Dec 18, 2025
Faradilla A.
12menit Dibaca
Apa pun bidangnya, memulai bisnis memang sering kali terasa menakutkan. Tidak ada jaminan Anda akan langsung sukses, dan hasilnya pun belum tentu sesuai harapan. Bahkan, banyak orang yang akhirnya mundur sebelum mencoba.
Tapi tahukah Anda? Dengan membaca artikel ini saja, Anda pasti sudah memiliki keinginan untuk mengubah passion Anda di dunia kecantikan menjadi bisnis yang menguntungkan.
Nah, di artikel ini, kami akan memandu Anda memulai bisnis kecantikan, mulai dari menyusun rencana bisnis, membangun reputasi online yang baik, hingga membangun brand dan mengembangkan bisnis Anda sendiri. Yuk, lanjutkan membaca!
Dengan menetapkan ide bisnis di awal, Anda akan memiliki arah yang jelas tentang tujuan yang ingin dicapai beserta cara mencapainya. Cobalah langkah-langkah berikut untuk memulai bisnis kecantikan Anda:
Tentukan bidang bisnis Anda
Saat berpikir untuk membangun bisnis kecantikan, apa hal-hal yang paling menarik untuk Anda? Apa yang benar-benar Anda kuasai dan sukai?
Misalnya, apakah Anda ingin membuat produk skincare organik, solusi anti-aging, anti-jerawat, aromaterapi, atau mungkin hal lainnya?
Intinya, mulailah dengan bidang yang Anda suka dan kuasai, karena Anda akan jadi lebih semangat menjalaninya dan bisa membangun kredibilitas dengan lebih cepat.
Manfaatkan tren pasar
Lakukan riset terkait tren industri kecantikan untuk mengetahui produk seperti apa yang sedang banyak dicari oleh pelanggan.
Mulailah dengan membaca laporan tentang industri kosmetik, menganalisis produk-produk terlaris sesuai bidang bisnis Anda, dan mengecek ulasan pelanggan dari brand kecantikan lain.
Jangan lupa, ikuti perusahaan kosmetik, influencer, dan hashtag yang relevan di media sosial agar Anda tidak ketinggalan tren terbaru.
Ketahui target audiens Anda
Cari tahu segmen pelanggan yang membeli produk dari kompetitor langsung Anda. Lihat ulasan mereka di platform online, atau amati interaksi mereka dengan postingan terkait topik kecantikan di media sosial.
Fokuskan riset Anda pada usia mereka, jenis kelamin, tingkat pendapatan, minat, dan lain-lain. Setelahnya, Anda akan punya gambaran tentang profil pembeli ideal Anda, misalnya:
“Sophie, 28 tahun: Karyawan profesional yang peduli dengan perawatan kulit, mencari produk anti-aging berbahan alami, dan suka mengikuti rekomendasi influencer untuk memilih produk.”
Tentukan USP (nilai jual unik) Anda
Tanyakan pada diri Anda sendiri: apa masalah yang diatasi oleh produk atau layanan Anda? Apa yang membuatnya berbeda dari kompetitor? Apakah Anda menggunakan bahan-bahan organik? Atau produk Anda dibuat khusus untuk orang-orang yang memiliki masalah jerawat atau kerusakan rambut?
Idealnya, buatlah produk yang terasa baru dan unik di pasaran, baik dari segi harga, bahan, pengalaman belanja, atau lainnya. Setelah mengidentifikasi USP bisnis Anda, pastikan untuk menerapkannya secara konsisten dalam semua upaya pemasaran dan branding Anda.
Beri nama brand Anda
Nama brand Anda harus menarik, mudah diingat, menggambarkan nilai dari bisnis Anda, serta cocok dengan audiens yang Anda tuju.
Setelah menentukan nama bisnis, pastikan untuk mengecek ketersediaannya melalui Google. Kalau bingung mencari nama yang unik, coba simak artikel kami tentang nama bisnis yang bagus untuk mendapatkan inspirasi.
Atau, gunakan generator nama bisnis dari Hostinger. Cukup jelaskan bisnis Anda, seperti: “produk organik anti-aging untuk kulit sensitif,” lalu klik Generate ideas. Anda akan mendapatkan saran nama yang tersedia, serta opsi untuk mendaftarkan domain dari nama tersebut.

