Jan 14, 2026
Faradilla A.
15menit Dibaca
Hampir semua bisnis kini mulai gencar untuk memaksimalkan upaya digital marketingnya. Permintaan untuk membuat aplikasi berbasis web pun turut meningkat. Startup, bisnis kecil, dan solopreneur semuanya ingin membuat aplikasi sendiri.
Tapi, pertanyaannya: berapa biayanya?
Di artikel ini, kami akan mengulas biaya yang diperlukan untuk membuat aplikasi berbasis web melalui berbagai cara: menulis coding, tanpa coding, dan dengan bantuan AI agar Anda bisa memilih metode terbaik untuk proyek Anda. Mari simak selengkapnya di bawah ini!
Sebelum kita membahas biayanya, mari pahami dulu seperti apa proses pembuatan aplikasi web atau web app.
Pada dasarnya, setiap aplikasi web memiliki tujuan yang berbeda. Ada aplikasi sederhana yang hanya seperti website dinamis dengan elemen interaktif, dan ada juga yang berupa platform kompleks dengan fitur yang sangat beragam.
Persamaannya, semua aplikasi web bisa diakses melalui web browser, tidak seperti aplikasi mobile yang harus dibuat khusus untuk setiap platform. Berikut beberapa jenis aplikasi web umum yang bisa Anda buat:
Umumnya, semakin banyak fitur dan kompleksitas sebuah aplikasi, biayanya akan semakin mahal. Selain itu, ada beberapa metode untuk membuat aplikasi web yang juga akan memengaruhi total biayanya.
Opsi yang paling umum adalah menyewa jasa web developer atau agensi. Metode ini jauh lebih fleksibel dalam hal penyesuaian desain dan fungsionalitas aplikasi, tapi biayanya bisa cukup mahal dan memakan waktu lama.
Alternatifnya, Anda bisa menggunakan no-code platform sebagai solusi yang lebih mudah dan cepat. Cukup tambahkan, ubah, dan pindahkan elemen aplikasi di layar editor untuk membuat aplikasi web dasar tanpa perlu menulis kode.
Namun, meskipun lebih terjangkau dan praktis, platform ini biasanya memiliki beberapa batasan dalam hal kustomisasi dan upgrade.
Opsi yang lebih modern dan inovatif adalah AI untuk membuat aplikasi web, seperti Hostinger Horizons. Cukup jelaskan ide aplikasi Anda di kolom chat seperti sedang bercakap-cakap biasa, lalu tool ini akan menghasilkan aplikasi web sesuai keinginan Anda.
Metode ini tentunya lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih mudah disesuaikan sehingga bisa menjadi pilihan ideal bagi Anda yang ingin membuat aplikasi web sendiri tanpa harus menyewa jasa tim developer.
Di sisi lain, ada sejumlah faktor yang akan memengaruhi total anggaran Anda, mulai dari proses awalnya hingga maintenance jangka panjang. Berikut gambaran singkatnya:
| Faktor | Cakupan | Kisaran biaya |
| Metode Pengembangan | Tradisional, tanpa coding, atau didukung AI | $0 – $150.000+ (sekitar Rp0-Rp2,6 M) |
| Kompleksitas | Mulai dari tool sederhana hingga platform dengan beragam fitur | Bervariasi |
| Desain dan UI/UX | Desain kustom, animasi, uji user experience | $500 – $20.000 (sekitar Rp8,5 juta-Rp340 juta) |
| Hosting dan infrastruktur | Server, database, nama domain, keamanan | $5 – $500/bulan (sekitar Rp85.000-Rp8,5 juta) |
| Integrasi pihak ketiga | API, payment gateway, layanan eksternal | $0 – $5.000+ (Rp0-Rp85 juta) |
| Maintenance | Perbaikan bug, update, patch keamanan | $50 – $5.000/bulan (Rp850.000-Rp85 juta) |
Metode yang paling ideal akan bergantung pada anggaran, jadwal, dan kebutuhan teknis Anda. Mari kita uraikan biaya setiap metode tersebut sehingga Anda bisa menghitung estimasi yang tepat untuk proyek Anda.
