Jun 03, 2025
Faradilla A.
15menit Dibaca
Industri e-learning kini terus berkembang dengan meningkatnya penggunaan internet di seluruh dunia. Tren ini pun turut membuka peluang untuk menghasilkan keuntungan di internet, yaitu dengan menjual kursus online.
Model bisnis ini umumnya tidak memerlukan modal yang besar. Bagi pengusaha, menjual kursus online juga bisa membantu meningkatkan brand awareness, membangun otoritas di industri yang ditekuni, dan mendapatkan lebih banyak klien.
Tertarik untuk menjual kursus online juga? Anda sudah membaca panduan yang tepat! Di artikel ini, kami akan membagikan cara menjual kursus online, mulai dari menyiapkan materi, menentukan harga, hingga memasarkannya.
Kami juga akan membagikan tips penting untuk membantu Anda memaksimalkan penjualan dan sukses dari bisnis ini. Yuk, baca selengkapnya di bawah ini!

Sebelum mulai menjual kursus online, penting untuk memahami cara membuat materi kursus yang menarik dan relevan bagi target audiens Anda. Dengan begitu, kursus Anda bisa mendapatkan banyak peminat dan memberikan manfaat bagi peserta.
Berikut langkah-langkah untuk membuat kursus online yang bermanfaat dan menghasilkan uang:
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih topik kursus online:
Biasanya, orang-orang mengikuti kursus online karena membutuhkan solusi atas masalah mereka atau ingin mencapai tujuan tertentu. Jadi, pastikan Anda menyampaikan manfaat kursus Anda sejak awal agar calon peserta tahu materi dan hasil yang akan mereka dapatkan.
Model pembelajaran kursus yang efektif umumnya mencakup hal-hal berikut ini:
Berikut adalah beberapa contoh hasil pembelajaran kursus yang efektif:
Buat Rencana Kursus yang Jelas
Setelah menentukan topik dan tujuan kursus, pada langkah ini Anda bisa mulai menyusun struktur dan penyajian materi kursus Anda.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada langkah ini:


Buat Materi Kursus yang Menarik
Selanjutnya, buatlah konten kursus yang lengkap dan berguna bagi peserta Anda.
Konten yang efektif harus bisa menyampaikan informasi dalam cara yang jelas, menarik, dan mudah dipahami, terutama untuk topik-topik yang rumit. Luangkan waktu untuk mempelajari strategi ini agar kursus Anda mudah diikuti oleh para peserta.
Proses ini memang tidak mudah, tapi ada banyak cara yang bisa dicoba. Misalnya, Anda bisa melihat kembali konten yang pernah dibuat, seperti artikel blog, video YouTube, atau ebook, lalu mengubahnya menjadi materi kursus.
Simak berbagai konten populer terkait topik kursus Anda dan gunakan sebagai inspirasi untuk membuat materi Anda sendiri. Selain itu, Anda juga bisa menyusun materi dari sumber lain seperti podcast, webinar, atau wawancara dengan para ahli di bidang Anda.
Selanjutnya, tentukan cara penyajian konten dan format yang paling sesuai untuk topik yang Anda ajarkan, seperti video, panduan PDF, atau rekaman suara.
Pilihlah format yang paling sesuai dengan peserta Anda dan mampu menyampaikan semua materi Anda secara efektif. Jangan takut untuk bereksperimen dan mengombinasikan berbagai format guna membantu peserta mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.
Apabila Anda ingin belajar lebih lanjut tentang proses penyusunan kursus online, lihat panduan lengkap kami tentang cara membuat kursus online.
Judul kursus adalah elemen penting yang harus diperhatikan agar kursus online Anda bisa menarik calon peserta untuk melakukan pendaftaran.
Mengingat judul adalah hal pertama yang akan dilihat oleh calon peserta, pastikan Anda membuat judul kursus yang jelas dan spesifik.
Berikut adalah beberapa tips yang untuk membuat judul kursus yang menarik:

Anda harus cermat dalam memilih platform sehingga kursus online Anda bisa mendapatkan peserta.
Melalui platform yang tepat, peserta bisa mengakses materi kursus dengan cepat dan mudah, serta membantu mereka mengikuti kursus Anda tanpa masalah.
Selain itu, platform yang dirancang khusus untuk kursus online biasanya menyediakan fitur yang intuitif dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Hal ini pun akan turut membantu meningkatkan kepuasan dan hasil belajar para peserta.
Saat memilih platform untuk menjual kursus online, pertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, opsi hosting, metode penyajian, kemudahannya untuk diatur sesuai kebutuhan, serta fitur yang ditawarkan.
Berikut beberapa opsi yang bisa Anda pertimbangkan:
Platform kursus online menyediakan berbagai tool untuk membuat, memasarkan, dan menjual kursus bagi para course creator dan pengajar yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Beberapa platform online course populer yang bisa Anda pilih di antaranya adalah:

Apabila ingin menjual kursus online secara langsung, Anda bisa mencoba menggunakan website sendiri.
Dengan website sendiri, Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal dari penjualan kursus, serta bisa sepenuhnya mengatur desain dan penyajiannya. Anda juga bebas menetapkan harga, format, dan strategi pemasaran kursus sesuai preferensi.
Namun, opsi ini mungkin membutuhkan biaya awal yang lebih besar karena Anda memerlukan hosting dan domain. Selain itu, Anda perlu merencanakan strategi tambahan untuk mempromosikan kursus.
Apabila memang ingin membuat website kursus online sendiri, Anda bisa menggunakan CMS seperti WordPress. Platform ini cocok untuk membuat berbagai jenis website, mulai dari portofolio hingga toko online.
Namun kalau Anda belum begitu memahami HTML dan CSS, prosesnya mungkin akan cukup sulit.
Anda bisa menggunakan website builder sebagai alternatif untuk membuat website tanpa coding. Platform ini menyediakan editor drag-and-drop yang intuitif untuk membantu Anda membuat dan mendesain website dengan mudah.
Tidak perlu jauh-jauh mencari, karena Hostinger memiliki website builder canggih dengan teknologi AI yang bisa Anda manfaatkan.
Berikut beberapa kelebihan Website Builder Hostinger:

Kalau belum memiliki gambaran untuk membuat website kursus online sendiri, Anda bisa menemukan inspirasi desain web dari beberapa referensi berikut:

Ingat, mendesain website bukan hanya tentang membuat visual yang menarik, tapi juga memastikan website Anda user-friendly dan mudah diakses. Dengan begitu, Anda bisa menjangkau lebih banyak audiens yang relevan dengan topik kursus Anda.
Pilihan berikutnya adalah menjual kursus di marketplace kursus online.
Melalui platform ini, Anda bisa menjangkau jutaan calon peserta tanpa repot-repot melakukan strategi pemasaran tingkat lanjut. Platform ini juga menyediakan berbagai tool untuk membantu Anda membuat dan mengiklankan kursus.
Beberapa platform populer yang bisa Anda coba adalah Udemy dan Skillshare. Keduanya menyediakan fitur untuk membuat konten kursus yang menarik, memproses pembayaran, dan menangani dukungan pelanggan.