Rencana bisnis adalah dokumen yang menguraikan tujuan bisnis Anda dan strategi untuk mencapainya. Sederhananya, rencana bisnis adalah blueprint pengembangan bisnis yang akan membantu Anda tetap fokus pada tujuan Anda, menarik investor, atau mendapatkan pinjaman dari bank.
Berikut hal-hal yang sebaiknya ada dalam rencana bisnis Anda:
Pastikan tujuan yang Anda tetapkan realistis dan bisa dicapai. Hal ini akan membantu Anda menghindari masalah keuangan, mengelola sumber daya dengan lebih efisien, menjaga perkembangan bisnis yang stabil, dan lebih mudah beradaptasi dengan tren industri yang terus berkembang.
Daftarkan bisnis Anda untuk memastikan semuanya berjalan sesuai peraturan yang berlaku dan menghindari risiko denda atau masalah hukum di kemudian hari.
Berikut hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk melindungi aspek hukum dan keuangan bisnis Anda:
Struktur bisnis yang Anda pilih akan memengaruhi banyak hal, mulai dari pajak, tanggung jawab pribadi, hingga peluang pendanaan bisnis.
Beberapa struktur bisnis yang bisa Anda pilih termasuk:
Setelah menentukan strukturnya, daftarkan bisnis Anda ke instansi pemerintah sesuai wilayah operasional Anda. Hal-hal yang perlu dilakukan biasanya meliputi:
Setiap daerah mungkin memiliki peraturannya sendiri, jadi pastikan Anda mengecek persyaratan yang sesuai di wilayah Anda.
Beberapa bisnis kecantikan membutuhkan izin usaha tertentu, tergantung pada layanan yang Anda tawarkan. Misalnya:
Nama brand, logo, formula produk, dan materi pemasaran adalah aset berharga yang harus Anda lindungi dengan:
Mengatur keuangan sejak awal akan memudahkan Anda dalam mengelola arus kas dan menghindari masalah finansial di masa mendatang.
Berikut tips dari kami untuk mengatur keuangan Anda:
Seth Godin, seorang penulis dan pengusaha asal Amerika, pernah berkata, “Pemasaran bukan lagi soal produk yang Anda jual, tapi tentang cerita yang Anda sampaikan.”
Brand bukan hanya soal logo atau kemasan yang cantik, tapi juga cerita yang Anda bangun dan hubungan yang Anda ciptakan dengan pelanggan.
Setiap elemen dalam brand Anda sebaiknya saling terhubung untuk membentuk identitas yang kuat dan menciptakan ikatan emosional dengan audiens.
Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mulai membangun brand sendiri:
Logo adalah wajah dari brand Anda dan biasanya menjadi hal pertama yang dilihat calon pelanggan. Buatlah logo yang simpel tapi tetap unik dan mudah dikenali.
Sesuai prinsip desain logo, warna-warna yang berani seperti merah atau biru tua mencerminkan kekuatan dan percaya diri, sementara warna pastel memberikan kesan lembut dan menenangkan.
Bentuk logo juga bisa menunjukkan kesan tertentu. Misalnya, logo dengan ujung membulat akan terasa lebih ramah, sementara bentuk tajam akan terlihat lebih modern dan inovatif.
Hindari desain yang rumit dan sulit dilihat dalam ukuran kecil.
Selain itu, perlu diingat bahwa logo Anda harus bisa digunakan di berbagai platform, mulai dari kartu nama, kemasan produk, hingga media sosial.
Kalau belum menyiapkan anggaran untuk menyewa jasa desainer profesional, Anda bisa mencoba membuat logo sendiri menggunakan bantuan AI atau generator logo online.
Berikut beberapa contoh gaya logo yang baik sebagai inspirasi Anda:

Warna memiliki peran yang penting dalam membentuk kesan brand Anda. Pilih palet warna yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan dan cocok dengan audiens target Anda.
Misalnya, warna-warna seperti biru muda dan merah muda mewakili perasaan yang menenangkan dan ramah. Warna-warna ini juga dikaitkan dengan kenyamanan dan feminitas.
