Dec 18, 2025
Faradilla A.
10menit Dibaca
Gutenberg adalah editor default yang digunakan di WordPress 5.0. Sebagai pengganti editor TinyMCE, Gutenberg memungkinkan Anda membuat postingan di WordPress secara lebih interaktif.
Setelah update WordPress 5.9, Gutenberg bahkan menyertakan semua aspek penyesuaian untuk menghadirkan pengalaman FSE (full site editing). Artinya, Anda bisa merancang dan mendesain keseluruhan website WordPress dengan editor ini.
Anda bisa menambahkan elemen website seperti paragraf, heading, daftar, tombol, widget, konten video atau foto, dan kolom menggunakan block. Gutenberg juga menampilkan visual halaman secara lebih baik sehingga mirip dengan website builder, bukan sekadar editor.
Lanjutkan membaca yuk, karena di artikel ini kami akan menjelaskan lebih lanjut cara kerja Gutenberg WordPress dan perbedaannya dengan editor sebelumnya. Selain itu, kami juga akan menujukkan cara menggunakan editor Gutenberg WordPress. Mari mulai!
Meskipun fungsinya kurang lebih sama, ada perbedaan yang cukup signifikan antara Gutenberg dan editor klasik WordPress.

Editor klasik WordPress menggunakan editor HTML WYSIWYG (What You See Is What You Get) TinyMCE, dengan tampilan yang ringkas dan familiar untuk menulis dan mengedit postingan serta halaman. Editor ini mirip dengan aplikasi teks biasa seperti Microsoft Word, yang menyediakan format tulisan tebal, miring, atau daftar.
Di editor visual, Anda bisa langsung mengupload gambar menggunakan fitur yang sudah ada. Apabila menggunakan editor teksnya, Anda bisa menambahkan kode HTML kustom ke postingan dan halaman Anda.
Walaupun mudah digunakan, desain editor klasik ini kurang fleksibel. Untuk membuat desain yang lebih rumit atau tata letak yang kompleks, biasanya Anda memerlukan plugin tambahan atau kode HTML khusus.
Proses menambahkan gambar dan video juga cukup merepotkan. Selain itu, Anda tidak bisa melihat tampilan langsung konten Anda saat sedang mengedit.
Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menggunakan editor blok Gutenberg.
Gutenberg tidak hanya menggunakan satu kotak teks, tapi blok-blok yang terpisah untuk setiap elemen, termasuk media. Oleh karena itu, proses desain halaman menjadi lebih mudah dan hasilnya bisa terlihat langsung.
Fitur drag-and-drop editor ini tidak mengharuskan Anda menggunakan shortcode atau plugin tambahan. Anda bisa membuat desain sendiri dan langsung melihat hasilnya. Anda juga bisa mengubah pola dan tata letak blok sesuai kebutuhan.
Dengan fitur full site editing, Anda sekarang bisa mendesain header, footer, dan elemen website lainnya langsung dalam konten Anda. Gutenberg juga memudahkan developer untuk membuat blok dan template khusus yang bisa dipakai ulang.
Berikut rangkuman perbedaan antara editor Gutenberg dan editor klasik:
| Editor Gutenberg | Editor klasik | |
| Tampilan editor | Responsif dan intuitif dengan pengaturan menu yang mudah dipahami. | Tampilan teks sederhana, mirip Google Docs. |
| Pembuatan konten | Menggunakan blok dengan konten siap pakai dan bisa diubah-ubah. | Menyediakan kanvas kosong untuk menulis postingan dan halaman. |
| Kemudahan penggunaan | Menggunakan blok drag-and-drop. Tidak selalu perlu menggunakan coding. | Berfungsi seperti Google Docs, tapi memerlukan sedikit pengetahuan HTML dasar. |
| Fitur | Menyediakan blok drag-and-drop, pratinjau real-time, dan kustomisasi mudah untuk semua tingkat ketrampilan. | Menyediakan kotak teks sederhana dengan tool pemformatan dasar. |
| Kelebihan | Desain yang fleksibel, blok drag-and-drop, pratinjau real-time, dan template yang dapat digunakan kembali. | Tampilan sederhana dan familiar dengan pemformatan yang praktis dan mudah dipelajari. |
| Kekurangan | Membutuhkan sedikit latihan agar terbiasa. | Kurangnya fleksibilitas desain, tool tata letak visual, dan fitur penyesuaian modern. |
Block editor sudah terinstall secara default di WordPress versi 5.0 dan yang lebih baru. Bagi user WordPress versi lama, block editor bisa diinstall menggunakan plugin Gutenberg. Namun, kami tetap menyarankan untuk mengupdate software inti WordPress ke versi terbaru guna mengoptimalkan keamanan.
Apabila menggunakan Hostinger, Anda tidak perlu repot-repot melakukan update manual. Paket Managed WordPress kami sudah menyertakan Smart Update Otomatis WordPress yang akan menjaga website Anda tetap aman dan up-to-date.
Karena setiap update WordPress biasanya memiliki perbaikan untuk Gutenberg, Anda bisa menghemat waktu dengan mengaktifkan fitur smart update melalui hPanel.
Gutenberg menggunakan konsep blok konten individu untuk menambahkan dan mengedit berbagai elemen dalam postingan dan halaman.
Anda bisa mengatur dan menyesuaikan tampilan setiap elemen blok ini. Misalnya, Anda bisa memilih warna latar belakang atau ukuran lebar yang berbeda untuk seluruh blok tanpa memengaruhi elemen lainnya.

