Dec 18, 2025
Faradilla A.
8menit Dibaca
Ada berbagai alasan yang mungkin mengharuskan Anda memindahkan website WordPress, misalnya migrasi ke provider hosting lain untuk performa dan keamanan yang lebih baik. Untungnya, cara migrasi WordPress juga tidak sulit, bahkan ada beberapa metode praktis bagi pemula.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah memindahkan website WordPress Anda. Baik untuk blog kecil maupun toko online besar, tutorial ini akan membantu Anda melakukan proses migrasi dengan lancar dan bebas error. Baca tutorial lengkapnya di bawah ini yuk!
Dengan persiapan yang tepat sebelum migrasi website WordPress, Anda akan turut melindungi data website agar tidak mengalami downtime, serta bisa mengevaluasi kembali setup website sebelum memindahkannya ke lingkungan hosting yang baru.
Di bagian ini, kami akan membahas 5 cara migrasi website WordPress. Pilihlah metode yang paling sesuai dengan preferensi dan pemahaman teknis Anda.
Perlu diketahui bahwa 3 metode pertama dikhususkan untuk migrasi ke Hostinger. Apabila ingin memindahkan hosting ke provider lain, Anda bisa langsung melakukan metode keempat atau kelima.
Penting! Apa pun metode migrasi yang Anda pilih, kami merekomendasikan agar Anda menggunakan lingkungan staging WordPress dulu untuk menguji website Anda di host yang baru. Hal ini membantu memastikan kelancaran migrasi tanpa memengaruhi fungsi atau user experience website yang sudah online.
Tingkat Kesulitan: Mudah
Layanan migrasi gratis dari Hostinger adalah cara tercepat dan termudah untuk memindahkan hosting WordPress ke Hostinger. Cukup isi permintaan migrasi di hPanel, lalu tim kami akan mengurus seluruh prosesnya untuk Anda.
Sebelum memulai permintaan migrasi, nonaktifkan dulu fitur 2FA atau anti-bot di akun hosting dan area admin wp-admin Anda saat ini. Selain itu, pastikan ada cukup ruang disk di server saat ini untuk backup.
Selanjutnya, pilih paket managed WordPress hosting di Hostinger. Anda tetap bisa menggunakan domain lama dengan mengarahkannya ke Hostinger setelah proses migrasi selesai.

Berikut cara menggunakan tool migrasi dari Hostinger:


Kalau website Anda offline, pilih Unggah file backup dan database Anda, lalu pilih domain yang menjadi tujuan migrasi.

Seret dan letakkan file website Anda dalam format .zip, kemudian database Anda dalam format .sql.

Jangan ubah pengaturan DNS domain Anda dulu hingga transfer selesai. Mohon tunggu antara 2-48 jam sampai website Anda berhasil dipindahkan. Anda bisa memantau progresnya di halaman Permintaan Migrasi atau di bagian Website di hPanel.
Setelah migrasi, arahkan domain lama Anda ke Hostinger. Proses propagasi DNS biasanya membutuhkan waktu 24-48 jam. Untuk memverifikasi apakah transfer berhasil, masukkan alamat IP paket Hostinger Anda di SkipDNS.
Tingkat Kesulitan: Sedang
Bagi user Hostinger, migrasi website WordPress secara manual menggunakan hPanel memungkinkan Anda mengontrol proses transfer sepenuhnya. Metode ini cocok bagi user yang lebih suka metode yang mendetail atau perlu menyesuaikan pengaturan tertentu untuk websitenya.
Mulailah dengan login ke control panel hosting Anda saat ini, lalu akses phpMyAdmin. Pilih database WordPress Anda, kemudian klik tab Export. Pilih metode Quick dan format SQL, lalu download file database Anda.

Selanjutnya, buka direktori root website Anda melalui File Manager atau FTP client seperti FileZilla. Download semua file WordPress ke komputer, termasuk folder wp-content yang berisi tema, plugin, dan file media.

Setelah database WordPress dan file-file website Anda siap, dapatkan paket web hosting di Hostinger dan ikuti langkah-langkah berikut ini:





Kalau Anda menggunakan nama domain yang baru dari Hostinger, update detail alamat website dalam database. Untuk melakukannya, buka database Anda di phpMyAdmin dan akses tabel wp_options. Edit nilai option_value untuk siteurl dan home dengan URL baru Anda.

