Aug 01, 2022
Ariata C.
6menit Dibaca
Version control system sangat bermanfaat untuk mencegah developer mengalami kesulitan dalam menganalisis perubahan & bekerja dengan kode yang diakses bersama-sama. Sederhananya, VCS adalah prinsip penting dalam sistem manajemen konfigurasi software yang berkaitan dengan kebutuhan manajemen perubahan dalam project.
Perubahan/revisi/update yang dibuat bisa dikenali melalui kode atau angka. Informasi seperti catatan waktu dan identitas yang membuat perubahan juga tetap ada.
Dalam tutorial ini, kita akan membahas GIT, salah satu VCS yang paling sering digunakan. Selain cara menggunakan GIT, Anda juga akan mempelajari dasar GIT seperti cara install GIT di sistem yang berbeda dan bagaimana cara menggunakannya.
Pada tahun 2005, Linus Torvalds (orang yang membuat kernel Linux) membuat GIT dan sejak itu GIT secara aktif dikelola oleh Junio Hamano, programmer Jepang. Saat ini, GIT menjadi salah satu version control system yang paling terkenal dan ada jutaan project di seluruh dunia yang menggunakan GIT untuk version control nya (termasuk project komersil dan open source). GIT sepenuhnya gratis dan bisa di-download di Mac, Linux, Windows, dan Solaris, daRI website resminya. Fitur-fitur unggulan dari GIT antara lain:
GIT sangat sederhana dalam penggunannya. Untuk memulai, Anda bisa membuat repository atau men-checkout yang sudah ada. Setelah instalasi, perintah git-init akan men-setup semuanya. Selain itu, perintah git clone bisa membuat salinan repository lokal untuk user.
Menginstall GIT di Windows sangat mudah, cukup dengan mendownload dan menjalankan instalasinya. Ikuti langkah berikut ini untuk meng-install GIT di Windows:
1. Buka website ini dan download installer GIT untuk Windows.
2. Setelah download, buka file tersebut untuk menjalankan proses instalasi. Ikuti semua instruksi, klik Next dan Finish hingga semua proses instalasi selesai.

3. Jalankan perintah berikut ini di terminal:
git config --global user.name "John Smith" git config --global user.email "example@email.com"
Catatan: Jangan lupa mengganti John Smith dan example@email.com dengan detail login Anda sendiri.
Setelah itu, GIT di Windows Anda siap digunakan.
Ada banyak cara meng-install GIT di perangkat Mac. Bisa jadi GIT sudah terinstall di komputer Anda jika Anda telah memiliki aplikasi XCode sebelumnya. Jalankan perintah berikut ini di terminal untuk memastikan:
git --version
Jika Anda mendapatkan output seperti git version 2.7.0 (Apple Git-66), Anda beruntung. Namun jika tidak, ikuti langkah berikut ini:
1. Buka website ini dan download installer terbaru untuk Mac.
2. Ikuti instruksi di layar dan selesaikan proses instalasi.

3. Sekali lagi, ketikkan perintah git --version
untuk memastikan bahwa instalasi telah berhasil.
4. Jalankan perintah berikut ini di terminal Anda untuk mengkonfigurasi email Anda dan username yang digunakan untuk akun GIT:
git config --global user.name "John Smith" git config --global user.email "example@email.com"
Catatan: Jangan lupa mengganti John Smith dan example@email.com dengan detail login Anda sendiri.
Jika Anda adalah pengguna Linux, mungkin Anda telah terbiasa meng-install software dan paket di komputer Anda menggunakan perintah apt-get atau yum install. Begitu juga dengan instalasi GIT:
Untuk pengguna Debian/Ubuntu (apt-get):
1. Buka terminal dan jalankan perintah berikut ini:
Sudo apt-get update Sudo apt-get install git
2. Cek apakah instalasi sudah berhasil dengan menggunakan git --version
3. Jalankan perintah berikut di terminal untuk mengkonfigurasikan email Anda dan username yang digunakan dengan akun GIT Anda:
git config --global user.name "John Smith" git config --global user.email "example@email.com"
Catatan: Jangan lupa mengganti John Smith dan example@email.com dengan detail login Anda sendiri.
Fedora (yum/dnf)
Anda bisa mengekstrak paket GIT menggunakan yum atau dnf.
1. Buka terminal dan jalan perintah ini:
Sudo dnf install git Sudo yum install git
2. Cek instalasi dengan menggunakan git --version
3. Jalankan perintah berikut di terminal untuk mengkonfigurasikan email Anda dan username yang digunakan dengan akun GIT Anda:
git config --global user.name "John Smith" git config --global user.email "example@email.com"
Catatan: Jangan lupa mengganti John Smith dan example@email.com dengan detail login Anda sendiri.
Sekarang, setelah GIT di-install di komputer Anda, mari kita pelajari dasar GIT dan bagaimana cara menggunakan GIT.
git init <directory>. Folder bernama .gt akan muncul di direktori bila perintah tersebut telah dijalankan. Kemudian, jika Anda telah memiliki direktori sebelumnya dan ingin mengambilnya, Anda bisa menggunakan perintah git clone. Jika Anda ingin mencoba mengambil repository lokal, gunakan perintah ini:
git clone /path/to/local/repository
Jika Anda ingin memeriksa repository yang tersimpan, gunakan:
git clone user.name@host:/path/to/remote/repository
Jika Anda memiliki akun di Hostinger, Anda bisa dengan mudah menyalin dan mengatur repository melalui Member Area -> GIT. Sebagai contoh, jika Anda ingin menyalin repository GIT, masukkan alamatnya, pilih branch dan lokasi install, lalu klik tombol.