Untuk menemukan semua blok yang tersedia, klik ikon “+” (Block Inserter). Anda akan melihat panel otomatis yang mencantumkan semua blok menurut strukturnya. Setiap blok ini memiliki konfigurasi dan tool desainnya masing-masing.
Sebagai contoh, blok paragraf (paragraph) menyediakan opsi untuk mengubah warna dan format teks. Sementara itu blok gambar (image) memiliki tool untuk menambahkan alt text dan menyesuaikan dimensi gambar.
Update terbaru WordPress juga menghadirkan berbagai fitur baru pada editor konten default untuk mendukung pengeditan penuh website, seperti:
Lebih kerennya lagi, Gutenberg menyertakan pola blok dari rangkaian blok yang sudah disusun. Pola ini biasanya berisi beberapa tata letak kolom, susunan tombol, dan komposisi gambar.
Developer dan user WordPress berpengalaman bisa membuat blok dan pola blok WordPress sendiri lalu membagikannya melalui plugin.
Apabila belum terbiasa atau merasa kesulitan untuk menggunakan block editor baru ini, Anda bisa menonaktifkannya dengan dua cara: menginstall plugin WordPress atau mengedit file functions.php.
Cara pertama dan yang paling cepat, Anda bisa menginstal plugin Classic Editor yang akan otomatis menonaktifkan Gutenberg saat plugin diaktifkan.
Untuk menonaktifkan Gutenberg pada jenis postingan atau user role tertentu saja, sebaiknya gunakan plugin seperti Disable Gutenberg. Plugin ini akan secara default menonaktifkan Gutenberg sepenuhnya di website WordPress Anda.
Anda bisa menghapus centang pada opsi Complete Disable di pengaturan plugin apabila ingin menonaktifkan block editor bagi user role, postingan, template, atau ID postingan tertentu.

Atau Anda juga bisa mencoba cara menonaktifkan editor Gutenberg menggunakan kode yang ditambahkan pada file functions.php. Berikut cara melakukannya di hPanel:
add_filter(‘use_block_editor_for_post’, ’__return_false’);
Apabila takut melakukan kesalahan saat mengedit file WordPress, Anda bisa menggunakan plugin Code Snippets untuk menambahkan kode.
Kemudian, pilih Only run in administration area, dan klik Save Changes and Activate.

Perlu diingat bahwa menonaktifkan block editor hanyalah solusi sementara. Saat ini Gutenberg adalah pilihan default untuk mengedit konten di WordPress.
Editor Gutenberg didesain untuk memudahkan Anda membuat dan mengelola website WorPress. Di bagian ini kami akan menjelaskan panduan lengkap cara menggunakan editor Gutenberg WordPress untuk membuat dan mengedit block.
Untuk menambahkan postingan, Anda perlu membuat blok baru dulu. Tenang, caranya tidak sulit kok! Kami akan membantu Anda langkah demi langkah.
Pertama, Anda perlu menambahkan blok title (judul utama artikel). Arahkan kursor pada blok heading dan ikuti langkah-langkah berikut ini:




Anda bisa mengatur semua blok di Gutenberg WordPress agar sesuai dengan selera desain Anda serta untuk mengoptimalkan visual website.
Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukannya:








