Perbedaan domain dan hosting serta fungsinya untuk website Anda

Perbedaan domain dan hosting serta fungsinya untuk website Anda

Nama domain adalah alamat website yang diketik pengunjung di browser untuk membuka sebuah website, seperti example.com. Sementara itu, web hosting adalah ruang server yang menyimpan file, database, dan konten website sehingga pengunjung bisa mengaksesnya secara online.

Bayangkan domain sebagai alamat rumah yang digunakan orang untuk menemukan Anda, sedangkan hosting adalah rumah yang menyimpan semua barang dan kebutuhan.

Perbedaan utama antara domain dan hosting terletak pada fungsinya. Domain digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, sedangkan hosting membuat website tersebut bisa diakses di internet.

Agar website bisa berfungsi dengan baik, Anda memerlukan nama domain yang sudah terdaftar untuk mengarahkan pengunjung ke website, serta hosting untuk menyimpan dan menampilkan kontennya.

Berikut lima perbedaan penting lainnya antara nama domain dan web hosting:

  • Tujuan. Domain menggantikan alamat IP yang rumit dengan nama yang mudah diingat. Hosting menjaga file website tetap online dan bisa diakses kapan saja.
  • Kepemilikan. Domain didaftarkan untuk jangka waktu 1 hingga 10 tahun dan perlu diperpanjang secara berkala. Hosting menggunakan sistem langganan untuk menyediakan resource server.
  • Biaya. Nama domain biasanya tersedia mulai dari harga belasan ribu hingga ratusan ribu per tahun. Sementara itu, biaya hosting bervariasi tergantung pada kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan performa yang dibutuhkan.
  • Penyedia. Domain dijual melalui registrar yang terakreditasi ICANN. Hosting disediakan oleh provider yang mengoperasikan dan mengelola server web.
  • Performa. Pilihan domain berpengaruh pada branding dan kemudahannya untuk diingat, sedangkan hosting memengaruhi kecepatan, uptime, dan keandalan website secara keseluruhan.

Apa yang dimaksud dengan nama domain?

Nama domain adalah alamat web unik yang mengarah ke website tertentu di internet.

Domain terdiri dari dua bagian, yaitu top-level domain (TLD) yang menunjukkan kategori atau tujuan domain, seperti .com, .org, atau .io, serta second-level domain (SLD), yaitu nama unik yang Anda daftarkan.

Mari gunakan google.com sebagai contoh. Pada domain ini, “google” adalah SLD, sedangkan “.com” adalah TLD.

Setiap nama domain bekerja melalui Domain Name System (DNS), yaitu direktori global yang menerjemahkan alamat website menjadi alamat IP numerik, seperti 192.0.2.1, yang digunakan server untuk saling berkomunikasi.

Untuk mendapatkan domain, Anda bisa mencarinya melalui registrar terakreditasi seperti Hostinger. Setelah domain didaftarkan, Anda akan memiliki hak eksklusif untuk menggunakannya selama periode tertentu, biasanya satu hingga sepuluh tahun.

Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), organisasi yang mengawasi sistem domain, mewajibkan setiap pendaftar memberikan informasi kontak yang akurat. Informasi ini akan disimpan dalam database WHOIS publik, kecuali Anda mengaktifkan perlindungan privasi domain.

Apa itu web hosting?

Web hosting adalah layanan yang membuat website bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet.

Di balik layar, provider hosting mengelola server yang selalu online untuk menyimpan file website, menjalankan kode, dan menampilkan halaman kepada setiap pengunjung yang mengaksesnya.

Paket hosting biasanya mencakup ruang server, bandwidth, fitur keamanan seperti firewall dan pemindaian malware, serta control panel untuk mengelola file dan pengaturan website.

Sebagian besar provider juga menyediakan tool tambahan, seperti penginstalan CMS sekali klik, layanan email, dan backup otomatis.

Server menangani setiap permintaan dari pengunjung. Saat seseorang mengetik nama domain di browser, server hosting akan menemukan file yang dibutuhkan, lalu mengirimkannya ke perangkat pengunjung agar halaman website bisa dimuat.