Untuk menjual kursus online dan mendapatkan keuntungan, Anda perlu menetapkan harga yang tepat. Kisaran harga kursus online bisa sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk kursus singkat hingga puluhan juta untuk paket kursus yang lebih lengkap.
Kuncinya adalah menentukan harga yang menarik bagi calon peserta, tapi tetap sepadan dengan upaya yang sudah Anda lakukan.
Mari pahami beberapa pertimbangan berikut untuk menentukan harga kursus online Anda:
Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan model penetapan harga khusus sesuai dengan kebutuhan dan anggaran peserta.
Beberapa contoh model penetapan harga yang bisa dipilih adalah:
Kursus Gratis
Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, Anda bisa mencoba menawarkan kursus gratis. Strategi ini juga bisa berfungsi sebagai lead magnet untuk mempromosikan kursus Anda lainnya.
Menggunakan model ini, calon peserta bisa melihat dulu kualitas konten Anda sebelum memutuskan untuk mendaftar kursus berbayar. Namun, hal ini membutuhkan perencanaan yang tepat untuk memastikan konten gratis Anda tetap menarik meskipun hanya menyajikan konten perkenalan.
Pembayaran Satu Kali
Dengan model ini, peserta perlu membayar biaya kursus satu kali di awal untuk mengakses seluruh materi yang Anda ajarkan.
Model ini menguntungkan bagi peserta karena tidak perlu komitmen jangka panjang, serta menghasilkan pendapatan yang lebih pasti bagi course creator untuk merencanakan kursus baru atau strategi pemasaran lainnya.
Namun, kekurangan model ini adalah pendapatan yang diperoleh mungkin tidak cukup untuk menutup biaya produksi mendadak, pengelolaan cash flow yang harus lebih cermat, dan sulit menerapkan strategi upselling.
Model Langganan
Model penetapan harga lain yang sangat cocok untuk kursus online adalah model langganan, yang juga dikenal sebagai model keanggotaan.
Menggunakan model ini, peserta akan membayar biaya bulanan atau tahunan untuk mendapatkan akses ke konten kursus Anda. Model ini banyak digunakan oleh platform pembelajaran, website edukasi, atau penyedia kursus digital.
Apabila ingin mengelola aliran pendapatan yang lebih stabil sekaligus membangun relasi dengan para peserta, model ini mungkin cocok untuk Anda.

Langganan juga membantu Anda membangun komunitas dan loyalitas dengan peserta kursus, terutama kalau Anda menyediakannya melalui website membership.
Namun, Anda harus memastikan untuk merilis konten baru secara rutin agar peserta tetap tertarik untuk berlangganan. Kalau tidak, mereka mungkin akan membatalkan langganan.
Pada akhirnya, setiap model harga mungkin lebih cocok untuk jenis kursus tertentu, dan semuanya akan kembali pada tujuan bisnis Anda.
Misalnya, kalau ingin mendapatkan pendapatan cepat, model pembayaran satu kali bisa lebih efektif. Namun, kalau Anda ingin membangun hubungan jangka panjang dengan para peserta, model langganan mungkin akan lebih ideal.
Gunakan harga yang berakhiran angka ganjil, seperti Rp24.900 atau Rp99.800, untuk membuatnya terlihat lebih menarik dan terjangkau.
Anda bisa meningkatkan penjualan kursus online dengan menerapkan beberapa strategi berikut:
Setelah menetapkan harga yang menarik, sekarang saatnya memasarkan kursus online Anda.
Pada langkah ini, Anda perlu menerapkan strategi promosi yang efektif untuk mencapai target penjualan. Selain itu, strategi promosi yang tepat akan menarik calon peserta untuk mendaftar kursus Anda.
Namun, semuanya tentu memerlukan perencanaan yang matang.
Ada beberapa strategi pemasaran yang terbukti ampuh untuk mempromosikan kursus online. Jangan ragu untuk mencoba berbagai metode hingga Anda menemukan strategi yang mampu memberikan ROI (laba atas investasi) maksimal.
Funnel Penjualan
Untuk meningkatkan angka penjualan, Anda perlu memiliki funnel penjualan yang efektif. Funnel penjualan adalah serangkaian langkah yang dirancang dari awal untuk membuat calon peserta mengetahui kursus Anda hingga memutuskan untuk membelinya.
Rencanakan setiap tahap funnel dengan cermat untuk memaksimalkan peluang transaksi dari para calon peserta.
Pertama, Anda perlu meningkatkan kesadaran calon peserta tentang kursus Anda. Untuk melakukannya, manfaatkan berbagai saluran pemasaran seperti media sosial, email marketing, atau iklan berbayar.
Selanjutnya, buat mereka tertarik untuk melakukan pendaftaran. Hal ini bisa dicapai dengan memberikan informasi yang mendetail tentang konten kursus Anda dan manfaatnya.
Setelah itu, arahkan mereka untuk mengambil tindakan, seperti menyelesaikan pendaftaran atau melakukan pembelian. Terakhir, ajak mereka untuk memberikan ulasan atau membeli kursus lainnya setelah menyelesaikan kursus pertama.
Lead Magnet
Lead magnet adalah tool atau materi gratis yang bisa Anda tawarkan kepada calon peserta apabila mereka bersedia memberikan informasi kontaknya, seperti alamat email. Bentuknya bisa berupa eBook, panduan, webinar, atau template gratis.