Penting untuk memilih metode pengembangan yang tepat guna menyeimbangkan anggaran proyek, jadwal, dan kompleksitas aplikasi web Anda. Berikut detail biaya dan pertimbangan untuk setiap metode pembuatan aplikasi yang tadi disebutkan:
Dengan metode ini, Anda menyewa jasa agensi atau freelancer untuk membuat aplikasi web. Bisa dibilang, cara ini merupakan yang paling lengkap dan fleksibel, tapi biayanya juga bisa jauh lebih tinggi.
Jasa agensi adalah yang paling mahal, biasanya berkisar antara $20.000 (sekitar Rp340 juta) hingga $150.000 (sekitar Rp2,6 M), tergantung pada kompleksitas proyek Anda. Agensi menyediakan layanan yang lengkap, termasuk desain, pembuatan software, pengujian, dan dukungan setelah peluncuran sehingga Anda tidak perlu menggunakan jasa dari pihak lain lagi.
Apabila mencari opsi yang lebih terjangkau, Anda bisa menggunakan jasa freelance developer. Mereka biasanya mengenakan biaya antara $10.000 (sekitar Rp170 juta) hingga $40.000 (sekitar Rp675 juta), tergantung pada skill mereka dan cakupan proyek Anda. Meski lebih terjangkau, Anda mungkin perlu bekerja dengan beberapa freelancer sesuai bidangnya, yang bisa jadi sulit dikelola.
Kalau paham pemrograman, Anda bisa mencoba membuat aplikasi web sendiri agar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk layanan eksternal. Namun, cara ini mungkin juga tetap mahal karena Anda perlu membeli tool dan lisensi software yang diperlukan.
Selain itu, Anda perlu waktu yang tidak sebentar untuk membuat aplikasi web yang kompleks. Hal-hal lainnya pun terpaksa ditunda, yang bisa memengaruhi operasional bisnis Anda. Jadi, meskipun anggaran awalnya lebih rendah, biayanya bisa membengkak seiring waktu.
Di samping itu, metode tradisional bisa menghabiskan waktu sampai berbulan-bulan atau bahkan satu tahun penuh tergantung pada kompleksitas aplikasi web Anda. Hal ini dikarenakan Anda perlu menyusun rencana, mendesain, membuat aplikasi, dan mengujinya secara menyeluruh agar semuanya berfungsi sesuai ekspektasi.
Dari semua penjelasan di atas, mari kita rangkum kelebihan dan kekurangan membuat aplikasi web dengan cara tradisional:
Kelebihan:
Kekurangan:
No-code platform umumnya sudah cukup memadai bagi pengusaha dan bisnis kecil yang ingin membuat aplikasi web tanpa coding.
Jadi, daripada menyewa jasa developer atau menulis coding sendiri hingga berbulan-bulan, Anda bisa menggunakan tool drag-and-drop yang intuitif untuk membuat aplikasi web yang fungsional. Prosesnya pun bisa Anda selesaikan dalam hitungan hari.
Platform seperti ini biasanya menawarkan langganan bulanan, mulai dari $10 (sekitar Rp17.000) hingga $30 (sekitar Rp510.000) per bulan untuk paket dasar. Opsi yang lebih canggih dengan integrasi khusus dan kapasitas yang lebih tinggi bisa mencapai $500 (sekitar Rp8,5 juta) per bulan.
Meskipun praktis, tool-tool ini terkadang cukup terbatas. Misalnya, fitur kustomisasinya hanya sedikit, tidak ada integrasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, dan performa yang jauh berbeda dengan coding manual.
Untuk proyek skala kecil, platform seperti ini mungkin masih ideal; tapi kalau Anda membutuhkan fungsionalitas yang sangat spesifik atau canggih, opsi ini kurang cocok untuk jangka panjang.