Di sisi lain, warna terang seperti merah atau oranye cocok untuk brand yang ingin tampil berani, penuh energi, dan percaya diri.
Brand story yang baik akan membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan brand Anda dan menunjukkan sisi unik bisnis Anda di tengah persaingan industri.
Untuk membuatnya, simak tips dari kami berikut ini:
Identitas brand yang kuat dan konsisten akan membantu membangun kepercayaan pelanggan, serta membuat bisnis Anda lebih mudah dikenal dan diingat.
Setiap interaksi pelanggan dengan brand Anda, baik secara online, di toko, maupun melalui produk yang mereka gunakan, adalah kesempatan untuk memperkuat citra brand Anda.
Oleh karena itu, pastikan brand Anda selalu terasa sama di semua media. Jangan sampai audiens merasa seperti sedang berinteraksi dengan brand yang berbeda di setiap platform, seperti media sosial, website, atau kemasan produk Anda.
Semuanya harus selaras, mulai dari logo, warna, tone of voice, hingga pesan yang disampaikan. Konsistensi inilah yang akan membantu memperkuat brand awareness, yang merupakan faktor penting untuk memperoleh pelanggan setia.
Kesan pertama bisa menentukan perspektif pelanggan terhadap bisnis Anda. Nah, website sering kali menjadi hal pertama yang dilihat calon pelanggan saat ingin mengenal bisnis Anda.
Lewat website, mereka bisa mencari tahu layanan Anda, melihat-lihat produk yang ditawarkan, membaca testimoni, atau langsung membuat janji temu.
Apalagi, profil online yang profesional kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Tanpa website, Anda mungkin akan kehilangan calon pelanggan hanya karena mereka tidak bisa menemukan informasi yang dicari.
Sebenarnya siapa pun bisa membuat profil media sosial, tapi website yang didesain dengan baik menunjukkan bahwa brand Anda profesional, tepercaya, dan serius menjalankan bisnis.
Beberapa fitur dan fungsi yang sebaiknya ada di website bisnis kecantikan Anda termasuk:
Pada tahap ini, Anda juga harus memilih platform pembuatan website yang akan digunakan. Setiap platform memiliki proses yang berbeda-beda, baik dalam hal pembuatan, pengelolaan, maupun maintenance website ke depannya.
Rekomendasi kami, cobalah website builder Hostinger. Dengan fitur drag-and-drop yang intuitif, berbagai pilihan template, tool AI, dan fitur e-commerce bawaan, Anda bisa membuat website profesional dalam hitungan menit tanpa harus menguasai keahlian teknis.

Berikut langkah-langkahnya:


Setelah website Anda siap, saatnya memperluas jangkauan brand lewat media sosial untuk meningkatkan keterlibatan audiens dan membangun loyalitas pelanggan.
Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:
Gunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook untuk menunjukkan kepribadian, kualitas produk, dan keahlian Anda di dunia kecantikan.
Jenis konten yang bisa Anda buat antara lain:
Media sosial bukan hanya soal memposting konten, tapi juga menjaga interaksi dengan audiens. Semakin aktif Anda berinteraksi, semakin kuat hubungan Anda dengan audiens.
Ikuti tips dari kami berikut ini agar Anda bisa terlibat secara lebih aktif dengan audiens:
Media sosial dan website Anda sebaiknya saling terintegrasi untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan, mulai dari melihat konten Anda hingga akhirnya melakukan pembelian.
Ini tips dari kami untuk menerapkannya:
Kesuksesan sebuah bisnis tidak hanya dilihat dari penjualannya, tapi juga dari pelanggan yang setia pada brand Anda.
Beberapa strategi pemasaran yang bisa Anda terapkan meliputi:
Bekerja sama dengan influencer bisa membantu memperluas jangkauan brand Anda. Tidak harus selalu influencer besar, micro-influencer dengan audiens yang setia justru bisa memberikan hasil yang lebih baik dengan biaya lebih rendah.
Agar kerja sama Anda lebih efektif, ikuti tips berikut ini:
Email adalah salah satu cara paling efektif untuk terhubung secara langsung dengan pelanggan, menyampaikan penawaran khusus, dan mendorong pembelian ulang.