Untuk menerapkan strategi lead magnet yang sukses, Anda perlu menawarkan sesuatu yang bermanfaat dan relevan dengan konten kursus Anda.
Misalnya, Anda bisa memberikan eBook berjudul “Cara Mempercepat Website” secara gratis, lalu mengajak calon peserta untuk membeli kursus lanjutan kalau ingin mendapatkan informasi selengkapnya.
Anda juga bisa menggunakan lead magnet untuk mengarahkan traffic ke halaman penjualan kursus, atau sebagai bagian dari strategi affiliate marketing dengan bisnis lain.
Halaman Penjualan
Halaman penjualan berfungsi untuk meyakinkan calon peserta agar mendaftar kursus Anda. Di halaman ini, Anda bisa mengajak pengunjung untuk melakukan beberapa tindakan, seperti mendaftar kelas atau berlangganan newsletter.
Beberapa elemen penting yang sebaiknya ada di halaman penjualan untuk meningkatkan konversi antara lain:
Untuk membuat halaman penjualan, Anda bisa menggunakan platform seperti Teachable dan Thinkific yang menyediakan template dan editor drag-and-drop untuk membuat halaman penjualan tanpa repot.

Namun, semua halaman yang dibuat di platform tersebut akan memiliki desain serupa, yang mungkin kurang efektif untuk meningkatkan branding.
Apabila ingin mendesain halaman yang selaras dengan brandi Anda, pertimbangkan untuk menggunakan website Anda sendiri.
Misalnya, kalau menggunakan WordPress, Anda bisa memanfaatkan plugin page builder seperti Beaver Builder atau Divi untuk membuat halaman penjualan yang terintegrasi dengan website Anda.
SEO (Optimasi Mesin Pencari)
Strategi SEO sangat penting untuk memastikan kursus Anda bisa ditemukan dengan mudah oleh calon peserta melalui mesin pencari seperti Google. Untungnya, beberapa strategi optimasi website ini tidak memerlukan skill teknis tingkat lanjut.
Pertama, gunakan kata kunci yang relevan di seluruh teks website, termasuk meta title dan meta description, untuk memastikan website Anda SEO-friendly.
Kemudian, buatlah navigasi website yang mudah diakses dan optimalkan website Anda untuk perangkat seluler.
Berikutnya, terbitkan konten kursus yang berkualitas, seperti video materi, artikel blog, atau infografis yang menarik agar peserta tidak bosan menyimaknya.
Terakhir dan yang paling penting, konten Anda harus asli dan informatif. Sebab, siapa pun pasti tidak suka dengan materi yang terlalu bertele-tele dan tidak bermanfaat.
Anda juga bisa mempromosikan kursus di media sosial atau saluran online lainnya untuk meningkatkan otoritas Anda di bidang yang ditekuni.
Dengan memaksimalkan strategi SEO, kursus online Anda pun akan lebih mudah ditemukan oleh calon peserta yang mencari topik tersebut di internet.
Apabila baru akan membuat kursus online pertama Anda, cobalah untuk menargetkan long-tail keyword. Selain tingkat persaingannya rendah, kata kunci ini bisa membantu menargetkan pencarian yang lebih spesifik dan menjangkau calon peserta dengan lebih efektif.
Content Marketing
Strategi content marketing dilakukan dengan membuat dan mendistribusikan konten yang bermanfaat untuk menarik target audiens.
Misalnya, Anda bisa membuat blog untuk membahas topik-topik yang relevan dengan kursus Anda serta menekankan manfaat yang akan didapatkan peserta.
Contohnya, kalau Anda menawarkan kursus SEO untuk pemula, tulislah artikel tentang riset kata kunci atau strategi link building, lalu tambahkan link ke halaman kursus Anda. Bagikan juga konten tersebut di media sosial untuk menjangkau lebih banyak calon peserta.