Ada beberapa no-code platform yang bisa Anda coba, masing-masing dengan keunggulannya sendiri. Berikut beberapa contohnya:

Ketika menghitung total biaya untuk menggunakan no-code platform, perlu diingat bahwa selain mempertimbangkan biaya langganan platform, Anda juga perlu mengantisipasi biaya hosting, domain, dan layanan tambahan yang diperlukan.
Meskipun bisa lebih murah daripada menggunakan jasa developer, biayanya mungkin bertambah seiring waktu, terutama kalau Anda perlu mengupgrade platform yang digunakan.
Namun, waktu dan biaya yang terjangkau ini masih menjadi faktor menarik bagi startup dan pemilik bisnis yang perlu mengonlinekan aplikasi webnya dengan cepat tanpa modal yang besar. Lalu, apa kelebihan dan kekurangannya?
Kelebihan:
Kekurangan:
Apabila mencari solusi yang menggabungkan metode coding tradisional dan no-code platform, opsi inilah yang paling cocok untuk Anda.
Di Hostinger, Anda bisa menggunakan Hostinger Horizons untuk membuat aplikasi web yang fungsional, hanya perlu beberapa jam saja tanpa menulis coding!
Cukup berikan prompt teks sederhana yang menjelaskan ide aplikasi Anda. Kemudian, teknologi AI kami akan menangani prosesnya, lalu menghasilkan struktur, desain, dan fungsionalitas aplikasi sesuai permintaan Anda. Semakin jelas informasi yang Anda berikan, semakin baik hasilnya.
Selanjutnya, Anda bisa menyempurnakan hasilnya langkah demi langkah melalui prompt obrolan yang didukung AI.
Salah satu keuntungan menggunakan Hostinger Horizons adalah biaya yang terjangkau. Kalau belum memiliki anggaran lebih untuk menyewa jasa developer atau berlangganan no-code platform, Anda bisa menyiapkan biaya mulai dari Rp331900.00/bulan saja untuk menggunakan tool ini.
Selain itu, setiap pengguna baru akan mendapatkan web hosting Business selama satu bulan untuk mengonlinekan aplikasi webnya.
Tool ini juga bisa membantu Anda membuat aplikasi web dengan cepat sampai selesai. Kalau metode tradisional bisa memakan waktu berbulan-bulan dan no-code platform masih mengharuskan Anda mengonfigurasi sistem serta menangani masalah yang muncul, Hostinger Horizons memungkinkan Anda membuat, menguji, dan meluncurkan aplikasi dalam waktu yang lebih singkat.
Dalam hal fleksibilitas, Anda bisa membuat berbagai jenis aplikasi dengan Hostinger Horizons, mulai dari tool bisnis, dashboard yang interaktif, hingga mengintegrasikan teknologi tertentu hanya dengan menyebutkannya dalam prompt.
Namun, perlu dipahami bahwa aplikasi yang lebih kompleks mungkin memerlukan prompt yang lebih strategis dan pemahaman dasar tentang konsep web development.
Untungnya, Anda bisa mencoba Hostinger Horizons tanpa risiko karena kami memberikan jaminan uang kembali dalam 30 hari.
Setiap metode di atas akan memengaruhi biaya Anda secara keseluruhan. Di bawah ini, kami akan menguraikan komponen biaya utama untuk setiap metode tersebut agar Anda bisa menetapkan ekspektasi yang lebih realistis.
Setiap proses pengembangan aplikasi memerlukan langkah-langkah penting seperti perencanaan, desain, pembuatan, pengujian, dan peluncuran. Mari pahami biaya untuk setiap tahap ini menggunakan metode-metode yang tadi disebutkan.
Perencanaan mencakup perancangan fitur aplikasi web, pengalaman pengguna (UX), dan persyaratan teknis.
Biaya desain mencakup UI/UX, wireframe, dan elemen visual aplikasi untuk mengoptimalkan fungsionalitasnya.
Front-end development mencakup desain tampilan aplikasi web yang berinteraksi langsung dengan pengguna.