Setelah selesai, Anda bisa mengatur repository Anda di bagian tersebut.

git add <file_name>
Jika Anda cukup yakin untuk melakukan perubahan langsung di HEAD, Anda langsung gunakan perintah commit. Contohnya:
git commit –m “Tambahkan catatan untuk commit Anda”
Catatan: Bila perintah commit telah dijalankan (dari direktori kerja), file akan di-commit ke HEAD, namun belum terkirim ke remote repository.
git push origin master dijalankan dari direktori kerja, perubahan yang ada di HEAD akan dikirim ke remote repository. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, master bisa diganti menjadi nama branch dimana perubahan ingin Anda commit.Jika repository yang ada saat ini belum di-clone dan Anda ingin membuat sambungan antara repository dan remote server, maka jalankanlah perintah ini:
git remote add origin <server>
Catatan: Ganti <server> dengan alamat remote server.
Setelah di-clone, perubahan yang telah dibuat akan dikirim ke server.
git checkout -b feature_n *
Catatan: feature_n adalah nama branch-nya.
Jika Anda ingin kembali ke master branch utama, jalankan perintah ini:
git checkout master
Branch bisa dihapus dengan menggunakan perintah ini:
git checkout -b feature_n
Untuk membuat branch bisa digunakan oleh pengguna lain, Anda harus mengirimkannya ke remote repository melalui perintah ini:
git push origin feature_n
git merge feature_n
Jika Anda melakukan pull atau merge, GIT akan selalu mencoba menangani conflict sendiri, namun kadang-kadang juga gagal. Jika terjadi kegagalan karena conflict, maka pengguna harus melakukan resolve conflict secara manual. Setelah Anda meng-edit file (untuk menghapus conflict), tandai sebagai merged dengan perintah:
git add <nama_file>
Jika setelah merging Anda ingin melihat perubahan, jalan perintah:
git diff <nama_sumber_branch> <nama_target_branch>
git tag 1.1.0 1c2d2d56fa
1c2d2d56fa adalah perintah yang terkait dengan 10 karakter pertama dari commit-id, yang dijadikan sebagai tag. Commit ID bisa ditemukan di log.
git log --author =Bambang
Log yang terkompresi (1 commit per baris) bisa dilihat dengan:
git log --pretty=oneline
Untuk hanya melihat file yang berubah:
git log --name-status
Mengganti perubahan di lokal: Jika Anda tidak sengaja membuat kesalahan dan ingin kembali ke perubahan normal yang sebelumnya, gunakan perintah:
git checkout -- <filename>
Dengan melakukan hal tersebut, akan mengganti perubahan di direktori kerja dengan yang terakhir ada di HEAD. Perubahan apapun yang ditambahkan ke index tidak akan terkena dampak.
Sebaliknya, jika semua perubahan/commit di-drop dan master branch lokal dibutuhkan untuk menunjukkan history terakhir dari server, jalankan perintah:
git fetch origin git reset --hard origin/master
Kenyataan dalam pembuatan software adalah akan sangat nyaman bila manajemen kode disediakan untuk Anda. Tutorial dasar GIT ini wajib diketahui dan dikuasai oleh semua developer, karena akan sangat membantu dalam melakukan version control. Jika Anda ingin melihat informasi yang lebih lengkap, silakan lihat dokumentasi resmi GIT.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Komentar
February 10 2022
makasih kak ariata artikel membanti