Apabila ingin menggunakan domain lama, arahkan domain tersebut ke Hostinger. Kemudian, tunggu sampai propagasi DNS selesai.
Terakhir, cek website Anda secara menyeluruh untuk memastikan bahwa semua halaman, link, dan medianya dimuat dengan benar.
Tingkat Kesulitan: Mudah
User Hostinger bisa memanfaatkan fitur Salin Website yang sangat praktis. Fitur ini memungkinkan Anda mengkloning website yang ada ke lokasi baru pada paket hosting yang sama tanpa memengaruhi file-file website aslinya.
Metode ini cocok kalau Anda ingin migrasi website di web host yang sama, tanpa pindah ke web host lain.
Sebelum memulai, pastikan Anda sudah memiliki nama domain atau membuat subdomain baru dalam paket Anda. Untuk membuat duplikat website lama, ikuti langkah-langkah berikut:


Proses ini bisa memakan waktu hingga 15 menit, tergantung pada ukuran website. Anda bisa memantau progresnya di halaman Salin Website juga. Setelah selesai, statusnya akan diperbarui untuk menunjukkan bahwa proses duplikasi berhasil.

Harap diperhatikan bahwa hanya file website dan database saja yang akan disalin. Anda perlu mengonfigurasi secara manual akun email, akun FTP, dan SSH key yang terkait untuk domain baru.
Tingkat Kesulitan: Mudah
Anda juga bisa memindahkan website WordPress menggunakan plugin. Beberapa plugin migrasi WordPress, seperti Duplicator dan All-in-One WP Migration, memungkinkan Anda memindahkan website secara otomatis tanpa perlu repot. Kami akan menunjukkan langkah-langkahnya menggunakan All-in-One WP Migration.
Perlu diperhatikan bahwa All-in-One WP Migration memiliki batas ukuran upload file maksimum sebesar 256 MB. Kalau file backup Anda melebihi batas ini, tingkatkan ukuran upload file maksimum website WordPress Anda lebih dulu. Anda juga harus menginstal WordPress pada akun hosting yang baru sebelum melanjutkan.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk migrasi website Anda dengan All-in-One WP Migration:



Kalau proses upload memakan waktu terlalu lama atau gagal, Anda bisa mencoba mengupload file secara manual melalui FTP atau File Manager, kemudian menggunakan opsi Restore. Berikut cara melakukannya melalui File Manager:


Setelah impor selesai, perbarui struktur permalink Anda dua kali untuk memastikan kecocokannya dengan website lama Anda agar bisa secara efektif membuat ulang file .htaccess di website baru Anda:

Tingkat Kesulitan: Sulit
Apabila Anda ingin memindahkan website WordPress menggunakan cPanel, tersedia fitur Backup Wizard yang akan mempermudah prosesnya. Meskipun cPanel memfasilitasi backup penuh, Anda harus memulihkan file dan database website secara terpisah.
Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk memindahkan website WordPress menggunakan cPanel secara manual:




Ingin mempelajari tips & trik WordPress lainnya? Kunjungi tutorial WordPress kami untuk menemukan berbagai materi dan artikel terbaru tentang WordPress.
Ada beberapa situasi yang mungkin mengharuskan Anda memindahkan website WordPress. Dengan memahami kondisi ini, Anda pun bisa membuat keputusan yang tepat tentang migrasi website:
Di artikel ini, Anda sudah mempelajari cara migrasi website WordPress ke host baru menggunakan berbagai metode. Baik menggunakan layanan migrasi gratis Hostinger maupun menginstal plugin migrasi atau duplikator, setiap metode di atas akan lebih sesuai tergantung pada kebutuhan dan pemahaman teknis Anda.
Ingat, agar migrasi berhasil, Anda perlu membuat rencana yang matang, backup yang menyeluruh, dan pengujian rutin. Dengan begitu, Anda akan turut menjaga integritas dan performa website selama proses migrasi.
Sebagai penyedia web hosting terkemuka, Hostinger menawarkan layanan migrasi website WordPress gratis. Cukup kirimkan permintaan migrasi dan berikan kredensial website WordPress Anda. Selain itu, Anda bisa mengupload file backup melalui hPanel, lalu tim kami akan mengurus semua prosesnya.
Ya, Anda bisa memindahkan website WordPress ke host baru. Ada beberapa metode yang bisa Anda lakukan, termasuk menggunakan plugin dan migrasi manual, untuk memastikan website Anda berjalan lancar di provider hosting yang baru.
Untuk memindahkan website WordPress ke host lain, buat backup file dan database website lebih dulu. Kemudian, upload file-file tersebut ke server hosting yang baru. Terakhir, perbarui pengaturan DNS domain Anda agar mengarah ke server yang baru untuk menyelesaikan proses migrasi.
Durasinya bisa bervariasi, dari beberapa jam hingga 48 jam, tergantung pada ukuran website dan spesifikasi akun web hosting baru Anda. Ingat, propagasi DNS juga bisa menambah durasi ini, jadi estimasikan potensi downtime website Anda dengan cermat.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.