Untuk menerapkan strategi email marketing yang efektif, lakukan langkah-langkah berikut ini:
Pelanggan mungkin sudah membicarakan brand Anda di media sosial, baik melalui review, pertanyaan, maupun sekadar komentar. Anda hanya perlu menyimak dan mengamati diskusi tersebut, yang disebut social listening.
Strategi ini membantu memberikan informasi penting tentang hal-hal yang diinginkan audiens Anda, serta bagaimana mereka memandang brand Anda.
Untuk melakukannya, Anda bisa memanfaatkan tool seperti Brand24 atau Mention untuk memantau percakapan orang-orang tentang brand dan produk Anda.
Setelah bisnis kecantikan Anda berjalan, tantangan berikutnya adalah bagaimana Anda mengembangkannya. Skala bisnis meningkat, pendapatan juga akan meningkat; tapi kualitas layanan Anda tidak boleh menurun.
Berikut beberapa cara untuk mengembangkan bisnis kecantikan Anda:
Perkembangan industri kecantikan termasuk salah satu yang paling cepat. Agar tetap relevan, Anda harus selalu mengikuti tren terbaru. Perhatikan perubahan yang ada, dengarkan masukan pelanggan, dan perkenalkan produk atau layanan baru yang membedakan Anda dari kompetitor.
Selain itu, Anda bisa melakukan hal berikut:
Sebagai contoh, lihat bagaimana Dove menggunakan kuis untuk membantu pelanggannya memilih produk yang tepat.

Setelah memiliki basis pelanggan setia, saatnya Anda menyediakan lebih banyak pilihan kepada mereka.
Apabila Anda menjual skincare, pertimbangkan untuk meluncurkan produk pelengkap seperti rol wajah atau brush pembersih.
Untuk salon kecantikan, tawarkan paket perawatan premium, keanggotaan VIP, atau layanan berbasis langganan.
Kerja sama bisa membantu bisnis kecantikan Anda berkembang lebih cepat.
Misalnya, Anda bisa mencoba strategi kerja sama berikut:
Amati metrik-metrik bisnis penting untuk memastikan bisnis Anda berkembang dengan baik. Berikut beberapa indikator yang perlu Anda perhatikan:
Memulai bisnis kecantikan bisa jadi perjalanan yang seru dan penuh manfaat. Dengan metode dan langkah yang tepat, Anda bisa mengubah passion Anda di dunia kecantikan menjadi bisnis yang sukses dan berkelanjutan.
Sebagai rangkuman, berikut langkah-langkah penting yang bisa diambil untuk membangun brand produk kecantikan Anda sendiri:
Apa pun model bisnis dan lini produk Anda, baik skincare, salon, maupun layanan MUA, jangan lupa untuk tetap fleksibel, relevan, terus belajar, dan nikmati setiap prosesnya. Semoga sukses!
Industri kecantikan dan perawatan pribadi diperkirakan tumbuh sebesar $24,6 miliar pada 2030, mencapai total nilai $139,29 miliar. Artinya, dengan strategi yang tepat, peluang keuntungan di industri ini sangat besar.
Untuk startup, mulailah dengan layanan berbiaya terjangkau dan permintaan tinggi, misalnya:
– Potong rambut
– Perawatan wajah
– Manicure
– Rias alis
– Waxing
– Make-up artist (MUA)
– Eyelash extension
Fokuslah pada pengalaman pelanggan, seperti memberikan konsultasi personal dan perawatan yang disesuaikan. Gunakan produk berkualitas, ramah lingkungan, atau teknik unik sesuai tren. Selain itu, bangun reputasi online yang baik dan aktiflah berinteraksi lewat media sosial, ulasan, dan promosi.
Untuk produk kosmetik, modal awalnya berkisar antara Rp1,7 juta sampai Rp17 miliar, tergantung pada skala produksi dan kompleksitas formula produk Anda. Untuk salon kecantikan, siapkan modal antara Rp30 juta hingga Rp 4,25 miliar untuk membeli peralatan, sewa tempat, dan gaji staf. Sementara itu, untuk toko online, modal awalnya biasanya antara Rp85 juta hingga Rp850 juta, yang sudah mencakup biaya produksi, pengelolaan stok, dan digital marketing.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.