Jan 14, 2026
Faradilla A.
7menit Dibaca
Saat ini, memahami strategi m-commerce adalah sebuah keharusan bagi pemilik bisnis online. Menurut para ahli, setengah dari total penjualan ritel online di seluruh dunia berasal dari transaksi seluler, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah.
Apabila Anda juga ingin mempelajarinya, artikel ini akan menjelaskan apa itu m-commerce, perbedaannya dengan e-commerce, serta jenis-jenisnya.
Kami juga akan membagikan strategi m-commerce terbaik yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan pengalaman belanja pelanggan Anda di perangkat seluler. Langsung saja, baca panduan selengkapnya di bawah ini yuk!
M-commerce, singkatan dari mobile commerce, adalah semua transaksi perdagangan yang dilakukan melalui perangkat seluler. Aktivitas ini mencakup pembelian dan penjualan produk, transfer uang antar individu, hingga pembayaran di merchant.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri m-commerce mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan bertambahnya pengguna smartphone.
Salah satu faktor utama di balik peningkatan ini adalah kemudahan yang ditawarkan. Konsumen kini bisa berbelanja kapan saja dan di mana saja, hanya dengan perangkat seluler. Inovasi seperti e-wallet dan belanja lewat media sosial juga menghadirkan cara yang jauh lebih praktis.
Karena tren ini, pengguna smartphone kini mendominasi traffic ke website e-commerce. Menurut data dari Wolfgang Digital, sekitar 70% kunjungan ke toko online di berbagai industri berasal dari perangkat seluler.
Apabila bisnis Anda belum menyajikan pengalaman belanja yang baik di perangkat seluler, potensi kerugiannya bisa cukup besar, loh.
Google sendiri memprioritaskan website yang mobile-friendly di halaman hasil pencariannya. Artinya, toko online yang belum menerapkan strategi m-commerce berisiko kehilangan traffic yang signifikan.
Selain itu, laporan dari Sweor menyebutkan bahwa 57% pengguna enggan merekomendasikan website toko online yang kurang optimal di perangkat seluler. Akibatnya, bisnis jadi kesulitan mendorong pengunjung untuk berbelanja.
Oleh karena itu, tidak heran kalau sekarang mulai banyak bisnis online yang menyadari pentingnya mengoptimalkan pengalaman m-commerce bagi para pelanggannya.
E-commerce (electronic commerce) mengacu pada semua transaksi keuangan yang dilakukan secara elektronik melalui jaringan online, termasuk dari perangkat desktop maupun seluler.
Sementara itu, m-commerce hanya mencakup aktivitas perdagangan yang dilakukan melalui perangkat seluler, seperti smartphone, tablet, dan gadget wearable.
Jadi, m-commerce bisa dianggap sebagai subkategori e-commerce, dan implementasi m-commerce termasuk dalam salah satu strategi pemasaran e-commerce.
Untuk mempelajarinya lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel kami tentang apa itu e-commerce.

Sebagian besar aktivitas m-commerce bisa dikategorikan ke dalam jenis-jenis berikut:
Jenis m-commerce ini mencakup jual-beli produk atau layanan menggunakan perangkat seluler. Dari sisi konsumen, aktivitasnya bisa termasuk melihat-lihat produk lewat smartphone hingga memesan layanan transportasi melalui aplikasi.
Di sisi bisnis, aktivitas ini meliputi pemasaran produk dan layanan, seperti membuat postingan dengan link pembelian langsung di media sosial, mengirim iklan SMS berbasis lokasi, atau menggunakan notifikasi push di aplikasi seluler.
Perbankan seluler mengacu pada layanan bank yang disediakan melalui perangkat seluler, mulai dari cek saldo hingga setor cek secara digital. Banyak bank menyediakan aplikasi dan website seluler untuk transaksi yang lebih praktis, bahkan beberapa layanan juga tersedia melalui SMS.
M-banking juga menjadi awal munculnya bank digital seperti Chime yang menyediakan layanan tanpa cabang fisik.

Kategori ini berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan uang melalui aplikasi di perangkat seluler.
Salah satu inovasi penting di bidang ini adalah e-wallet, memungkinkan pengguna membayar transaksi belanja online maupun offline menggunakan smartphone sebagai pengganti kartu kredit atau uang tunai.
Selain itu, aplikasi pembayaran peer-to-peer seperti Venmo juga sedang naik daun, memudahkan transfer uang antar pengguna dengan cepat dan praktis.

Mobile commerce memberikan banyak manfaat penting bagi bisnis online dalam perkembangannya. Apabila Anda masih ragu untuk menerapkan strateginya, pertimbangkan beberapa manfaat m-commerce berikut ini:
Meskipun membuka banyak peluang bisnis, mobile commerce juga memiliki beberapa kekurangan dan kendala yang harus diatasi.
Salah satunya, m-commerce membutuhkan optimasi yang berkelanjutan karena perilaku pengguna terus berubah, dan tren mobile design juga selalu berkembang. Oleh sebab itu, penting untuk selalu mengikuti tren e-commerce terbaru dan melakukan uji kegunaan secara rutin guna menyediakan pengalaman belanja yang optimal dan menyenangkan di perangkat seluler.
Selain itu, karena platform m-commerce bisa mengakses beberapa informasi pribadi pelanggan, ada aturan khusus yang harus dipatuhi, seperti pedoman PCI untuk pembayaran seluler.
Agar tidak merusak kepercayaan pelanggan, Anda wajib memilih provider hosting yang mematuhi pedoman tersebut dan menggunakan solusi pembayaran terpercaya, seperti PayPal.