Apa perbedaan domain dan hosting?

Nama domain digunakan untuk menunjukkan lokasi sebuah website, sedangkan web hosting berfungsi menyimpan dan menampilkan konten website tersebut. Domain menjadi pintu masuk bagi pengunjung, sementara hosting menyediakan infrastruktur yang membuat website tetap berjalan.

Berikut tabel perbandingan untuk membantu Anda memahami peran masing-masing:

FiturDomainHosting
DefinisiAlamat website unik yang digunakan untuk menemukan sebuah websiteLayanan yang menyimpan file website di server dan membuatnya bisa diakses secara online
TujuanMenggantikan alamat IP numerik dengan nama yang mudah diingatMenjaga website tetap online dan menampilkan kontennya kepada pengunjung
FungsiMengarahkan browser ke server yang tepatMenyimpan dan menampilkan file, gambar, serta database website
PenyediaDijual oleh registrar domain yang terakreditasi ICANNDitawarkan oleh provider hosting yang mengoperasikan dan memelihara server web
BiayaBiasanya US$10–US$20 per tahun (sekitar Rp170.000–Rp340.000), tergantung TLD yang dipilihBervariasi tergantung jenis paket, mulai dari sekitar US$2 per bulan (sekitar Rp34.000) untuk shared hosting hingga lebih dari US$90 per bulan (sekitar Rp1.530.000) untuk dedicated server
PerpanjanganDidaftarkan untuk 1–10 tahun dan perlu diperpanjang secara berkalaDibayar dalam bentuk langganan bulanan atau tahunan
KeunikanTidak ada dua website yang bisa menggunakan domain yang samaBeberapa website bisa menggunakan server fisik yang sama, seperti pada shared hosting, cloud hosting, dan VPS hosting
KemandirianBisa dimiliki tanpa hosting, misalnya untuk domain yang diparkir atau dialihkanMemerlukan domain agar pengunjung bisa mengakses website dengan mudah
KomponenTerdiri dari second-level domain dan top-level domain (SLD + TLD)Terdiri dari hardware server, CPU, RAM, ruang penyimpanan, dan bandwidth
Contoh.com, .net, .org, .io, .storeShared hosting, cloud hosting, VPS hosting, dan dedicated server

Apakah website membutuhkan domain dan hosting sekaligus?

Ya, website membutuhkan domain dan hosting sekaligus. Domain tanpa hosting berarti browser tidak memiliki file website yang bisa ditampilkan. Meskipun Anda bisa mengarahkan domain ke halaman lain, seperti profil media sosial, hal tersebut tidak sama dengan website.

Sebaliknya, hosting tanpa domain membuat pengunjung tidak memiliki alamat yang mudah diingat untuk mengakses website Anda.

Kalau Anda mendaftarkan domain tanpa menggunakan hosting, pengunjung yang mengetik alamat website Anda akan melihat halaman placeholder dari registrar atau pesan error DNS. Domain tersebut memang sudah terdaftar, tetapi belum terhubung ke website apa pun.

Sebaliknya, kalau Anda membeli hosting tanpa domain, website sebenarnya sudah online, tapi hanya bisa diakses melalui alamat IP server. Alamat seperti ini sulit diingat dan kurang meyakinkan bagi pengunjung.

Karena memiliki fungsi yang berbeda, domain dan hosting harus bekerja bersama agar website bisa berfungsi dengan baik.

Apakah domain dan hosting bisa dibeli terpisah?

Anda bisa membeli nama domain dan web hosting sekaligus dalam satu paket dari provider yang sama, atau membelinya secara terpisah dari perusahaan yang berbeda.

Banyak provider hosting, termasuk Hostinger, menyediakan layanan pendaftaran domain bersama paket hosting. Sementara itu, registrar mandiri biasanya hanya berfokus pada penjualan domain.