Back-end development adalah proses menangani sisi server aplikasi web (database, API, autentikasi pengguna).
Pengujian aplikasi web memastikan aplikasi Anda berfungsi dengan benar di semua perangkat dan browser, serta bebas dari bug.
Deployment adalah langkah terakhir, yaitu ketika aplikasi web Anda dionlinekan agar bisa diakses di internet.
Secara keseluruhan, pengembangan dasar aplikasi web bisa menghabiskan biaya dari $4.000 (sekitar Rp67,5 juta) hingga $75.000 (sekitar Rp1,3 M) kalau menggunakan jasa freelancer/agensi, atau dari $0 hingga $2.400 (sekitar Rp40,5 juta) per tahun kalau menggunakan no-code platform atau tool AI.
Apa pun metode yang dipilih, Anda akan membutuhkan infrastruktur yang andal agar aplikasi web Anda tetap berjalan lancar. Hal ini mencakup hosting, domain, sertifikat SSL, dan integrasi pihak ketiga. Mari simak detailnya di bawah ini.
Layanan hosting akan menjadi tempat penyimpanan aplikasi web Anda di internet, dan pilihan provider hosting Anda akan memengaruhi kecepatan loading, uptime, serta performa aplikasi Anda secara keseluruhan.
Nama domain adalah alamat aplikasi web Anda di internet (misalnya www.aplikasianda.com), dan Anda perlu mendaftarkannya.
Sertifikat SSL berfungsi untuk mengenkripsi data antara server dan pengguna, memastikan koneksi yang aman.
Database diperlukan untuk menyimpan data aplikasi, seperti informasi pengguna dan konten.
Integrasi API bisa mencakup payment gateway, API media sosial, atau layanan eksternal lainnya.
Secara keseluruhan, bagian ini bisa menghabiskan biaya antara $1.200 (sekitar Rp21 juta) hingga $15.000/tahun (sekitar Rp253 juta) untuk freelancer/agensi, atau dari $0 hingga $2.000 per tahun (sekitar Rp34 juta) dengan no-code platform atau tool AI.
Setelah aplikasi web Anda dionlinekan, masih ada biaya rutin yang perlu Anda keluarkan untuk maintenance, update, dan dukungan. Berikut adalah biaya yang mungkin muncul untuk setiap metode:
Biaya maintenance diperlukan untuk memastikan aplikasi Anda terus berfungsi dengan lancar setelah dionlinekan.
Update dan peningkatan mungkin diperlukan untuk menambahkan fitur, meningkatkan performa, atau memperbaiki bug seiring aplikasi Anda berkembang.
Dukungan teknis diperlukan untuk setiap aplikasi web kalau terjadi masalah atau ada pertanyaan dari pengguna.
Prosedur keamanan wajib diterapkan untuk melindungi aplikasi Anda dari pelanggaran data dan serangan cyber, yang membutuhkan tindakan dan pengeluaran rutin.
Secara keseluruhan, area ini bisa menghabiskan biaya antara $3.000 (sekitar Rp51 juta) hingga $25.000 per tahun (sekitar Rp425 juta) untuk seorang freelancer/agensi, atau dari $0 hingga $1.000 per tahun (sekitar Rp17 juta) dengan menggunakan tool no-code atau AI.
Setiap jenis aplikasi web memiliki tingkat kompleksitas, persyaratan fitur, dan opsi integrasi yang berbeda. Hal-hal ini bisa secara langsung memengaruhi total biaya Anda. Berikut estimasi biaya untuk berbagai jenis aplikasi web, tergantung pada metode pengembangan yang Anda pilih.