Selanjutnya Anda perlu menambahkan heading (judul) dan teks. Heading memiliki beberapa level yang menunjukkan tingkat kepentingan informasi yang dibahas dalam konten website Anda.
Pada dasarnya tingkatan ini mirip dengan daftar judul dan subjudul pada makalah atau paper akademik, di mana H3 merupakan bagian dari H2, kemudian H4 adalah bagian dari H3, dan seterusnya.
Berikut cara menambahkan heading dan teks di Gutenberg WordPress:




Anda bisa menambahkan gambar dan file media menggunakan Block Inserter atau ikon “+” dalam area editor Gutenberg WordPress.
Berikut cara menambahkan gambar dan media di Gutenberg editor:




Di Gutenberg, Anda bisa mengatur urutan blok dalam 2 cara melalui floating toolbar. Yang pertama, gunakan ikon enam titik untuk memilih beberapa blok sekaligus dan memindahkannya ke mana saja dengan fungsi drag-and-drop.

Cara kedua, Anda bisa menggunakan ikon panah atas dan bawah untuk menaikkan atau menurunkan blok.

Untuk memasukkan konten dari platform lain, editor WordPress Gutenberg memiliki bagian sendiri yang memungkinkan Anda menambahkan dan menyematkan file media dari berbagai sumber.
Berikut cara menambahkan media di Gutenberg:



Reusable block adalah kumpulan snippet konten yang bisa digunakan berulang kali di area website mana pun sehingga Anda bisa bekerja secara lebih efisien.
Cara kerjanya sama seperti template, jadi kalau Anda mengupdate konten reusable block, maka semua halaman dan postingan yang menggunakannya akan ikut diupdate.
Cara membuat reusable block di Gutenberg adalah sebagai berikut:



Untuk menambahkannya di postingan atau area lain, klik “+” dan temukan reusable block yang Anda inginkan dari daftar.

Cara lebih cepatnya, Anda bisa mengetik “/” (garis miring) lalu pilih block yang diinginkan.

Editor block WordPress punya sejumlah shortcut keyboard yang bisa membantu Anda bekerja lebih efisien dan menelusuri antarmukanya dengan lebih lancar.
Berikut adalah daftar shortcut keyboard editor block Gutenberg dan fungsinya:
| Shortcut | Fungsi |
|---|---|
| Shift + Alt + H | Menampilkan semua shortcut keyboard. |
| Ctrl + Shift + Alt + M | Beralih antara editor visual dan editor kode. |
| Ctrl + Shift + Alt + F | Mengaktifkan atau menonaktifkan mode full screen. |
| Ctrl + Shift + , | Menampilkan atau menyembunyikan panel Settings Sidebar. |
| Ctrl + S | Menyimpan perubahan. |
| Shift + Alt + O | Membuka Block List View. |
| Ctrl + Z | Membatalkan perubahan terakhir. |
| Ctrl + Shift + Z | Mengulangi undo terakhir. |
| Ctrl + A | Memilih semua teks saat mengetik. Tekan lagi untuk memilih semua blok. |
| Esc | Menghapus pilihan. |
| Ctrl + Shift + D | Menduplikasi blok yang dipilih. |
| Shift + Alt + Z | Menghapus blok yang dipilih. |
| Ctrl + Alt + T | Menyisipkan blok baru sebelum blok yang dipilih. |
| Ctrl + Alt + Y | Menyisipkan blok baru setelah blok yang dipilih. |
| del atau backspace | Menghapus teks yang dipilih. |
| Ctrl + Shift + Alt + T | Memindahkan blok yang dipilih ke atas. |
| Ctrl + Shift + Alt + Y | Memindahkan blok yang dipilih ke bawah. |
| / | Mengubah jenis blok setelah menambahkan paragraf. |
| Ctrl +B | Menebalkan teks yang dipilih. |
| Ctrl + I | Memiringkan teks yang dipilih. |
| Ctrl + K | Mengubah teks yang dipilih menjadi link. |
| Ctrl + Shift + K | Menghapus link. |
| [[ | Menyisipkan link ke postingan atau halaman. |
| Ctrl + U | Menggarisbawahi teks yang dipilih. |
| Ctrl + ` atau Shift + Alt + N | Mengarahkan kursor ke bagian selanjutnya dalam editor. |
| Ctrl + Shift + ` atau Shift + Alt + P | Mengarahkan kursor ke bagian sebelumnya dalam editor. |
| Alt + F10 | Mengarahkan kursor ke toolbar terdekat. |
Apabila menggunakan Mac, cukup ganti Ctrl dengan Command (⌘).
Anda juga bisa menemukan daftar shortcut ini dengan mengklik iikon tiga titik di pojok kanan atas Gutenberg WordPress lalu memilih Keyboard shortcuts.
Anda bisa mengklik Block Inserter untuk mencari blok lainnya. Namun, kalau menggunakan nested block (blok bertingkat yang menjorok ke kanan), Anda mungkin akan sedikit kesulitan untuk menemukan blok yang diinginkan.
Selain itu, memiliki terlalu banyak blok juga akan menyulitkan Anda untuk menelusurinya.
Nah, untuk mempermudah proses ini, editor WordPress Gutenberg memiliki opsi Block List View (daftar block) agar Anda bisa melihat setiap block yang sedang disusun, termasuk nested block dengan indentasi menjorok ke dalam. Cukup klik tombol List View di toolbar atas.