Jangan lupa untuk mengungkapkan dengan jelas jenis data yang dikumpulkan dalam kebijakan privasi website Anda, agar pengunjung merasa aman dan percaya menggunakan layanan Anda.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah pelanggan bisa membandingkan harga dengan mudah melalui perangkat seluler. Mereka bisa dengan cepat berpindah antar tab browser, aplikasi, atau media sosial untuk mencari harga terbaik. Jadi, Anda harus terus memantau bisnis kompetitor serta memastikan produk dan layanan Anda memberikan keuntungan yang kompetitif agar tetap menarik bagi konsumen.
Apabila bisnis Anda berskala internasional, Anda juga harus siap mengelola berbagai metode pembayaran seluler khusus di setiap wilayah.

Terakhir, membuat aplikasi mobile commerce sendiri akan membutuhkan modal yang cukup besar. Menurut Business of Apps, biaya pembuatan aplikasi semacam ini bisa berkisar antara ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Kalau belum memiliki anggaran yang cukup, Anda bisa fokus pada optimasi website dulu agar lebih mobile-friendly. Dengan begitu, Anda tetap bisa memanfaatkan peluang m-commerce tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Setelah Anda memahami kelebihan dan masalah umum mobile commerce, sekarang saatnya meningkatkan pengalaman pelanggan dengan beberapa tips berikut ini.
Hal pertama yang harus dipastikan adalah memastikan website Anda mobile-friendly. Berikut beberapa tips penting saat membuat website toko online:
Kecepatan loading website adalah faktor penting dalam bisnis online. Penelitian menunjukkan bahwa waktu loading yang ideal untuk halaman seluler adalah satu detik atau kurang. Apabila lebih lama, pengunjung mungkin akan beralih ke kompetitor atau menceritakan pengalaman negatif mereka kepada orang lain.
Belum lagi, Google juga mempertimbangkan kecepatan loading website sebagai faktor penentu peringkat. Jadi, Anda wajib mengoptimasi kecepatan website untuk meningkatkan traffic organik.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah:
Karena ukuran layar perangkat seluler biasanya tidak besar, Anda perlu menyajikan informasi produk secara singkat dan jelas. Hal ini membantu meyakinkan pelanggan untuk membeli produk Anda.
Simak tips dari kami untuk mengoptimalkan tampilan produk Anda:

Meskipun pengguna perangkat seluler kini mendominasi traffic internet, beberapa studi menunjukkan bahwa sebagian besar penjualan commerce masih berasal dari desktop.
Misalnya, menurut Adobe Analytics, angka transaksi yang berasal dari “laptop dan perangkat lain” mencapai 6,82% pada periode Black Friday, atau lebih dari dua kali lipat smartphone.
Salah satu penyebab rendahnya transaksi di perangkat seluler adalah proses checkout yang kurang optimal, yang sering membuat pelanggan menutup website sebelum menyelesaikan transaksi. Data Barilliance menunjukkan bahwa m-commerce memiliki persentase batal checkout tertinggi, yaitu 85,65%.
Untuk memperbaiki pengalaman checkout di website Anda, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Omnichannel marketing bisa membantu menghadirkan pengalaman yang konsisten di berbagai saluran pemasaran. Tujuannya adalah mendorong pelanggan untuk terus berinteraksi dengan brand Anda sehingga mereka lebih cenderung melakukan pembelian.
Contoh penerapan strategi ini di m-commerce meliputi:
Omnisend melaporkan bahwa omnichannel marketing bisa meningkatkan potensi pembelian hingga 12%, sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan strategi yang hanya memanfaatkan satu saluran.
Untuk menghadirkan pengalaman omnichannel yang efektif, mulailah dengan memahami audiens Anda secara mendalam. Semakin baik Anda mengenal pelanggan, semakin tepat pula Anda menargetkan mereka di saluran yang sesuai.
Pengujian rutin sangat penting untuk mengetahui bagian mana di website Anda yang sudah optimal dan yang masih perlu diperbaiki. Berikut beberapa tool yang bisa membantu mengoptimalkan website Anda untuk mobile commerce:

Membuat aplikasi m-commerce bisa menjadi investasi yang menguntungkan, terutama bagi bisnis yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang.
Menurut eMarketer, orang dewasa di AS menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan aplikasi dibandingkan dengan web browser. Tingkat konversi dan nilai pesanan juga lebih tinggi di aplikasi seluler daripada website.
Salah satu alasannya adalah aplikasi seluler mampu menyediakan pengalaman pengguna yang lebih personal. Aplikasi bisa menyimpan preferensi pengguna untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan. Beberapa aplikasi juga menyediakan fitur wishlist untuk dibeli di lain waktu.
Biasanya, pembuatan aplikasi seleluer mengharuskan Anda menggunakan jasa developer profesional. Namun, kini tersedia software seperti AppyPie yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi tanpa perlu keahlian coding.

Di artikel ini, kami sudah membahas pengertian m-commerce, jenis-jenisnya, serta berbagai peluang dan tantangannya bagi bisnis online.
Ada banyak cara untuk mengoptimalkan website toko online Anda agar mobile-friendly, mulai dari menggunakan desain yang responsif hingga membuat aplikasi khusus seluler.
Jangan ragu untuk mencoba tips-tips yang telah kami bagikan, ya. Setelah itu, jangan lupa bagikan pengalaman Anda saat menerapkan berbagai strateginya untuk mengembangkan bisnis Anda!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.