Namun, meskipun biayanya cenderung rendah, strategi ini membutuhkan waktu yang lama sampai berhasil karena diperlukan proses kreatif yang cermat untuk membuat dan mengoptimasi konten.
Iklan Berbayar
Memasang iklan berbayar di mesin pencari, media sosial, atau website niche bisa menjadi cara cepat untuk mendatangkan traffic ke kursus online Anda.
Strategi ini bisa lebih hemat biaya karena iklan bisa ditargetkan secara spesifik ke calon peserta yang kemungkinan besar tertarik dengan kursus Anda.
Anda juga bisa memantau performa iklan dan menyesuaikan penargetannya kalau diperlukan. Beberapa jenis iklan berbayar yang bisa Anda coba adalah:
Email Marketing
Membuat email list atau daftar email masih cukup efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Anda bisa menggunakan email untuk mempromosikan kursus baru, mengingatkan peserta tentang tenggat waktu penyelesaian kursus, atau menawarkan promo dan diskon khusus.
Ikuti tips berikut ini untuk membuat email list yang efektif:
Di bagian ini, kami akan membagikan beberapa tips untuk membantu Anda sukses membuat dan menjual kursus online:
Bangun Kepercayaan Calon Peserta
Kepercayaan adalah kunci untuk meyakinkan calon peserta agar bersedia mengikuti kursus Anda. Selain itu, kepercayaan membantu membangun kredibilitas dan loyalitas peserta. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba:
Mudahkan Akses dan Proses Pembelian Kursus
Hal lain yang perlu dipertimbangkan saat menjual kursus online adalah memastikan kursus Anda mudah diakses dan dibeli oleh calon peserta.
Kalau menggunakan marketplace seperti Udemy atau SkillShare, proses pembayarannya akan ditangani oleh platform tersebut.
Namun, kalau menjual kursus di website sendiri, pastikan Anda menambahkan deskripsi kursus yang jelas dan mendetail serta menerapkan alur pembelian yang cepat dan mudah.
Misalnya, beberapa course creator menggunakan sistem pembayaran dua langkah yang terdiri dari pendaftaran akun dan pengisian informasi pembayaran. Hubungkan sistem pembayaran Anda dengan payment gateway seperti PayPal atau Stripe. Melalui platform ini, Anda bisa menerima berbagai metode pembayaran yang bisa meningkatkan kepuasan peserta dan angka transaksi.

Dapatkan Masukan dari Peserta
Untuk meningkatkan kualitas kursus online Anda, cari tahu apa yang diinginkan oleh para peserta dan cara yang tepat untuk memenuhinya. Dalam hal ini, Anda bisa meminta masukan dari para peserta tentang pengalaman mereka selama mengikuti kursus Anda.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan metode berikut untuk mendapatkan masukan terkait kursus Anda:
Menjual kursus online bisa menjadi bisnis yang menguntungkan untuk mendapatkan penghasilan, serta menjangkau audiens yang lebih luas untuk memberikan edukasi yang bermanfaat.
Untuk mulai mendapatkan uang dengan menjual kursus online, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
Ingat, Anda perlu membangun personal branding yang kuat untuk membangun kepercayaan dalam menjual kursus online. Pastikan kursus Anda mudah diakses dan tersedia dalam alur pembelian yang ringkas. Selain itu, coba dapatkan masukan dari peserta untuk meningkatkan kualitas kursus Anda.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara menjual kursus online secara efektif dan mengembangkan bisnis kursus Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.