Dec 18, 2025
Faradilla A.
7menit Dibaca
NGINX adalah web server berperforma tinggi yang terkenal akan stabilitasnya, fitur-fiturnya yang lengkap, dan penggunaan resource yang rendah. Sebagai reverse proxy, NGINX bertugas menjembatani permintaan klien ke server back-end, meningkatkan keamanan, performa, dan skalabilitas aplikasi web.
Di artikel ini, kami akan membantu Anda mempelajari server NGINX reverse proxy lebih lanjut, perannya dalam arsitektur web modern, serta cara setupnya. Selain itu, kami akan memberikan panduan penginstalan dan konfigurasinya untuk memastikan aplikasi Anda berjalan dengan lebih aman dan efisien.
Yuk, baca artikelnya sampai selesai, ya!

NGINX reverse proxy adalah konfigurasi server yang mendistribusikan traffic ke berbagai server back-end berdasarkan URL, memastikan bahwa beban server dibagi secara merata agar lebih efisien dan menjaga ketersediaan resource.
Namun, tidak sekadar menangani pengalihan traffic sederhana, server NGINX reverse proxy juga memainkan peran penting dalam meningkatkan performa aplikasi web. Server ini mampu mengelola konten dinamis dan statis secara efektif, merutekannya ke server yang sesuai untuk pemrosesan dan penyajian yang optimal.
Dengan NGINX Plus, user bisa menikmati fitur-fitur yang disempurnakan, seperti load balancing (penyeimbangan beban) yang optimal, kemampuan monitoring yang menyeluruh, dan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan.
Di lingkungan Kubernetes, NGINX berperan sangat baik sebagai pengontrol masuknya akses (ingress), mengatur akses eksternal ke berbagai layanan, yang merupakan komponen utama dalam deployment aplikasi cloud-native yang bisa diatur sesuai kebutuhan.
Selain itu, NGINX meningkatkan efisiensi jaringan melalui fungsi gateway API miliknya, yang menyederhanakan pengelolaan traffic jaringan dan memastikan perutean yang efektif ke layanan upstream.
Pada dasarnya, NGINX reverse proxy bertindak sebagai jembatan antara perangkat klien dengan server back-end, seperti LiteSpeed atau Apache, untuk mengelola permintaan yang masuk dalam pengaturan reverse proxy.
Proses Penanganan Permintaan
Ketika perangkat klien mengirimkan permintaan HTTP ke aplikasi web Anda, permintaan ini akan mencapai server NGINX reverse proxy dulu. Kemudian, NGINX memeriksa detail permintaan tersebut, seperti URL dan header, untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Untuk permintaan konten statis, NGINX mengoptimalkan penyajiannya dengan menampilkan konten dari cache sehingga membantu mempercepat loading secara signifikan. Sementara itu, permintaan konten dinamis yang membutuhkan pemrosesan real-time akan diteruskan ke server back-end yang sesuai.
Pengambilan Keputusan untuk Forwarding Server Back-End
NGINX menggunakan berbagai metode load balancing untuk menentukan server back-end mana yang akan meneruskan permintaan, seperti:
Konfigurasi Tingkat Lanjut
Untuk skenario yang lebih rumit, Anda bisa mengonfigurasi aturan NGINX berdasarkan header permintaan, jenis konten, bahkan modul kode khusus sehingga keputusan penerusan bisa ditentukan secara lebih tepat.
Kemampuan adaptasi ini memungkinkan NGINX mengarahkan traffic secara efisien ke server web dan aplikasi, serta berfungsi sebagai forward proxy untuk permintaan keluar apabila dikonfigurasi untuk tugas tersebut.
Sebelum mengonfigurasi NGINX reverse proxy di VPS (virtual private server), pastikan Anda sudah menyiapkan hal-hal penting berikut ini untuk memastikan konfigurasi yang lancar dan efektif:
Kami akan memandu Anda mengonfigurasi NGINX reverse proxy pada VPS Hostinger yang menjalankan Ubuntu 22.04.

