Jan 08, 2025
Faradilla A.
6menit Dibaca
Struktur data memiliki peran yang penting dalam menyimpan dan mengelola data agar data bisa digunakan secara efisien.
Dalam pemrograman, struktur data membantu mengatur data, memproses informasi, dan mengatasi masalah dengan lebih cepat. Sementara bagi pengguna secara umum, struktur data berguna dalam mempermudah penggunaan aplikasi, misalnya saat mencari produk di website.
Oleh karena itu, kalau ingin mempelajari pemrograman, ada baiknya Anda memahami struktur data dulu agar bisa membuat aplikasi yang optimal.
Penasaran ingin tahu lebih lanjut? Nah, di tutorial kali ini, kami akan menjelaskan apa itu struktur data, jenis-jenisnya, serta kegunaannya dalam pemrograman. Langsung simak selengkapnya di bawah ini yuk!
Struktur data adalah sistem yang menentukan penataan dan penyimpanan data di komputer sehingga data tersebut bisa diakses dan dimodifikasi secara efisien.
Saat membuat aplikasi atau program, penting untuk memilih struktur data yang tepat karena akan memengaruhi kecepatan dan efektivitas algoritma pemrograman yang digunakan.
Struktur data juga memiliki beragam jenis, dan tiap-tiapnya memiliki metode penyimpanan informasi yang berbeda-beda sehingga mungkin lebih cocok untuk penggunaan tertentu.
Jadi, dengan menggunakan struktur data yang tepat, developer bisa mengelola data dengan lebih mudah dan cepat. Selain itu, program yang dibuat juga bisa berjalan dengan lancar, terutama kalau membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar.
Ada beberapa jenis struktur data dasar yang umum digunakan dalam pemrograman. Di bagian ini, kami akan menjelaskan tujuh tipe struktur data yang paling sering diterapkan.

Array adalah struktur data yang menyimpan elemen dengan tipe yang sama dalam urutan tetap. Setiap elemen ini bisa diakses dengan indeks numerik, yang dimulai dari nol. Dengan array, data akan disimpan dalam blok yang berurutan sehingga setiap elemen bisa diakses dengan cepat.
Namun, karena ukurannya tetap, jumlah elemen dalam array harus ditentukan di awal sehingga mungkin akan sulit untuk menambahkan atau mengurangi elemen setelah array dibuat.
Struktur data array paling cocok digunakan ketika jumlah elemen sudah diketahui sejak awal, seperti untuk menghitung rata-rata nilai, mencari nilai maksimum atau minimum, serta mengurutkan data.
Selain itu, karena merupakan struktur data yang paling dasar, array bisa diimplementasikan di hampir semua bahasa pemrograman.
Kelebihan:
Kekurangan:

Linked list merupakan struktur data yang terdiri dari serangkaian node, yang tiap-tiapnya berisi data dan pointer ke node berikutnya. Berbeda dengan array, struktur data ini tidak menggunakan blok memori berurutan sehingga lebih fleksibel dalam hal penambahan dan penghapusan elemen.
Nah, linked list sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Berkat fleksibilitasnya, struktur data ini sering digunakan dalam implementasi struktur data lain, seperti stack, queue, atau graph. Linked list juga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan alokasi memori dinamis, seperti pengelolaan memori dalam sistem operasi.
Namun, karena setiap node hanya memiliki informasi tentang elemen berikutnya, pencarian informasi menggunakan tipe struktur data ini harus dilakukan secara berurutan, tidak bisa acak.
Kelebihan:
Kekurangan:

Struktur data stack bersifat linear, yang berjalan dengan prinsip LIFO (Last In, First Out). Artinya, elemen terakhir yang dimasukkan ke dalam stack adalah elemen pertama yang akan dikeluarkan, dan begitu juga sebaliknya.
Contoh penggunaan stack yang paling mudah dijumpai adalah fungsi undo dan redo.
Saat menggunakan aplikasi yang memiliki fungsi ini, setiap perubahan Anda akan disimpan dalam stack. Ketika mengklik undo, perubahan terakhir Anda akan dikeluarkan dari stack. Saat memilih redo, perubahan tersebut dimasukkan kembali ke stack.
Kelebihan:
Kekurangan:

Berkebalikan dengan stack, tipe queue menerapkan prinsip FIFO (First In, First Out), yang berarti elemen pertama yang masuk akan dikeluarkan lebih dulu.
Queue biasanya digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengelolaan antrean, seperti penjadwalan tugas dalam sistem operasi atau manajemen resource di jaringan komputer.
Contoh mudahnya bisa diibaratkan seperti urutan pelayanan Customer Service, yaitu pelanggan yang pertama hadir akan dilayani lebih dulu. Sementara itu, pelanggan yang baru datang harus mengantre untuk dilayani nanti.
Seperti halnya struktur data stack, operasi queue hanya berjalan di dua ujung. Elemen dimasukkan di bagian belakang (rear), lalu dikeluarkan dari bagian depan (front). Struktur ini cocok digunakan untuk pengelolaan data yang harus diproses dalam urutan tetap.
Kelebihan:
Kekurangan:

Tree adalah struktur data hierarkis yang terdiri dari node-node yang saling terhubung. Setiap node memiliki satu parent (induk) dan bisa memiliki beberapa child (turunan). Struktur data tree yang paling umum adalah binary tree, dengan setiap node yang hanya memiliki dua child.
Jenis struktur data ini sering digunakan untuk menunjukkan hubungan hierarkis, seperti struktur file sistem, database, atau model pohon keputusan dalam AI (kecerdasan buatan). Tree juga digunakan dalam berbagai algoritma, seperti pencarian, pengurutan, dan parsing.
Namun, struktur tree memerlukan pengelolaan yang lebih rumit, terutama untuk menyeimbangkannya agar performa pencarian tetap efisien.
Kelebihan:
Kekurangan:

Graph terdiri dari kumpulan node yang terhubung melalui edge. Setiap edge bisa memiliki arah (directed graph) atau tidak (undirected graph).
Dalam graph, node bisa mewakili objek tertentu, sementara edge menunjukkan hubungan antarobjek tersebut. Contoh penggunaan optimalnya adalah untuk menggambarkan jaringan, seperti jaringan transportasi atau jaringan komputer.
Namun, struktur graph bisa menjadi sangat rumit kalau ada banyak node dan edge sehingga membutuhkan memori yang lebih besar.
Kelebihan:
Kekurangan:
Hash table adalah struktur data yang menyimpan data dalam pasangan key-value. Setiap key dipetakan ke indeks tertentu melalui fungsi hash sehingga pemrosesan data seperti pencarian, penambahan, dan penghapusan data bisa lebih cepat.
Struktur data ini sering digunakan dalam DBMS (sistem manajemen database) untuk mengelola indeks pencarian dan mempercepat akses data.
Hash table cocok digunakan untuk aplikasi yang memerlukan pencarian cepat, seperti caching data di web server atau database sederhana. Dengan hash table, pencarian bisa dilakukan dengan sangat cepat kalau fungsi hash dirancang dengan baik.
Kelebihan:
Kekurangan:
Seperti yang tadi dijelaskan, struktur data adalah salah satu fondasi terpenting dalam pemrograman. Dengan memilih struktur data yang tepat, developer bisa membuat program yang lebih efisien, cepat, dan mudah dikelola.
Berikut adalah beberapa kegunaan struktur data yang paling utama, khususnya dalam pemrograman:
Struktur data menjadi landasan yang penting dalam pemrograman untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data secara efisien. Dengan memahami berbagai jenis struktur data, developer bisa memilih solusi yang tepat untuk kebutuhan aplikasinya.
Setiap jenis struktur data juga memiliki cara kerja dan kegunaan yang berbeda-beda. Misalnya, beberapa struktur data akan lebih optimal untuk pencarian data, mengoptimalkan penggunaan memori, atau meningkatkan performa program secara keseluruhan.
Dalam pemrograman, kegunaan utama struktur data meliputi pengelolaan data yang efisien, algoritma pencarian yang cepat, serta pemrosesan data dalam jumlah besar. Struktur data juga berperan dalam meningkatkan performa aplikasi, terutama untuk pengolahan data real-time.
Mudah-mudahan artikel ini membantu Anda memahami struktur data dengan lebih baik, ya. Apabila masih memiliki pertanyaan, sampaikan lewat kolom komentar di bawah artikel ini yuk!
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.