| Jenis aplikasi web | Freelancer/agensi | No-code platform | Tool AI |
| Aplikasi web sederhana (kalkulator, tool convert) | $2.000 – $10.000 (sekitar Rp34 juta-Rp170 juta) | $0 – $500/tahun (hingga sekitar Rp8,5 juta) | $0 – $1.000/tahun (hingga sekitar Rp17 juta) |
| Aplikasi bisnis (CRM, inventaris) | $5.000 – $50.000 (sekitar Rp85 juta-Rp850 juta) | $0 – $2.000/tahun (sekitar Rp34 juta) | $0 – $2.000/tahun (sekitar Rp34 juta) |
| Platform e-learning | $10.000 – $100.000 (sekitar Rp170 juta-Rp1,7 M) | $0 – $5.000/tahun (Rp0-Rp85 juta) | $0 – $5.000/tahun (Rp0-Rp85 juta) |
| Platform media sosial | $15.000 – $100.000+ (sekitar Rp253 juta-Rp1,7 M) | $0 – $5.000/tahun (Rp0-Rp85 juta) | $0 – $5.000/tahun (Rp0-Rp85 juta) |
| Aplikasi web e-commerce | $5.000 – $75.000 (sekitar Rp85 juta-Rp1,3 M) | $0 – $3.000/tahun (sekitar Rp0-Rp51 juta) | $0 – $2.000/tahun (sekitar Rp34 juta) |
Biaya pembuatan aplikasi web terkadang tidak hanya mencakup pengembangan dan deployment. Beberapa biaya tersembunyi bisa muncul selama aplikasi Anda tersedia.
Pengeluaran yang sering diabaikan ini bisa berdampak signifikan pada anggaran Anda; jadi, penting untuk mempertimbangkannya sejak awal.
Persyaratan keamanan
Aplikasi web harus terlindung dari berbagai ancaman keamanan, yang mungkin memerlukan biaya untuk firewall, enkripsi data, audit keamanan rutin, dan lainnya. Selain itu, Anda mungkin perlu biaya tambahan untuk mendapatkan tool, layanan, dan berkonsultasi terkait perlindungan data dan kepatuhan hukum (seperti GDPR).
Kebutuhan upgrade
Seiring dengan perkembangannya, aplikasi web Anda perlu menangani lebih banyak pengguna, data, dan traffic.
Oleh karena itu, Anda mungkin perlu upgrade paket hosting, meningkatkan resource, menggunakan layanan cloud yang bisa diatur sesuai kebutuhan, atau bahkan menyewa tim developer khusus. Biaya-biaya ini bisa meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda, tergantung pada kompleksitas aplikasi Anda.
Pelatihan dan dokumentasi
Biaya tambahan mungkin diperlukan untuk memberikan pelatihan pada tim Anda agar bisa mengoperasikan aplikasi Anda secara efektif dan menyusun dokumentasi yang lengkap. Apalagi kalau aplikasi Anda cukup kompleks dan memerlukan pengetahuan khusus, atau kalau tim Anda membutuhkan pelatihan terkait teknologi baru yang digunakan.
Biaya pemasaran
Setelah aplikasi web Anda aktif, Anda perlu mempromosikannya untuk menarik calon pengguna. Beberapa strateginya adalah iklan digital, kemitraan dengan influencer, SEO, content marketing, dan social media marketing. Tergantung pada skala campaign pemasaran Anda, biaya-biaya ini bisa bertambah dalam sekejap.
Biaya pembuatan aplikasi berbasis web memang bisa cukup mahal, tapi ada cara untuk mengelola dan menghematnya tanpa mengorbankan kualitas aplikasi Anda. Dengan menerapkan strategi ini, Anda bisa mengontrol anggaran Anda sembari mengembangkan produk yang fungsional dan efektif.
Berikut beberapa strategi penghematan biaya yang bisa membantu Anda mengoptimalkan proses pembuatan aplikasi web Anda.
1. Buat MVP (Minimum Viable Product) sebagai titik awal
Daripada langsung menghadirkan semua fitur yang Anda inginkan, cobalah untuk membuat MVP dulu. Artinya, Anda hanya menyediakan fitur-fitur penting yang menyelesaikan masalah utama pengguna. Aplikasi Anda bisa dikembangkan lagi seiring waktu berdasarkan masukan dan permintaan pengguna, membantu menghindari pemborosan resource untuk fitur yang akhirnya tidak terpakai.