Membeli keduanya dari provider yang sama memiliki beberapa keuntungan:

  • Setup yang lebih ringkas. Domain akan otomatis terhubung ke hosting sehingga Anda tidak perlu melakukan konfigurasi DNS secara manual.
  • Manajemen yang lebih praktis. Anda hanya perlu menggunakan satu akun, satu dashboard, dan satu tim dukungan untuk mengelola kedua layanan.
  • Potensi penghematan biaya. Banyak provider menawarkan domain gratis untuk tahun pertama saat Anda membeli paket hosting.

Meski begitu, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

  • Eskalasi risiko. Kalau akun Anda diretas, domain dan hosting bisa terdampak sekaligus.
  • Biaya jangka panjang berpotensi lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, membeli domain dan hosting secara terpisah bisa berujung pada harga yang lebih mahal.

Bagi sebagian besar pemilik website, terutama pemula, solusi terintegrasi biasanya lebih praktis karena memungkinkan website online lebih cepat tanpa perlu mengatur DNS secara manual.

Cara domain dan hosting bekerja bersama

Domain dan hosting akan membentuk satu sistem yang utuh saat keduanya terhubung.

Kembali ke analogi rumah sebelumnya, domain berfungsi sebagai alamat rumah yang mengarahkan pengunjung ke tujuan yang benar, sedangkan hosting adalah rumah yang menyimpan semua isi di dalamnya, mulai dari halaman website hingga gambar dan konten lainnya.

Pengaturan DNS, khususnya record nameserver, berfungsi menghubungkan domain dengan hosting. Record ini memberi tahu internet server hosting mana yang bertanggung jawab untuk sebuah domain.

Prosesnya berlangsung dalam empat langkah:

  1. Pengunjung mengetik nama domain Anda di browser.
  2. Browser memeriksa record nameserver domain untuk mengetahui server hosting yang harus dihubungi.
  3. Nameserver mengarahkan browser ke alamat IP server yang sesuai.
  4. Server mengambil file website lalu menampilkannya kepada pengunjung.

Cara mendapatkan paket domain dan hosting

Setiap website yang online membutuhkan domain dan hosting yang bekerja bersama: domain agar website mudah ditemukan, dan hosting untuk menyajikan konten kepada pengunjung.

Untuk menyiapkannya, ikuti lima langkah berikut:

  • Pilih nama domain yang mencerminkan brand atau tujuan website Anda, lalu periksa ketersediaannya menggunakan tool pencarian domain.
  • Pilih paket hosting yang sesuai dengan kebutuhan website. Shared hosting cocok untuk website pribadi dan blog kecil, sedangkan VPS hosting atau cloud hosting lebih sesuai untuk website dengan traffic yang lebih tinggi.
  • Daftarkan domain dan beli paket hosting, baik secara terpisah maupun dalam satu paket.
  • Hubungkan domain ke hosting dengan memperbarui record nameserver DNS agar mengarah ke server hosting. Langkah ini tidak perlu dilakukan apabila Anda membeli keduanya dalam satu paket.
  • Instal CMS seperti WordPress, desain halaman website, buat konten, lalu publikasikan website Anda agar bisa berkembang sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Untuk panduan yang lebih lengkap, baca tutorial kami tentang cara membuat website yang membahas pemilihan platform, desain, dan pengaturan konten secara lebih mendetail. Selamat mencoba!

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, sudah berpengalaman selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.

Apa Kata Pelanggan Kami

Komentar

4 responses

Write a respond

Silakan isi kolom di bawah ini.Silakan tandai checkbox persetujuan.Silakan isi kolom yang tersedia dan beri centang pada checkbox privasi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thank you! Your comment has been successfully submitted. It will be approved within the next 24 hours.
Author
Kamri

March 18 2024

Maaf klo boleh nanya dulu,,ingin punya nama Domain,,apa harus pakai laptop,misal gunakan ponsel apa gak bisa,terima kasih sebelumnya atas penjelasannya

Author
Vito

October 03 2024

Berapa no WA kontak CS Hostinger ?