Anda bisa memilih atau memperluas tampilan blok dengan mengklik daftar ini. Gutenberg juga akan menyorot blok yang sedang ditunjuk oleh kursor mouse Anda.
Pada gambar di atas, fitur ini menampilkan:
Widget adalah salah satu fitur WordPress paling awal yang dibuat untuk memudahkan pembuatan dan pengelolaan konten website tanpa coding.
Namun, legacy widget memiliki opsi format yang terbatas dan perlu banyak langkah manual untuk memodifikasinya karena dibuat dengan editor widget klasik. Selain itu, widget membutuhkan plugin tambahan untuk menambahkan fitur lainnya.
Sejak update WordPress versi 5.8, widget berbasis block mulai menggantikan versi klasik. Fitur barunya menyertakan banyak peningkatan yang memudahkan pengguna untuk menyesuaikan halaman website, bahkan di area yang tadinya cukup terbatas.
Block editor juga dilengkapi dengan widget berbasis blok siap pakai yang bisa digunakan tanpa plugin atau kode tambahan, seperti custom HTML, kalender, daftar halaman, postingan terbaru, ikon sosial, dan cloud tag.
Gutenberg adalah editor konten bawaan WordPress yang bisa digunakan untuk membuat postingan dan halaman. Editor ini memiliki block default yang untuk setiap elemen yang Anda butuhkan untuk membuat website, seperti paragraf, judul, gambar, embed media, widget, dan kolom.
Block editor WordPress ini juga menyertakan lebih banyak update canggih, seperti interface yang user-friendly, tool yang mudah digunakan, dan fitur tambahan yang mendukung FSE (pengeditan website penuh).
Selain itu, Anda bebas menambahkan dan menyesuaikan blok baru, header, dan teks, menyisipkan gambar dan media, mengatur banyak blok sekaligus, dan menyematkan konten pihak ketiga.
Semoga tutorial ini bisa membantu Anda memahami cara menggunakan editor Gutenberg WordPress dengan lebih baik ya. Kalau punya pertanyaan atau saran untuk tutorial ini, jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah ini.
Cara Mempercepat WordPress
Cara Install WordPress
Cara Mengaktifkan Maintenance Mode di WordPress
Cara Mengubah Password di WordPress
Cara Login ke WordPress
Pada dasarnya fungsi Gutenberg sama seperti classic editor, yaitu untuk membuat atau mengedit postingan dan halaman website. Namun, editor ini memiliki antarmuka yang lebih intuitif dan lebih banyak fitur. Kalau ingin kembali ke classic editor, Anda bisa menggunakan plugin seperti Classic Editor yang akan menonaktifkan block editor.
Ya, Gutenberg adalah bagian default dari software inti WordPress sehingga tersedia gratis di WordPress versi 5.0 dan yang lebih baru. Kalau masih menggunakan CMS versi lama, Anda bisa upgrade ke versi terbaru atau menginstal plugin Editor Gutenberg.
Ya, block editor meningkatkan keseluruhan performa website sehingga membantu menaikkan ranking di SERP. Sejak dirilis, update Gutenberg juga menyertakan minifikasi kode, optimasi, dan peningkatan lainnya untuk mempercepat waktu loading.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.