2. Prioritaskan fitur-fitur utama
Anda mungkin terbawa suasana untuk menyertakan berbagai macam fitur dalam aplikasi web Anda, yang tanpa disadari bisa membuat anggaran membengkak. Jadi, coba prioritaskan fitur-fitur penting yang sekiranya akan memiliki dampak terbesar pada pengguna Anda dulu. Dengan demikian, Anda pun bisa menghemat waktu dan biaya yang perlu dialokasikan.
3. Pilih teknologi yang tepat
Memilih rangkaian teknologi yang tepat bisa membantu Anda menghemat anggaran secara signifikan, misalnya menggunakan framework open-source dan no-code/low-code platform seperti Hostinger Horizons. Dengan teknologi yang sudah terbukti andal, bisa diatur sesuai kebutuhan, dan didukung dengan baik, Anda pun tidak perlu melakukan revisi yang memakan biaya.
4. Pilih metode pengembangan yang tepat
Metode pengembangan yang Anda pilih bisa sangat memengaruhi anggaran Anda. Sebagai contoh, metode coding tradisional biasanya lebih mahal di awal, sedangkan no-code platform dan tool AI bisa menghemat anggaran Anda karena lebih praktis dan tidak membutuhkan skill coding tingkat lanjut. Jadi, pahami kompleksitas aplikasi Anda dan pilih metode yang paling hemat biaya sesuai kebutuhan Anda.
Ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk membuat aplikasi berbasis web, yang tiap-tiapnya memiliki keunggulan sendiri tergantung pada kebutuhan proyek, anggaran, dan jadwal Anda. Biayanya juga akan bervariasi tergantung pada proses yang Anda tentukan, serta persyaratan spesifik proyek Anda.
Mana pun opsi yang Anda pilih, mulailah dari hal-hal yang paling penting terlebih dahulu, lalu tambahkan upgrade seiring dengan perkembangan aplikasi web Anda.
Dengan Hostinger Horizons, Anda bisa membuat aplikasi web sendiri dengan cepat, tanpa coding, tanpa risiko dengan jaminan uang kembali dalam 30 hari kalau Anda tidak puas dengan layanan kami. Siap memulai proyek Anda? Coba Hostinger Horizons sekarang!
Prosesnya bisa berminggu-minggu hingga beberapa bulan tergantung pada metode yang digunakan. Metode tradisional dengan jasa agensi atau freelancer biasanya memakan waktu 3–6 bulan, sementara no-code platform atau tool AI seperti Hostinger Horizons bisa membantu Anda membuat aplikasi hanya dalam beberapa jam atau hari tergantung pada kompleksitasnya.
Ya, Anda bisa membuat aplikasi web tanpa harus memiliki pengalaman coding menggunakan no-code platform atau tool AI seperti Hostinger Horizons. Cukup jelaskan ide aplikasi Anda, lalu tool ini akan menangani penulisan kodenya dan menghasilkan aplikasi dari konsep Anda tanpa memerlukan skill teknis.
Anggaran minimum untuk membuat aplikasi web bervariasi tergantung pada metodenya. Dengan metode tradisional, biayanya dimulai dari $15.000 (sekitar Rp253 juta) untuk freelancer, dan bisa mencapai $150.000 (sekitar Rp2,6 M) atau lebih untuk agensi. No-code platform biasanya dimulai dari $10–$50 per bulan (sekitar Rp170.000-Rp850.000), sementara tool AI seperti Hostinger Horizons dimulai dari Rp331900.00 hingga Rp3312900.00 per bulan, tergantung pada paket yang Anda pilih.
Untuk menghemat anggaran, cobalah membuat MVP (minimum viable product) dulu yang hanya menyertakan fitur-fitur inti yang paling bermanfaat bagi pengguna. Anda juga bisa memprioritaskan fitur penting, menggunakan tool open-source, dan memilih no-code platform atau tool AI untuk menghemat anggaran awal Anda.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.