaluwarsa, domain akan beralih ke masa tenggang 30 hari untuk diperpanjang. Kalau tidak diperpanjang, akan ada periode penebusan 30 hari yang membebankan biaya penebusan tambahan bagi pemilik. Setelah itu, domain akan tersedia untuk dibeli lagi oleh orang lain. Baca tutorial kami lainnya untuk mengetahui berapa harga domain dan semua detailnya.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.