Jan 08, 2025
Ariata C.
4menit Dibaca
Di tutorial ini, Anda akan mempelajari cara check disk space usage (penggunaan ruang disk) di Linux dengan menggunakan command line. Command yang digunakan adalah df dan du, yang memiliki fungsi berbeda.
Command df berfungsi untuk mengecek ruang disk, sedangkan comman du digunakan untuk memantau penggunaan disk di terminal. Kedua Linux command ini cukup penting untuk membantu Anda mengelola file dengan lebih mudah. Langsung saja, yuk kita mulai!

Command df dan du memiliki konsep yang sedikit berbeda saat digunakan untuk menganalisis hard drive. Nah, agar Anda tidak bingung, kami akan menjelaskan keduanya secara sendiri-sendiri. Kami akan mulai dulu dengan command df.
df adalah singkatan dari Disk Filesystem. Command ini digunakan untuk mengecek ruang disk, dan akan menampilkan penyimpanan yang tersedia dan digunakan di perangkat Anda untuk sistem file.
Saat menjalankan command ini, Anda akan melihat kolom default: Filesystem, Size, Used, Available, Use%, dan Mounted On. Tampilannya akan terlihat seperti ini:

Dengan menambahkan opsi tertentu ke command df, Anda bisa melakukan check disk space di Linux secara lebih akurat. Opsi tersebut di antaranya:
Command lain yang juga bisa digunakan adalah du, singkatan dari Disk Usage, yang akan menampilkan informasi penggunaan disk untuk file dan direktori yang ada di komputer atau server Linux.
Dengan command du, Anda harus menentukan folder atau file spesifik yang akan dicek. Syntax untuk command ini adalah seperti berikut:
du <opsi> <lokasi direktori atau file>
Mari lihat contoh penggunaan command du dengan direktori Desktop di bawah ini:
-h akan menampilkan informasi dalam format yang lebih mudah dibaca.Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dengan menggabungkan df dan du dengan argumen lain. Hasilnya, Anda pun bisa lebih memahami file mana yang boleh dihapus untuk mengosongkan ruang disk.
Ingat, mulailah dengan command df untuk melihat sistem file mana yang paling perlu dihapus. Setelah itu, Anda bisa lanjut dengan kombinasi ini.
Pertama, kami mengumpulkan file dan folder di Desktop dalam format yang mudah dibaca menggunakan command du. Kemudian, kami meneruskan hasilnya ke command sort beserta opsi -rn. Script ini akan mengurutkan semua file dan folder dari yang paling besar ke yang paling kecil untuk mengecek disk space usage di Linux. Kombinasinya akan menjadi seperti ini:
du -h /home/user/Desktop | sort -rn
Perlu diingat bahwa Anda tidak perlu menghapus file hanya karena ukurannya yang besar. Kalau tidak berhati-hati, Anda mungkin malah akan menghapus file penting yang bisa mengacaukan proyek Anda.
Misalnya, Anda ingin melihat semua file yang ukurannya lebih besar dari angka tertentu. Cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan perintah di bawah ini:
du -h /home/user/Desktop | grep '^\s*[0-9\.]\+G'
Grep command memungkinkan Anda mencari file berdasarkan pola yang ditentukan. Dalam contoh ini, skrip tersebut akan memberikan hasil yang memuat semua file dengan ukuran lebih dari 1 GB. Apabila ingin memfilter data yang ukurannya lebih besar dari 1 MB, Anda bisa mengganti G dengan M.
Kombinasi terakhir ini bisa Anda gunakan ketika perlu mengecualikan format file tertentu dari hasil pencarian. Contohnya seperti ini:
du -h /home/user/Desktop/ --exclude="*.txt"
Pada contoh di atas, argumen –exclude=”.txt” memastikan command du menampilkan semua format file kecuali dokumen .txt.

df dan du adalah command yang sangat membantu dalam manajemen file. Keduanya berfungsi untuk mengecek ruang disk di Linux dan menampilkan semua file yang tersimpan di perangkat Anda.
Selain itu, Anda boleh menambahkan opsi tertentu (seperti -h, -m, -k, etc.) untuk mendapatkan output yang lebih lengkap sesuai kebutuhan.
Lebih kerennya lagi, user bisa memperoleh hasil yang lebih spesifik dengan menggabungkan du dan df dengan command lain, seperti sort, grep, dan exclude. Kombinasi command tersebut akan membantu Anda lebih memahami penggunaan ruang disk di server Anda.
Kalau mau tahu lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel kami tentang command SSH dasar lainnya. Masih memiliki pertanyaan? Jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bagian bawah artikel ini ya!
Cara Transfer Data dengan Command Curl
Cara Transfer File Menggunakan Command Scp
Cara Mentransfer dan Menyinkronkan Data dengan Command Rsync
Cara Shutdown dan Restart Server Linux
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.