Untuk menyiapkan NGINX reverse proxy, Anda harus menginstal server NGINX pada VPS lebih dulu. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukannya:
sudo apt update sudo apt upgrade -y
sudo apt install nginx -y
sudo systemctl status nginx
Output yang dihasilkan akan menunjukkan bahwa layanan NGINX sudah aktif (berjalan), seperti contoh berikut:
● nginx.service - A high performance web server and a reverse proxy server
Loaded: loaded (/lib/systemd/system/nginx.service; enabled; vendor preset: enabled)
Active: active (running) since Wed 2024-01-01 12:34:56 UTC; 2min 22s ago
Docs: man:nginx(8)
Main PID: 1234 (nginx)
Tasks: 2 (limit: 1152)
Memory: 5.3M
CGroup: /system.slice/nginx.service
├─1234 nginx: master process /usr/sbin/nginx -g daemon on; master_process on;
└─1235 nginx: worker processApabila VPS Anda sudah memiliki firewall yang aktif, Anda juga perlu mengizinkan traffic ke NGINX. Untuk sistem UFW (Uncomplicated Firewall), izinkan traffic pada port yang sesuai dengan:
sudo ufw allow 'Nginx Full'
Ketika Anda menginstal NGINX, sistem akan secara otomatis menyiapkan beberapa direktori dan file penting untuk konfigurasi dan pengoperasiannya.
Anda perlu mengelola file konfigurasi NGINX untuk mengatur fungsionalitasnya sesuai kebutuhan tertentu, misalnya mengelola beban kerja yang beragam dan mengarahkan permintaan secara efisien ke beberapa server.
Struktur File Konfigurasi NGINX Dasar
File konfigurasi inti untuk NGINX adalah nginx.conf, yang terdapat di /etc/nginx/. File ini berisi pengaturan global dan mencakup directive (arahan) untuk mengambil konfigurasi tambahan dari file dan direktori lain:
Directive NGINX Penting
Untuk memanfaatkan NGINX secara efektif, Anda perlu memahami directive utamanya:
Untuk mengonfigurasi NGINX sebagai reverse proxy, Anda perlu membuat file konfigurasi baru. File ini akan berisi blok server dan directive yang diperlukan untuk permintaan perutean. Ikuti langkah-langkah berikut ini:
cd /etc/nginx/sites-available/
sudo nano example.com
server {
listen 80;
server_name example.com;
location / {
proxy_pass http://your_backend_server_ip;
proxy_set_header Host $host; # Forwarded host
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_redirect off;
}
}Ganti your_backend_server_ip dengan alamat IP server back-end Anda yang sebenarnya.
Mengonfigurasi Load Balancing
Untuk menyiapkan load balancer, tentukan blok upstream dan gunakan proxy_pass di dalam blok server Anda untuk mendistribusikan traffic di antara beberapa server:
upstream myapp1 {
server backend1.example.com;
server backend2.example.com;
}
server {
listen 80;
server_name example.com;
location / {
proxy_pass http://myapp1;
proxy_next_upstream error timeout;
# Additional settings...
}
}Menangani Konten Statis
Untuk efisiensi, sajikan konten statis secara langsung dari NGINX menggunakan blok location sendiri:
server {
listen 80;
server_name example.com;
location / {
proxy_pass http://your_backend_server_ip;
# Proxy settings...
}
location /static/ {
root /path/to/static/files;
expires 30d;
}
}Menyelaraskan Directive Proxy
Sesuaikan cara NGINX berinteraksi dengan server proxy Anda menggunakan berbagai directive proxy_ untuk meningkatkan performa dan mengelola permintaan proxy secara efektif:
location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
}location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
proxy_set_header Host $host;
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
}http {
proxy_cache_path /path/to/cache levels=1:2 keys_zone=my_cache:10m max_size=10g inactive=60m use_temp_path=off;
server {
location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
proxy_cache my_cache;
}
}
}location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
proxy_buffering off;
}location / {
proxy_pass https://backend.example.com;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto https;
}location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
proxy_buffer_size 4k;
}location / {
proxy_pass http://backend.example.com;
proxy_connect_timeout 60s;
proxy_read_timeout 60s;
proxy_send_timeout 60s;
}Setelah selesai mengonfigurasi NGINX reverse proxy, saatnya mengaktifkan pengaturan, menguji kesalahan sintaksis, dan menerapkan perubahan. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:
sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/example.com /etc/nginx/sites-enabled/
sudo nginx -t
Kalau menggunakan Hostinger VPS, Anda bisa memanfaatkan Kodee untuk mengonfirmasi konfigurasi NGINX Anda. Buka Kodee dari sidebar kiri dashboard VPS Anda, lalu ketik perintah seperti ini:

Apabila terdeteksi adanya masalah NGINX reverse proxy, command tersebut akan menunjukkan letaknya sehingga Anda bisa memperbaikinya segera.
Muat Ulang atau Mulai Ulang NGINX
Untuk menerapkan perubahan konfigurasi, Anda bisa memuat ulang atau memulai ulang server NGINX.
sudo systemctl reload nginx
sudo systemctl restart nginx
Terkadang, restart diperlukan untuk perubahan yang lebih signifikan atau penyelesaian masalah kesalahan NGINX.
Melalui panduan ini, Anda sudah mempelajari cara setup NGINX sebagai server reverse proxy, mulai dari penginstalan, konfigurasi, dan pengujiannya.
Dengan mengelola dan mendistribusikan permintaan masuk secara merata, server Anda pun bisa digunakan secara optimal, dan aplikasi web Anda bisa berjalan dengan lancar.
Selanjutnya, Anda bisa menerapkan langkah-langkah di atas untuk meningkatkan performa, keamanan, dan skalabilitas lingkungan server Anda dengan NGINX.
Bagian ini akan menjawab pertanyaan paling umum tentang server NGINX reverse proxy.
Menggunakan server NGINX reverse proxy bisa meningkatkan performa dengan menyeimbangkan traffic di beberapa web server. Server ini juga meningkatkan keamanan dan skalabilitas di pusat data sehingga ideal untuk mengelola aplikasi web.
Ya, Anda bisa menggunakan NGINX sebagai reverse proxy untuk beberapa back-end, bahkan yang menggunakan teknologi berbeda seperti Apache Tomcat. Setup ini akan memperbaiki alokasi resource dan meningkatkan performa server lain.
Saat mengonfigurasi NGINX reverse proxy, gunakan SSL untuk mengamankan transmisi data. Mengingat server ini berfungsi sebagai titik masuk tunggal, Anda wajib menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat. Selain itu, pastikan WebSockets dikonfigurasi dengan benar untuk menjaga komunikasi real-time yang aman.
Ya, menggunakan cache NGINX reverse proxy bisa mengurangi waktu loading dan permintaan server dengan menyimpan salinan resource yang sering diakses. Hal ini sangat berguna untuk layanan mikro dan virtual host, menyederhanakan penyajian konten dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
December 11 2021
Makasih kak, akhirnya paham fungsi proxy_pass