Jan 08, 2025
Faradilla A.
5menit Dibaca
SSH atau Secure Shell adalah protokol yang berfungsi untuk mengelola server jarak jauh. Anda bisa menggunakan SSH untuk mengelola file, memantau server, hingga menginstal aplikasi secara remote.
Selain itu, data Anda akan lebih terjamin keamanannya saat diakses menggunakan SSH berkat teknologi enkripsi yang diterapkannya.
Kalau Anda sedang mencari tutorial cara menggunakan SSH, kami akan memandu Anda melalui artikel ini. Kami juga akan membagikan tips yang bisa Anda coba untuk mengoptimalkan penggunaannya. Yuk, lanjutkan membaca!
Sebelum mulai, persiapkan hal-hal berikut terlebih dahulu:

Setelah semua siap, yuk, langsung mulai tutorial cara menggunakan SSH di bawah ini!
Umumnya, ada 3 metode yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan SSH, yaitu melalui Terminal Linux atau macOS, menggunakan SSH key, serta melalui SSH client seperti PuTTY.
Di bagian ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah menggunakan SSH dengan ketiga metode tersebut.
Anda bisa menggunakan SSH di Linux atau macOS tanpa harus menginstal tool tambahan, karena keduanya sudah memiliki terminal bawaan yang mendukung OpenSSH.
Berikut caranya:
ssh username@ip_address -p port
Contohnya seperti berikut ini:
ssh root@192.0.2.1 -p 22
Di hPanel, Anda bisa langsung menyalin perintah SSH untuk mengakses server Anda sehingga tidak perlu repot-repot mengetiknya secara manual.


Menggunakan SSH melalui terminal membantu Anda mengelola server dengan mudah dan efisien. Setelah ini, Anda pun bisa menjalankan perintah-perintah SSH untuk melakukan berbagai tugas.
Mengakses server menggunakan SSH biasanya memerlukan autentikasi dengan password. Namun, Anda bisa menggunakan SSH key agar tidak perlu memasukkan password untuk menggunakan SSH.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
ssh-keygen -t rsa -b 2048 -C "email@example.com"
Berikut penjelasan perintah di atas:

Apabila menggunakan cPanel, Anda bisa menambahkan kunci publik menggunakan file manager. Temukan folder .ssh, klik dua kali file authorized_keys, lalu tempel isi file id_rsa.pub yang disimpan di perangkat Anda ke dalamnya.

Untuk metode manual, Anda bisa menggunakan perintah ssh-copy-id seperti berikut ini:
ssh-copy-id -p port -i path/ke/file/id_rsa.pub username@ip_address
chmod 600 ~/.ssh/id_rsa
Metode ini direkomendasikan bagi Anda yang sering mengakses server secara remote agar tidak perlu bolak-balik memasukkan kata sandi. Apabila membutuhkan panduan yang lebih mendetail terutama untuk mengakses VPS, baca artikel kami tentang SSH tanpa password.
PuTTY adalah salah satu SSH client paling populer untuk Windows. Dengan PuTTY, Anda bisa mengakses server melalui koneksi SSH tanpa harus menggunakan terminal bawaan.
Berikut langkah-langkah detail untuk menggunakan PuTTY:

Dengan PuTTY, Anda bisa mengakses server melalui SSH di perangkat Windows dan mengelola server Anda menggunakan perintah-perintah yang diperlukan. Apabila memerlukan panduan lebih lanjut, baca panduan kami tentang cara menggunakan PuTTY untuk SSH.
Agar Anda bisa menggunakan SSH dengan lebih efisien, aman, dan nyaman, kami punya beberapa tips berikut ini yang bisa Anda ikuti:
Memanfaatkan perintah SSH dengan tepat dapat membuat pengelolaan server menjadi lebih cepat dan efektif.
Misalnya, Anda bisa menggunakan perintah cd untuk berpindah direktori, ls untuk melihat isi direktori, dan rm untuk menghapus file atau folder.
Selain itu, perintah seperti scp dan rsync bisa Anda gunakan untuk mentransfer file dengan aman. Untuk mempelajari daftar perintah SSH lainnya, Anda bisa membaca panduan kami tentang cara menggunakan command SSH.
Port default SSH adalah 22, yang sering menjadi target serangan brute force. Untuk meningkatkan keamanan koneksi, sebaiknya ganti port default dengan port lain yang lebih aman.
Di Hostinger, kami mengganti port default tersebut dengan port custom untuk akses yang lebih aman.
Apabila Anda ingin mengganti port SSH di server Anda sendiri, simak langkah-langkah selengkapnya dalam panduan kami tentang cara mengganti port SSH di VPS.
Meskipun SSH bisa menjadi tool praktis untuk mengelola server secara remote, terkadang ada saja error yang muncul saat Anda menggunakannya.
Untungnya, sebagian besar error ini bisa diatasi dengan mudah tanpa mengharuskan Anda mencari bantuan teknis tambahan.
1. Connection refused
Error ini biasanya terjadi karena layanan SSH di server tidak aktif atau port SSH yang digunakan berbeda dari port default.
Pastikan layanan SSH sudah berjalan di server dengan memeriksa statusnya menggunakan perintah berikut:
sudo service ssh status
Kalau statusnya tidak aktif, Anda bisa mengaktifkannya dengan perintah:
sudo service ssh start
Selain itu, cek apakah port yang Anda gunakan sesuai dengan pengaturan server. Apabila menggunakan port selain default, tambahkan parameter port saat melakukan koneksi, misalnya:
ssh username@ip_address -p custom_port
2. Permission denied
Error ini sering muncul akibat username atau password yang salah, atau karena SSH key yang tidak sesuai.
Periksa kembali username dan password Anda, pastikan sudah sesuai dengan informasi yang diberikan provider hosting.
Apabila menggunakan SSH key, pastikan file key memiliki izin akses yang benar. Anda bisa mengatur izinnya dengan menggunakan perintah berikut:
chmod 600 ~/.ssh/id_rsa
3. Timeout saat mencoba koneksi
Masalah ini biasanya disebabkan oleh koneksi internet yang tidak stabil atau firewall server yang memblokir koneksi.
Untuk mengatasinya, periksa koneksi internet Anda dulu. Kalau tidak ada masalah, pastikan firewall di server mengizinkan koneksi SSH.
Anda bisa memeriksa aturan firewall dengan perintah:
sudo ufw status
Apabila port SSH diblokir, tambahkan aturan untuk membuka port dengan perintah berikut:
sudo ufw allow ssh
Melalui artikel ini, Anda sudah mempelajari berbagai cara menggunakan SSH, mulai dari login melalui terminal hingga memanfaatkan aplikasi seperti PuTTY dan SSH key untuk meningkatkan efisiensi penggunaan SSH.
Setelah berhasil mengakses server, Anda pun bisa menjalankan perintah SSH untuk mengelola server secara remote melalui koneksi yang terenkripsi. Anda juga bisa meningkatkan keamanan akses server dengan mengganti port default SSH.
Mudah-mudahan artikel ini berhasil memandu Anda menggunakan SSH dengan berbagai metode, ya. Selamat mencoba! Apabila masih memiliki pertanyaan atau menjumpai error, jangan ragu untuk bertanya kepada kami melalui kolom komentar, ya.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.